Mantan Pramugari Ungkap Alasan Penumpang Jangan Pilih Kursi 11 A dan 11 F yang Dekat Jendela Pesawat

Seorang mantan pramugari mengungkapkan alasan mengapa penumpang yang tidak sabar sebaiknya menghindari memesan kursi 11A dan 11F di pesawat.

oleh Dyah Ayu Pamela diperbarui 17 Des 2024, 14:35 WIB
Diterbitkan 17 Des 2024, 14:05 WIB
Emirates Luncurkan Layanan Penerbangan A350-900, Desain Kursi Ekonomi Lebih Ergonomis dengan Wifi Lebih Kencang
Kursi pesawat kelas bisnis di Emirates A350. (dok. Emirates)

Liputan6.com, Jakarta - Seorang mantan pramugari dari American Airlines memberikan wawasan berharga bagi para pelancong saat memilih tempat duduk di pesawat. Menurutnya, kursi 11A dan 11F, yang terletak di dekat jendela, sering kali menjadi pilihan yang kurang ideal bagi mereka yang ingin cepat turun dari pesawat.

"Jika Anda mencari jalan keluar yang cepat, hindari baris 11 dengan cara apa pun," ujarnya seperti dikutip dari laman The Sun, Selasa (17/12/2024).

Baris ini menurutnya biasanya menjadi yang paling terakhir diturunkan, menyebabkan penumpang pesawat di kursi dekat jendela harus menunggu lebih lama. Secara khusus, kursi 11A dan 11F yang keduanya merupakan kursi dekat jendela, dapat membuat keluar dari pesawat menjadi lebih lambat.

Dan mantan karyawan tersebut mengklaim bahwa hal itu biasanya menyebabkan masalah paling banyak bagi orang-orang yang tidak memiliki kesabaran setelah penerbangan. "Berada di baris tengah, terutama di kursi dekat jendela, yang cenderung A atau F, hampir menjamin Anda akan menjadi salah satu orang terakhir yang turun dari pesawat," tambahnya.

Sementara itu, menjelang liburan Natal, banyak orang berusaha menghindari perjalanan pada Malam Natal untuk menghindari keramaian. Namun, menurut informasi dari penyedia Air & Cruise Parking, pada 24 Desember 2024 justru merupakan hari yang lebih tenang untuk terbang.

Matt Pfleiderer, CEO Air & Cruise Parking, menekankan pentingnya perencanaan yang cerdas untuk memastikan perjalanan yang lancar. "Bermitra dengan pramugari yang berpengalaman memungkinkan kami memberikan kiat-kiat rahasia yang lebih dari sekadar solusi parkir," katanya. 

 

Apa yang Boleh dan Tidak Boleh Dibawa Saat Terbang

Ilustrasi kursi pesawat.
Ilustrasi kursi pesawat. (dok. Oliver89/pixabay/Tri Ayu Lutfiani)

Selain itu, dengan semakin dekatnya liburan, penting juga untuk mengetahui barang apa saja yang diperbolehkan dibawa dalam penerbangan. Permen pesta yang mengandung bahan peledak dilarang, dan setiap maskapai memiliki aturan sendiri tentang petasan Natal.

Makanan tradisional seperti mentega brendi dan chutney harus dikemas dalam bagasi kabin karena dianggap cair. Untuk hadiah, hindari membawa mainan yang menyerupai senjata dalam bagasi kabin, dan jangan membungkus hadiah karena mungkin harus diperiksa oleh petugas keamanan.

Ketika berhadapan dengan bagasi, setiap maskapai memiliki aturan yang berbeda mengenai ukuran dan berat. Penumpang disarankan untuk memeriksa aturan ini untuk menghindari biaya tambahan.

Jika bagasi hilang atau rusak, kompensasi yang diterima akan bergantung pada nilai barang dan batasan hukum internasional. Maskapai harus mengganti biaya barang-barang penting jika penerbangan tertunda, dan penumpang harus menyimpan semua tanda terima untuk penggantian biaya. Dengan perencanaan yang tepat dan pemahaman tentang hak-hak penumpang, perjalanan selama liburan Natal dapat menjadi lebih lancar dan menyenangkan. 

Trik Pilih Kursi di Pesawat

Ilustrasi naik pesawat
Ilustrasi naik pesawat. (Foto oleh Jeffry Surianto: https://www.pexels.com/id-id/foto/pesawat-terbang-perjalanan-kursi-interior-10496852/)

Pesawat terbang adalah satu dari sekian banyak moda transportasi yang dipilih saat mudik Lebaran. Mengingat jumlah penumpang yang sangat mungkin membludak, jangan sampai perjalanan ini mengorbankan faktor kenyamanan Anda.

Salah satu cara untuk menjamin penerbangan tetap menyenangkan adalah dengan memilih tempat duduk yang tepat, terlebih ketika terbang di kelas ekonomi. Mengutip dari The Wall Street Journal, ada beberapa tips yang bisa diikuti.

Trik yang dibagikan adalah hasil riset seorang jurnalis perjalanan, Scott McCartney, yang menjajal deretan jenis pesawat dengan tingkat kebisingan dan kepadatan penumpang berbeda. Ia menemukan, lebih baru pesawat terbang, makin tak bising suara yang dihasilkan.

Selain usia, ukuran badan pesawat juga berpengaruh pada kebisingan yang dihasilkan. Dikatakan bahwa pesawat lebih lebar berpotensi lebih bising ketimbang pesawat yang punya kerangka ramping.

Jika jenis pesawat tak bisa sebegitu dihindari agar mudik kian nyaman, Anda tetap bisa pilih tempat duduk yang tepat. Bukan window seat, jadi di manakah tempat duduk di pesawat yang sebenarnya paling nyaman? 

Window Seat dan Pertimbangannya

Ilustrasi Kabin Pesawat
Ilustrasi Kabin Pesawat. (Dok. Pixabay/ty_yang)

Secara mengejutkan, window seat nyatanya tak terbukti sebagai tempat duduk paling nyaman. Soal menerima kebisingan mesin, aisle seat lebih bersahabat. Dengan catatan, Anda perlu berkompromi dengan penumpang yang ingin pergi ke kamar mandi.

Menyesuaikan dengan jenis pesawat yang Anda naiki, petunjuk memilih kursi terbaik bisa disimak di situs-situs seperti SeatGuru. Lalu, perhatikan bagian pesawat tempat Anda memilih tempat duduk.

Scott menemukan, bagian depan pesawat lebih tenang ketimbang seksi tengah dan belakang. Pertimbangan dekat dengan toilet, serta pintu keluar, juga darurat jadi alasan untuk memilih duduk di bagian depan.

Tapi jika Anda memang menginginkan tidur nyenyak, duduk di samping jendela pesawat tidur akan terasa lebih nyaman. Kita akan jauh lebih tenang tanpa harus khawatir ada yang membangunkan untuk meminta jalan saat akan beranjak dari kursi. Duduk di kursi pinggir aisle atau lorong pesawat akan kerap terganggu jika penumpang sebelah kita sering mondar-mandir ke toilet dan meminta sesuatu pada pramugari.

 

Infografis Sederet Aturan Koper Pintar Masuk Kabin Pesawat. (Liputan6.com/Gotri/Abdillah)
Infografis Sederet Aturan Koper Pintar Masuk Kabin Pesawat. (Liputan6.com/Gotri/Abdillah)
Lanjutkan Membaca ↓
Loading

Disclaimer: Artikel ini ditulis ulang oleh redaksi dengan menggunakan Artificial Intelligence

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya