Hasil Rapid Test di Dua Pasar Surabaya, 5 Orang Dinyatakan Reaktif

Pemkot Surabaya menutup sementara Pasar Simo dan Simo Gunung seiring ditemukan kasus positif Corona COVID-19.

oleh Liputan6.com diperbarui 08 Mei 2020, 02:30 WIB
Diterbitkan 08 Mei 2020, 02:30 WIB
Tenaga Medis Kota Bekasi Jalani Rapid Test Covid-19
Petugas menunjukkan hasil tes cepat (rapid test) pendektesian COVID-19 kepada tenaga medis di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Jawa Barat, Rabu (25/3/2020). Pemeriksaan hanya diperuntukan bagi tenaga medis seluruh puskesmas, dan rumah sakit yang ada di Kota Bekasi. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Liputan6.com, Jakarta - Hasil rapid test di Pasar Simo dan Pasar Simo Gunung, Surabaya, Jawa Timur menunjukkan ada lima dari 30 pedagang dari dua pasar itu dinyatakan reaktif.

Kepala Bagian Perekonomian dan Usaha Daerah Kota Surabaya, Agus Hebi Djuniantoro menuturkan, lima pedagang yang dinyatakan reaktif tersebut adalah satu pedagang di Pasar Simo dan empat lainnya pedagang di Pasar Simo Gunung.

"Itu hasil rapid test yang kami terima. Ada beberapa pedagang yang hasilnya reaktif, artinya terpapar COVID-19 sehingga dua pasar ini harus dikarantina atau isolasi mandiri selama 14 hari," tutur dia, seperti dikutip dari Antara, Kamis, 7 Mei 2020.

Bahkan, lanjut dia, jika digabungkan dengan hasil rapid test yang dilakukan terhadap pedagang kaki lima (PKL) di sekitar kawasan Pasar Simo, jumlah yang reaktif bertambah satu orang. Sebab sebelumnya juga telah dilakukan rapid test kepada sejumlah PKL yang dilakukan Rabu malam, 6 Mei 2020.

Menurut dia, berdasarkan hasil rapat koordinasi antara Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya, Dinas Sosial, Satpol PP, Bagian Perekonomian dan Usaha Daerah, PD Pasar Surya, Camat Sawahan dan Camat Sukomanunggal, dua pasar sementara tidak dioperasionalkan terhitung mulai 7–20 Mei 2020.

Hebi mengatakan sebelumnya ada dua pedagang yang berstatus positif COVID-19 dan sudah meninggal dunia. Langkah tidak dioperasionalkannya Pasar Simo dan Pasar Simo Gunung adalah untuk mencegah penyebaran virus tersebut.

"Sesuai protokol, langkah ini yang harus kami lakukan," katanya.

Sementara itu, mengenai pengamanan selama tidak dioperasionalkannya kedua pasar tersebut, Agus Hebi menyatakan, PD Pasar Surya akan berkirim surat kepada instansi terkait.

"Nanti PD Pasar Surya yang akan berkirim surat untuk meminta bantuan personel pengamanan, selain ada personel dari PD Pasar Surya sendiri," tutur dia.

* Follow Official WhatsApp Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini


Sosialisasi kepada Pedagang

Pasar Tradisional di Surabaya
Pasar Tradisional di Surabaya (sumber: Pixabay)

Direktuk Direktur Teknik dan Usaha Perusahaan Daerah Pasar Surya Muhibuddin mengatakan terkait penutupan dua pasar tersebut, pihaknya sudah mensosialisasikan kepada para pedagang di dua pasar itu.

Bahkan, lanjut dia, pihaknya juga sudah membuat surat edaran Nomor SU-950/01/V/2020 Tentang Pemberitahuan Penutupan Pasar Simo dan Pasar Simo Gunung.

Ia mengatakan, ada sekitar 160 pedagang di Pasar Simo dan 90 pedagang di Pasar Simo Gunung. "Kami berharap semua pedagang sudah mengetahui informasi itu," ujarnya.

Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Video Pilihan Hari Ini

Video Terkini

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya