Amalan Utama Rasulullah dalam Menyambut Idulfitri

Islam mengajarkan agar umat Muslim hendaknya mengisi hari raya dengan gembira. Selain itu, ada beberapa amalan utama yang bisa dilakukan, sehingga momen Idulfitri tetap memiliki nilai ibadah.

oleh Switzy Sabandar Diperbarui 28 Mar 2025, 02:00 WIB
Diterbitkan 28 Mar 2025, 02:00 WIB
Ilustrasi Idul Fitri, Idulfitri, Lebaran
Ilustrasi Idul Fitri, Idulfitri, Lebaran. (Image by user13039047 on Freepik)... Selengkapnya

Liputan6.com, Yogyakarta - Idulfitri merupakan hari raya yang dinantikan seluruh umat Muslim di dunia. Dalam menyambut hari kemenangan, ada beberapa amalan utama yang dilakukan Rasulullah SAW.

Islam mengajarkan agar umat Muslim hendaknya mengisi hari raya dengan gembira. Selain itu, ada beberapa amalan utama yang bisa dilakukan, sehingga momen Idulfitri tetap memiliki nilai ibadah.

Mengutip dari laman Kemenag RI, berikut amalan utama Rasulullah SAW dalam menyambut Idulfitri:

1. Memperbanyak membaca takbir

Pada malam terakhir Ramadan hingga 1 Syawal pagi, diriwayatkan bahwa Rasulullah SAW senantiasa mengumandangkan takbir. Hal ini sesuai dengan firman Allah SWT dalam Al-Qur’an Surat Al-Baqarah ayat 185:

‎ وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللهَ

Artinya: "Dan sempurnakanlah bilangan Ramadan, dan bertakbirlah kalian kepada Allah”. (QS. Al-Baqarah: 185).

Terdapat dua jenis takbir Idulfitri, yakni muqayyad dan mursal. Muqayyad adalah takbir yang dilakukan setelah salat fardu maupun sunah. Sementara itu, mursal adalah takbir yang bisa dilakukan setiap saat dan tidak terbatas waktu setelah salat.

2. Berhias dan mengenakan pakaian terbaik

Idulfitri sangat identik dengan pakaian baru. Ternyata, tradisi ini berkaitan dengan amalan utama Rasulullah SAW dalam menyambut hari raya.

Namun, Idulfitri tidak melulu tentang pakaian baru. Fokus utamanya adalah anjuran berhias dan mengenakan pakaian terbaik.

Adapun berhias bukan hanya tentang mengenakan makeup, melainkan membersihkan badan, memotong kuku, serta memakai wewangian terbaik. Dengan berhias dan berpenampilan sebaik mungkin, menunjukkan bahwa seseorang menampakkan kebahagiaan di hari yang berkah.

3. Dianjurkan makan sebelum salat Idulfitri

Saat Idulfitri, umat Muslim diharamkan berpuasa. Bahkan, dalam kitab-kitab fikih disebutkan bahwa berniat tidak puasa pada saat Idulfitri pahalanya seperti orang yang sedang berpuasa di hari-hari yang tidak dilarang.

Sebelum salat Idulfitri, Rasulullah SAW biasa mengonsumsi kurma dengan jumlah ganjil. Amalan ini bisa dilakukan untuk menambah nilai ibadah di hari kemenangan.

4. Melaksanakan salat Idulfitri

Rasulullah SAW menunaikan salat Idulfitri bersama keluarga dan sahabat-sahabatnya. Beliau juga memilih rute jalan yang berbeda ketika berangkat dan pulang dari tempat salat.

Rasulullah mengakhirkan pelaksanaan salat Idulfitri pada saat matahari sudah setinggi tombak atau sekitar dua meter. Hal ini dimaksudkan agar umat Islam memiliki waktu yang cukup untuk menunaikan zakat fitrah.

 

Promosi 1

Tempat Ramai

5. Mendatangi tempat keramaian

Idulfitri juga menjadi momen tepat untuk mengunjungi tempat-tempat atau pusat keramaian. Pada suatu Idulfitri, Rasulullah SAW menemani Aisyah mendatangi sebuah pertunjukan atraksi tombak dan tameng. Saking asyiknya, Aisyah sampai menjengukkan (memunculkan) kepala di atas bahu Rasulullah SAW agar bisa menyaksikan permainan itu dengan jelas.

6. Mengunjungi rumah sahabat

Idulfitri juga identik dengan tradisi silaturahmi. Oleh karena itu, dianjurkan untuk mengunjungi rumah sahabat usai melaksanakan salat Idulfitri.

Tradisi saling mengunjungi saat Idulfitri ini sudah ada sejak zaman Rasulullah SAW. Ketika Idulfitri tiba, Rasulullah SAW mengunjungi rumah para sahabatnya dan saling mendoakan satu sama lain. Tradisi ini masih berlanjut sampai sekarang di mana masyarakat akan mengunjungi rumah teman, keluarga, dan saudara untuk bersilaturahmi di hari yang fitri.

7. Tahniah atau memberi ucapan selamat

Saat Idulfitri, dianjurkan untuk saling memberikan selamat. Tidak ada aturan baku mengenai ucapan selamat tersebut.

Beberapa ucapan selamat yang umum diberikan adalah taqabbala allâhu minnâ wa minkum, kullu ‘âmin wa antum bi khair, selamat hari raya Idulfitri, minal aidin wa al-faizin, serta mohon maaf lahir batin. Pada prinsipnya, setiap kata yang ditradisikan sebagai ucapan selamat dalam momen hari raya, sudah bisa mendapatkan kesunnahan tahniah.

Penulis: Resla

Lanjutkan Membaca ↓
Loading

Video Pilihan Hari Ini

Produksi Liputan6.com

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya