Liputan6.com, Jakarta - Baru-baru ini viral seorang Kepala Desa (Kades) di Gunung Menyan, Kabupaten Bogor, Jawa Barat bernama Wiwin Komalasari yang diduga menghina nasi berkat saat pelantikan Bupati Bogor. Telah mengklarifikasi bahwa hal tersebut hanyalah "lucu-lucuan" saja, apa sebenarnya makna tradisi nasi berkat di Indonesia?
Nasi berkat adalah salah satu hidangan tradisional yang sangat populer di Indonesia, terutama di pulau Jawa. Hidangan ini sering disajikan dalam berbagai acara penting seperti kenduri, syukuran, pengajian, pernikahan, khitanan, hingga upacara adat.
Advertisement
Mengutip dari laman NU Online, Rabu (26/2/2025), nama 'berkat' sendiri mengandung makna yang dalam, yakni berkah atau rezeki yang diberikan Tuhan kepada umat-Nya. Biasanya, nasi berkat terdiri dari nasi putih atau nasi kuning yang dilengkapi dengan berbagai lauk pauk seperti ayam, daging, telur, sambal, dan serundeng, serta sayur-sayuran dan jajanan pasar.
Advertisement
Dalam penyajiannya, nasi berkat memiliki kemasan yang bervariasi, mulai dari daun pisang, besek bambu, hingga kotak kardus atau plastik. Hal ini menambah daya tarik dari hidangan ini, yang tidak hanya lezat tetapi juga menarik secara visual.
Nasi berkat bukan sekadar makanan, tetapi juga merupakan simbol dari rasa syukur dan berbagi kepada sesama, sehingga makna dan filosofi di baliknya sangat mendalam. Lebih dari sekadar hidangan, nasi berkat melambangkan ungkapan syukur kepada Tuhan atas segala rezeki yang telah diberikan.
Pembagian nasi berkat kepada orang lain dianggap sebagai bentuk sedekah dan doa agar keberkahan tersebut terus mengalir. Tradisi nasi berkat ini juga berfungsi untuk mempererat hubungan sosial antar keluarga, sahabat, dan tetangga, menjadikannya momen penting untuk menjaga silaturahmi.
Filosofi Nasi Berkat dari Komponen Isinya
Nasi berkat mengandung makna filosofis yang dalam. Komponen dalam nasi berkat, seperti sayur dan lauk, memiliki makna simbolis tentang keseimbangan hidup dan kebahagiaan. Misalnya, di beberapa daerah, kue apem melambangkan permohonan maaf, sementara ketan melambangkan kekuatan persatuan keluarga.
Tradisi ini juga menekankan pentingnya berbagi. Dalam setiap penyajiannya, nasi berkat sering kali disertai dengan doa, shalawat, dan bacaan ayat Al-Qur'an, yang diyakini akan memberikan keberkahan kepada setiap orang yang menikmatinya. Meskipun ada beberapa pandangan yang meragukan kesesuaian nasi berkat dengan ajaran agama, banyak orang tetap menganggapnya sebagai tradisi yang baik dan sesuai dengan nilai-nilai berbagi dan syukur.Â
Adapun asal-usul nasi berkat tidak sepenuhnya jelas, namun banyak yang mengaitkannya dengan Sunan Kalijaga, salah satu Wali Songo yang berperan penting dalam penyebaran Islam di Indonesia. Tradisi ini telah diwariskan dari generasi ke generasi dan tetap lestari hingga saat ini. Â
Advertisement
Sejarah dan Asal-usul Nasi Berkat
Meski ada perdebatan di kalangan umat Islam mengenai kesesuaiannya dengan ajaran agama, secara umum, makanan yang terkandung dalam nasi berkat adalah halal. Perdebatan ini lebih terfokus pada konteks acara dan niat di balik penyajiannya.
Sebagian orang menganggap nasi berkat sebagai bentuk sedekah yang membawa berkah, sementara yang lain melihatnya sebagai sisa pengaruh budaya pra-Islam yang perlu dikaji ulang. Namun, banyak yang sepakat bahwa nasi berkat merupakan bagian penting dari budaya dan tradisi masyarakat Indonesia.
Mengutip dari laman Seni Budaya Betawi, Rabu (26/2/2025), nasi berkat juga bervariasi di setiap daerah. Di Betawi, misalnya, nasi berkat sering disajikan dengan bungkus daun jati atau daun teratai, dan lauk pauknya terdiri dari semur, pesmol bandeng, gulai buncis, serundeng, dan perkedel. Dalam tradisi Betawi, nasi berkat menjadi hidangan yang dinanti-nanti dalam setiap acara syukuran atau perayaan.
Di daerah lain, nasi berkat juga dikenal dengan sebutan nasi besek, di mana nasi dan lauk pauk dibungkus dalam besek yang terbuat dari bambu atau bahan lainnya. Ciri khas nasi berkat adalah tidak dimakan di tempat, melainkan dibawa pulang untuk dinikmati bersama keluarga. Ini menjadikan nasi berkat sebagai simbol kebersamaan dan kekeluargaan.
Pentingnya Nasi Berkat dalam Kehidupan Sosial
Nasi berkat bukan hanya sekadar makanan, tetapi juga merupakan ungkapan penghormatan kepada tamu. Dalam tradisi Islam, menghormati tamu adalah suatu kewajiban. Oleh karena itu, menyajikan nasi berkat kepada tamu yang hadir dalam suatu acara adalah bentuk penghargaan dan terima kasih kepada mereka yang telah membantu membacakan doa dan memberikan dukungan.
KH Said Aqil Siradj pernah menyatakan bahwa keberhasilan yang ia raih bersama saudara-saudara kandungnya tak lepas dari keberkahan nasi berkat yang sering diberikan oleh orang tua mereka. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya nasi berkat dalam membangun nilai-nilai positif dalam kehidupan seseorang.
Nasi berkat juga menjadi bagian dari identitas budaya yang kaya di Indonesia. Meskipun zaman telah berubah, tradisi ini tetap hidup dan menjadi bagian dari setiap perayaan dan acara penting dalam masyarakat. Nasi berkat mengingatkan kita akan pentingnya berbagi, bersyukur, dan menjaga hubungan baik dengan sesama.
Advertisement
