Liputan6.com, Jakarta - Chandra Asri Group melalui entitas investasi infrastruktur Perseroan, PT Chandra Daya Investasi (CDI) telah menandatangani perjanjian fasilitas term loan Rp 2 triliun dengan PT Bank Danamon Indonesia Tbk (Danamon) dengan tenor 7 (tujuh) tahun.
Perjanjian ini ditandatangani oleh Jonathan Kandinata selaku Direktur CDI dan Roberto Trio selaku Senior Vice President, Enterprise Banking Business Head Danamon.
Dana ini akan digunakan untuk mendukung operasional dan pengembangan bisnis Chandra Daya Investasi secara menyeluruh, sekaligus memperkuat modal kerja perusahaan dalam menjalankan proyek-proyek strategis. Fasilitas yang diterima CDI berupa committed term loan yang dapat dialokasikan untuk proyek green asset seperti energi terbarukan, pengelolaan air dan air limbah yang berkelanjutan, efisiensi energi, dan lainnya.
Advertisement
“Kami sangat mengapresiasi dukungan Danamon dalam menyediakan pembiayaan jangka panjang yang fleksibel dan kompetitif untuk mendukung inisiatif hijau, sehingga memungkinkan kami untuk terus melanjutkan rencana pertumbuhan transformasional kami,” ujar Chief Financial Officer Chandra Asri Group, Andre Khor, seperti dikutip dari keterangan resmi, Jumat (28/2/2025).
Ia menambahkan, fasilitas ini akan dapat memperkuat posisi terdepan perseroan di sektor infrastruktur di Indonesia, dan menopang strategi untuk mengembangkan portfolio serta mendukung berbagai proyek berkelanjutan.
"Sejalan dengan komitmen Group sebagai mitra pertumbuhan bagi negara dan seluruh pemangku kepentingan, kami akan terus melakukan upaya diversifikasi strategis dan memperkuat bisnis kami melalui investasi organik dan programmatic M&A,” ujar dia.
Sementara itu, Direktur Enterprise Banking & Financial Institution Danamon Thomas Sudarma menuturka, melalui perjanjian kerja sama pembiayaan proyek green asset ini, pihaknya ingin menegaskan komitmen jangka panjang dengan Chandra Asri Group untuk mengembangkan proyek-proyek infrastruktur yang inovatif dan berkelanjutan.
"Kami yakin bahwa CDI akan menjadi pilar bisnis yang kokoh bagi Chandra Asri Group, dan fasilitas ini akan mendukung CDI dalam memberikan solusi finansial holistik yang mendorong pengembangan energi baru terbarukan di wilayah Cilegon dan sekitarnya,” ujar dia.
Perkuat Ketahanan Bisnis
Danamon sebagai bank dengan jaringan lokal dan global berkomitmen untuk terus bertransformasi sebagai Satu Grup Finansial yang menyediakan solusi finansial menyeluruh guna memenuhi kebutuhan finansial nasabah Bank Danamon.
Komitmen ini sejalan dengan dukungan pendanaan yang diberikan oleh Danamon kepada CDI, untuk mendukung kelancaran operasional dan perkembangan bisnis CDI secara menyeluruh
Melalui CDI, Chandra Asri Group memperkuat ketahanan bisnisnya dengan melakukan diversifikasi ke sektor infrastruktur. Special purpose vehicle untuk investasi infrastruktur ini adalah joint venture dengan EGCO (Electricity Generating Public Company Limited) dari Thailand.
Fokus utama CDI pada pembangkit listrik dan distribusi energi, pengolahan air, pengelolaan tangki & dermaga, serta logistik. Langkah ini sejalan dengan strategi perusahaan dalam memperkuat posisinya di sektor infrastruktur yang mendukung bisnis usaha Chandra Asri Group di bidang energi dan kimia, sebagai dasar untuk mendukung pertumbuhan Indonesia.
Advertisement
Bank Danamon Kantongi Laba Rp 3,2 Triliun pada 2024
Sebelumnya, Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) mengunumkan kinerja tahun buku 2024 yang berakhir pada 31 Desember 2024. Direktur Utama Bank Danamon, Daisuke Ejima mengatakan, tahun 2024 merupakan periode yang penuh tantangan. Namun, di tengah berbagai tantangan yang asa, Danamon berhasil mempertahankan momentum pertumbuhan sepanjang tahun 2024.
