Waspada 4 Faktor Ini untuk Cegah Tuberkulosis

Kementerian Kesehatan melalui Program Nasional Pengendalian Tuberkulosis bersama dengan WHO bekerja sama untuk mengendalikan Tuberkulosis.

oleh Fitri Syarifah Diperbarui 24 Mar 2016, 14:00 WIB
Diterbitkan 24 Mar 2016, 14:00 WIB
Warga Binaan Melakukan Pemeriksaan Tuberkulosis di LP Cipinang
Warga binaan yang terkena penyakit Tuberkulosis bersiap diperiksa di Balai Pengobatan Lapas Cipinang, Jakarta, (24/2/2015). Catatan WHO, kasus TB di lembaga pemasyarakatan di Indonesia, 11 hingga 81 kali dari populasi umum. (Liputan6.com/Johan Tallo)... Selengkapnya

Liputan6.com, Jakarta Tahun ini, memeringati Hari Tuberkulosis sedunia, pemerintah mengampanyekan Gerakan #TOSSTB yang mendorong petugas kesehatan untuk memberikan layanan berkualitas sesuai standar dan juga mengajak semua pihak untuk secara bersama ambil bagian dalam upaya pencegahan dan pengendalian TB.

Selain menerapkan strategi DOTS (Directly Observed Treatment Shortcourse), pemerintah juga mencanangkan Gerakan Temukan TB Obati, Sampai Sembuh (TOSS). Dengan #TOSSTB diharapkan dapat menggerakkan masyarakat, dimulai dari dalam keluarga untuk aktif terlibat dalam mendorong dan memberikan dukungan orang di sekitarnya yang memiliki gejala TB untuk datang memeriksakan diri ke layanan kesehatan terdekat, menjadi Pengawas Menelan Obat bagi mereka yang membutuhkan dan sebagainya.

Sebagai informasi, TB merupakan penyakit infeksi menular yang dapat menyerang berbagai organ, terutama paru-paru. Penyakit TB merupakan masalah kesehatan terbesar di dunia, setelah HIV sehingga harus ditangani dengan serius. Data WHO pada tahun 2014 menunjukkan, kasus TB di Indonesia mencapai 1.000.000 kasus dan jumlah kematian akibat TB diperkirakan 110.000 kasus setiap tahunnya. 

Penyakit ini disebabkan oleh bakteri mycobacterium tuberculosis yang ditularkan melalui udara, dari satu orang ke orang lainnya, biasanya melalui percikan dahak seseorang yang telah mengidap TB. Ketika bakteri TB masuk ke dalam tubuh, maka bakteri tersebut bersifat tidak aktif untuk beberapa waktu, sebelum kemudian menyebabkan gejala-gejala TB. 

Bakteri tersebut akan menyerang paru-paru dan menyebabkan penderita mengalami batuk berdahak secara terus menerus, biasanya selama lebih dari tiga minggu. Bahkan kadang-kadang, pengidap TB juga akan mengalami batuk berdarah. Pengidap TB juga akan cenderung cepat merasa lelah, kehilangan nafsu makan, berkeringat di malam hari, dan mengalami demam tinggi.

Untuk itu, Kementerian Kesehatan melalui situs resminya Sehat Negeriku, mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap empat faktor berikut yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena TB:

1. Sistem imun yang lemah

Imun lemah dapat menyebabkan seseorang dengan mudah terkena bakteri TB. Penyakit seperti HIV/AIDS, diabetes, kanker, dan penyakit ginjal akan membuat bakteri TB dengan mudah menyerang tubuh.

2. Lingkungan tinggal atau kerja

Kontak secara terus menerus dengan pengidap TB akan meningkatkan peluang seseorang terkena TB. Jika Anda mengetahui ada pengidap TB di lingkungan sekitar, kenakanlah masker dan cuci tangan sesering mungkin. Orang-orang yang bekerja di rumah sakit, rumah perawatan, atau panti jompo cenderung tertular TB karena kurangnya ventilasi, sehingga bakteri dengan mudah menular melalui udara.

3. Kemiskinan dan penggunaan zat berbahaya

Jika seseorang tinggal di daerah terpencil dan padat penduduk, maka ia akan dengan mudah terserang TB karena kurangnya ruang atau udara bersih. Kemiskinan juga identik dengan kurangnya akses terhadap perawatan medis, sehingga akan sulit untuk mendiagnosa dan mengobati TB. Penyalahgunaan zat berbahaya dalam jangka panjang seperti alkohol atau narkoba juga akan melemahkan sistem kekebalan tubuh dan membuat orang rentan terkena TB.

4. Perjalanan dari atau ke negara dengan tingkat TBC tinggi

Risiko terkena TB akan lebih tinggi pada orang-orang yang tinggal di atau melakukan perjalanan ke negara-negara yang memiliki tingkat tuberkulosis yang tinggi, seperti Afrika, India, Cina, Meksiko, dan pulau-pulau di Asia Tenggara.

 

Video Pilihan Hari Ini

Live dan Produksi VOD

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya