Liputan6.com, Yerusalem - Hari itu, 11 November 2004, Yasser Arafat menghembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit Militer Percy, Prancis. Dalam usia 75 tahun. Meski kematian adalah keniscayaan bagi semua makhluk bernyawa, namun hidup Presiden Palestina itu diduga direnggut paksa. Dengan racun.
Delapan tahun setelah Yasser Arafat dimakamkan, kematiannya dipersoalkan. Institut de Radiophysique di Lausanne, Swiss, atas permintaan media Al Jazeera, menemukan benda-benda pribadi yang biasa dipakai mantan pemimpin Palestina itu mengandung unsur radioaktif polonium. Di pakaian, sikat gigi, juga kafiyeh -- kain motif hitam putih yang setia terpasang di kepala Arafat.
Polonium merupakan radioaktif yang kerap digunakan untuk tenaga pesawat luar angkasa yang ditemukan Marie Curie pada tahun 1898.
Jika seseorang menelan polonium-210, sekitar 50-90 persennya akan keluar melalui feses. Yang tertinggal akan masuk ke aliran darah.
Sekitar 40 persen polonium yang tertinggal akan masuk ke limpa, ginjal, dan liver. Sementara 10 persennya merasuk ke sumsum tulang. Radiasi keracunan polonium-210 terlihat seperti kanker stadium akhir.
Akibatnya, akan terjadi kerusakan liver dan ginjal, diikuti mual dan sakit kepala ekstrem. Korbannya kerap mengalami muntah, diare, dan kerontokan rambut. Kematian akan datang dalam hitungan hari, kadang-kadang dalam beberapa minggu.
Semua orang pendukung Arafat mulai dari istrinya sampai anggota PLO, juga Hamas, naik pitam mendengarnya. Janda Arafat, Suha Arafat meminta pemerintah menggali makam peraih Nobel Perdamaian itu untuk diteliti.
Anggota eksekutif PLO, Hanan Ashrawi mendukung upaya penyelidikan tersebut. "Kami yakin, wafatnya Presiden Arafat tidak wajar. Juga juga percaya harus ada investigasi forensik dan kriminal untuk membuktikannya," kata dia.
Hanan Ashrawi mengatakan, rakyat Palestina membutuhkan jawaban atas penyebab kematian Arafat, dan yang tak kalah penting, siapa yang bertanggungjawab.
Permintaan itu disetujui. "Tidak ada alasan religius ataupun politis yang dapat menghalangi kami untuk terus menyelidiki dugaan peracunan itu," kata juru bicara kepresidenan Palestina, Nabil Abu Rudeinah, Juli 2014.
Selain kematian tidak wajar Arafat, pada tanggal yang sama tahun 1973, Israel dan Mesir setuju untuk melaksanakan gencatan senjata. Perdamaian tersebut dicapai setelah kedua negara terlibat dalam pertempuran besar yang selalu dikenal dengan perang Yom Kippur.
Pada 11 November 1974, seorang aktor ternama dan berperan dalam sejumlah film box office seperti Titanic, Great Gatsby dan Blood Diamond lahir ke dunia. Dia adalah Leonardo Di Caprio. Pria berdarah Italia dan Jerman itu lahir di Los Angeles, California. (Ein)
11-11-2004: Kematian Misterius Yasser Arafat
Hari itu, 11 November 2004, Yasser Arafat menghembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit Militer Percy, Prancis. Kematian yang tak wajar.
Diperbarui 11 Nov 2014, 06:00 WIBDiterbitkan 11 Nov 2014, 06:00 WIB
Perjuangan pemimpin Palestina Yasser Arafat harus ditutup dengan satu peristiwa yang sangat tragis. Dia tewas dengan sangat tidak wajar.... Selengkapnya
Advertisement
Video Pilihan Hari Ini
EnamPlus
powered by
POPULER
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
Berita Terbaru
Heboh! Denda Pagar Laut Rp 48 Miliar, Begini Fakta-faktanya
Sholat di Dalam Ka'bah, Menghadap ke Mana?
Hasil Pantauan Hilal, Pemerintah Tetapkan Awal Ramadan Jatuh pada Sabtu 1 Maret 2025
Ozy Syahputra Usia 62 Tahun Perankan Setan Botak di Jembatan Ancol: Jangan Harap Aku Bakal Centil!
Tips Mencicil Perlengkapan Bayi: Panduan Lengkap untuk Calon Orang Tua
Turunkan Kolesterol Secara Alami dengan 5 Makanan Ini, Pasti Ada di Rumah
Harga Bitcoin Masih Lesu Jelang Akhir Pekan, Apa Penyebabnya?
Aruma Hingga Eltasya Natasha Meriahkan Showcase Perjalanan Pesan Cinta, Ngaku Kagumi Jaz Hayat
Friday Mubarak Ramadan, Lebih 50 Ribu Retail Kompak Turunkan Harga Pangan hingga 50 Persen
Masjid Istiqlal Siapkan 4.000 Porsi Makanan Buka Puasa Selama Ramadhan
Tips Minum Air Putih Saat Puasa, Waktu Terbaik dan Jumlah Ideal agar Terhindar dari Dehidrasi
Ciri-ciri Penyakit Gula Kering dan Basah, Kenali Perbedaan dan Komplikasi yang Mengancam