“Per 31 Desember 2024, Danamon mencatat pertumbuhan tahunan sebesar 8% dalam laba konsolidasi, dengan total aset mencapai Rp 189,4 triliun. Sementara itu, perusahaan afiliasi kami mencatat pertumbuhan tahunan sebesar 9%. Pertumbuhan ini didorong oleh dukungan bisnis yang konsisten kepada nasabah,” ungkap Daisuke Ejima dalam paparan kinerja Bank Danamon, Selasa (18/2/2025).
Laba operasional sebelum provisi (PPOP) konsolidasi mencapai Rp 8,3 triliun, tumbuh 1% dibandingkan tahun sebelumnya. Bank Danamon berhasil mencapai profitabilitas ini sambil tetap menjaga efisiensi operasional dan menerapkan manajemen risiko yang hati-hati dalam aktivitas perbankan demi menjaga kualitas aset.
Kinerja Bank Danamon
Direktur Keuangan Bank Danamon, Muljono Tjandra mencatat total kredit dan trade finance konsolidasian sebesar Rp 189,4 triliun. Raihan itu didukung oleh pertumbuhan di seluruh lini bisnis, yakni Enterprise Banking, Consumer Banking, dan Adira Finance.
“Pertumbuhan kredit ini ditopang oleh pertumbuhan pada seluruh lini bisnis Danamon, yaitu Enterprise Banking, Consumer Banking, dan Adira Finance. Sementara itu, dana pihak ketiga Rp 153,2 triliun untuk men-support loan growth,” kata Muljono.
Total pendanaan granular tumbuh 8% year-on-year menjadi Rp 93,6 triliun, papar Muljono. Dari sisi profitabilitas, Danamon membukukan pendapatan operasional sebesar Rp 18,9 triliun, naik 4% dibandingkan tahun sebelumnya.
Laba operasional sebelum pajak (OPOP) tercatat Rp 8,3 triliun, sedangkan laba bersih setelah pajak (NPAT) mencapai Rp 3,2 triliun. Margin bunga bersih (NIM) konsolidasian sebesar Rp 7,6 triliun.
Dari aspek risiko, prinsip kehati-hatian dalam intermediasi menghasilkan perbaikan kualitas kredit. Rasio NPL bruto turun menjadi 1,9%, membaik 29 basis poin dibandingkan tahun lalu. Sementara itu, NPL coverage ratio mencapai 87,2%.
Keberhasilan Operasional dan Transformasi Digital
Selain kinerja keuangan yang solid, Bank Danamon juga mencatat pencapaian signifikan dalam operasional, termasuk peningkatan ekosistem bisnis, seperti sektor otomotif dan solusi digital.
Produk digital Bank Danamon, seperti D-Bank Pro (aplikasi perbankan mobile) dan Cash Connect Danamon (layanan transaksi bisnis), terus berkembang dan memberikan nilai tambah bagi nasabah.
“Kami menyadari bahwa pencapaian ini hanya dapat diraih berkat kepercayaan dan dukungan dari pelanggan, mitra, vendor, pemerintah, serta seluruh karyawan Danamon. Untuk itu, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya,” ucap Daisuke Ejima.
Lima Tahun Bersama MUFG: Transformasi Menuju Bank Hybrid
Tahun 2024 menandai lima tahun sejak MUFG mengakuisisi Danamon, yang telah membawa kami menjadi bagian dari jaringan perbankan Asia Tenggara yang lebih luas. Selama periode ini, Danamon telah berkembang menjadi bank hybrid yang unik, menggabungkan jaringan global MUFG yang tersebar di lebih dari 40 negara dengan keahlian domestik Danamon di Indonesia.
“Saat ini, Danamon bersama MUFG, Adira Finance, serta anggota lain seperti Home Credit Indonesia dan Mandara Finance, membentuk satu grup keuangan yang solid. Dengan sinergi ini, kami semakin mampu melayani berbagai segmen pelanggan di Indonesia, menawarkan solusi keuangan yang lebih komprehensif dan terintegrasi,” kata Daisuke Ejima.
Pada tahun 2024, Bank Danamon telah mengimplementasikan berbagai kolaborasi dalam grup melalui inisiatif strategis, termasuk dukungan untuk Indonesia International Motor Show (IIMS) bersama MUFG dan Adira Finance, serta partisipasi dalam MUFG Net Zero World Conference. Perusahaan juga mencatat berbagai pencapaian dalam perjanjian dan pinjaman yang memungkinkan kami menyediakan solusi keuangan yang lebih inovatif bagi pelanggan.
Advertisement
