Banjir Rob Kembali Landa Semarang, Ini Daftar Wilayah Tergenang

beberapa titik yang dilanda rob, antara lain kawasan PT Lamicitra, kawasan terminal penumpang, kawasan di depan terminal peti kemas, dermaga nusantara, serta sekitar Pos I pelabuhan

oleh Liputan6.com diperbarui 21 Jun 2022, 01:00 WIB
Diterbitkan 21 Jun 2022, 01:00 WIB
Potret Banjir Rob Semarang
7 Potret Terkini Banjir Rob Semarang Akibat Tanggul Tanjung Mas Jebol (Sumber: Twitter/dinistiyani)

Liputan6.com, Semarang - Banjir rob kembali melanda kawasan Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Jawa Tengah, menyusul terjadinya pasang air laut, Senin.

Direktur Polairud Polda Jawa Tengah Kombes Pol. Haryadi di Semarang, Senin, mengatakan ketinggian banjir rob bervariasi antara 40 hingga 80 cm.

Beberapa waktu lalu, banji rob juga terjadi di kawasan pelabuhan setempat.

Dia menjelaskan beberapa titik yang dilanda rob, antara lain kawasan PT Lamicitra, kawasan terminal penumpang, kawasan di depan terminal peti kemas, dermaga nusantara, serta sekitar Pos I pelabuhan.

"Kawasan Lamicitra ketinggian sekitar 80 cm, kawasan depan terminal penumpang dan terminal peti kemas sekitar 50 cm," katanya, dikutip Antara.

Berdasarkan prakiraan BMKG memang terjadi potensi air pasang laut dengan ketinggian antara 0,4 hingga 1,1 meter.

 

 

* Follow Official WhatsApp Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

Saksikan Video Pilihan Ini:


Mesin Pompa Tambahan

Upaya yang dilakukan, lanjut dia, koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan di kawasan pelabuhan Semarang tersebut.

"Tim SAR Ditpolaiud disiagakan jika sewaktu-waktu dibutuhkan untuk bantuan kemanusiaan," katanya.

Mesin pompa tambahan, lanjut dia, juga disiagakan untuk menyedot air yang menggenangi akses-akses utama di Pelabuhan Tanjung Emas.

Ia menambahkan pendataan juga dilakukan terhadap kondisi tanggul-tanggul laut di kawasan pelabuhan, termasuk penanganan darurat jika diperlukan.

Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Video Pilihan Hari Ini

Video Terkini

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya