Bursa Saham Jepang Pimpin Koreksi di Asia Tersengat Tarif Dagang Donald Trump

Indeks Nikkei di Jepang memimpin pelemahan pada perdagangan Kamis, 3 April 2025 di bursa saham Asia usai pengumuman tarif dagang Presiden AS Donald Trump.

oleh Agustina Melani Diperbarui 03 Apr 2025, 09:52 WIB
Diterbitkan 03 Apr 2025, 09:52 WIB
Ilustrasi bursa saham Asia (Foto by AI)
Bursa saham Asia Pasifik anjlok pada perdagangan Kamis (3/4/2025). Bursa saham Asia Pasifik tersungkur usai Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memberlakukan tarif timbal balik yang besar kepada lebih dari 180 negara. (Foto by AI)... Selengkapnya

Liputan6.com, Jakarta - Bursa saham Asia Pasifik anjlok pada perdagangan Kamis (3/4/2025). Bursa saham Asia Pasifik tersungkur usai Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memberlakukan tarif timbal balik yang besar kepada lebih dari 180 negara.

Mengutip CNBC, dalam grafik yang diunggah di media sosial, Gedung Putih menunjukkan tarif efektif yang diklaim diberlakukan negara lain pada barang-barang AS termasuk manipulasi mata uang dan hambatan perdagangan.

Kepada CNBC, Gedung Putih menuturkan, tarif timbal balik baru kepada China akan ditambahkan ke tarif yang ada sebesar 20 persen yang berarti tarif sebenarnya pada Beijing berdasarkan ketentuan Trump ini adalah 54 persen.

Sementara itu, barang-barang dari India, Korea Selatan, dan Australia hadapi tarif masing-masing sebesar 26 persen, 25 persen dan 10 persen.

Bursa saham Jepang memimpin koreksi di Asia. Indeks acuan Nikkei 225 di Jepang turun 2,68 persen, memangkas kerugian lebih dari 4 persen pada pembukaan perdagangan. Indeks Topix tergelincir 2,97 persen, dan memangkas penurunan lebih dari 4 persen.

Indeks Hang Seng di Hong Kong turun 1,16 persen pada perdagangan awal. Sementara indeks CSI 300 di China susut 0,48 persen. Di Korea Selatan, indeks Kospi melemah 1,29 persen memangkas kerugian lebih dari 3 persen. Sedangkan indeks Kosdaq susut 0,61 persen. Indeks ASX 200 di Australia merosot 1,17 persen.

Adapun harga emas mencapai rekor tertinggi dan diperdagangkan pada USD 3.153.92 per ounce pada pukul 09.53 waktu Singapura. Hal ini seiring investor berbondong-bondong membeli logam mulia.

 

Wall Street Menguat Sebelum Pengumuman Trump

Pasar Saham AS atau Wall Street.Unsplash/Aditya Vyas
Pasar Saham AS atau Wall Street.Unsplash/Aditya Vyas... Selengkapnya

Sebelumnya, bursa saham Amerika Serikat (AS) atau wall street melesat pada Rabu, 2 April 2025 jelang pengumuman tarif Presiden AS Donald Trump.

Mengutip CNBC, Kamis (3/4/2025), indeks S&P 500 menguat 0,67 persen ke posisi 5.670,97. Indeks Nasdaq bertambah 0,87 persen ke posisi 17.601,05. Indeks Dow Jones naik 235,36 poin atau 0,56 persen ke posisi 42.225,32.

Setelah sesi perdagangan, Donald Trump mengumumkan tarif dasar 10 persen untuk semua impor dan bea masuk lebih tinggi untuk banyak mitra dagang terbesar negara itu yang meningkatkan perang dagang yang dimulainya ketika kembali ke Gedung Putih. Demikian mengutip Yahoo Finance, Kamis, (3/4/2025).

Indeks saham berjangka bergerak turun setelah pengumuman yang mengindikasikan investor prediksi kerugian saat wall street dibuka pada Kamis pekan ini, sedangkan emas naik.

Chief of Investment Abound Financial, David Laut menuturkan, meski ada kejelasan lebih lanjut tentang tarif, pasar mungkin memerlukan waktu berbulan-bulan untuk memilah dampaknya,

“Saat saya berbicara dengan klien. Saya pikir pemikiran mereka tentang bagaimana pasar akan bergerak dan berguncang dan bagaimana ekonomi pada akhirnya akan menanggapi penyesuaian tarif ini akan memakan waktu lebih lama,” tutur dia.

 

Investor Butuh Waktu

Ilustrasi wall street (Photo by Patrick Weissenberger on Unsplash)
Ilustrasi wall street (Photo by Patrick Weissenberger on Unsplash)... Selengkapnya

David menilai, investor akan membutuhkan waktu untuk mencerna mengenai tarif dagang.

"Jadi, menurut saya, investor cukup tidak konsisten dan cukup konservatif dalam memposisikan atau bertaruh melawan hasil positif, jika ada, dari pengambilan keputusan tarif. Jadi, saya pikir meskipun kita mendapatkan lebih banyak informasi hari ini, orang-orang akan membutuhkan waktu untuk mencerna berita itu dan memutuskan apa yang mereka pikirkan tentangnya,” ia menambahkan.

Ekonom menuturkan, tarif Donald Trump dapat meningkatkan inflasi dan juga memperlambat ekonomi.

Selama pidatonya, pelaku pasar meningkatkan taruhan kalau the Federal Reserve (the Fed) akan mulai memangkas suku bunga pada Juni dan memberikan pemangkasan suku bunga pada Oktober.

Saham yang bergerak pada Rabu pekan ini termasuk Tesla milik Elon Musk ditutup naik lebih dari 5 persen, tetapi merosot lebih dari 4 persen selama pidato Donald Trump. Saham Amazon naik 2 persen setelah dilaporkan perusahaan itu menawar TikTok meski sahamnya turun 3 persen setelah pernyataan tarif.

Adapun fokus sekarang beralih ke laporan penggajian nonpertanian bulanan yang penting serta pidato dari Ketua The Fed Jerome Powell pada Jumat pekan ini.

Infografis Efek Donald Trump Menang Pilpres AS ke Perekonomian Global
Infografis Efek Donald Trump Menang Pilpres AS ke Perekonomian Global. (Liputan6.com/Abdillah)... Selengkapnya
Lanjutkan Membaca ↓
Loading

Video Pilihan Hari Ini

Produksi Liputan6.com

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya