Kawasan Asia Tenggara Jadi Sasaran Empuk Serangan DDoS

Pengguna internet di negara-negara di kawasan Asia rentan terkena serangan hacker, terutama serangan DDoS aplikasi web (web application)

oleh Liputan6 diperbarui 13 Okt 2016, 19:10 WIB
Diterbitkan 13 Okt 2016, 19:10 WIB
Hacker
Ilustrasi hacker (thehackernews.co)

Liputan6.com, Jakarta Kehadiran internet tak dipungkiri membuat kita bebas untuk mencari segala informasi apapun. Namun di balik itu, keamanan menjadi isu utama pemakaian internet. 

Seperti dikutip dari Akamai pada The State of the Internet Security Report Q2 2016, Kamis (13/10/2016), pengguna internet di negara-negara di kawasan Asia rentan terkena serangan hacker, terutama serangan DDoS aplikasi web (web application)

Tiongkok merupakan negara yang paling sering terkena serangan itu dengan persentae 2,53 persen, disusul Singapura (1,06%), India (0,82%), Hong Kong (0,48%), dan Jepang (0,42%).

Indonesia sendiri masuk di urutan ketiga untuk kawasan Asia Tenggara yang terkena serangan aplikasi web terbesar, yaitu sebesar 0,69 persen.

Tim peneliti Akamai menganalisis ancaman lewat serangan web dan menghitung penggunaan layanan ini, seperti jaringan private virtual (VPN) dan proxy dalam lapisan serangan aplikasi web.

Bukan cuman ini, mereka mengidentifikasi jenis serangan yang cenderung diluncurkan bersamaan dengan sumber distribusi dan target negara yang diserang.}

Menurut tim riset, korban serangan DDoS aplikasi web harus selalu menghapus cache dan cookies pada peramban (browser) serta memblokir JavaScript dan Client untuk menghindari potensi target serangan.

Mereka juga menyarankan agar pengguna internet juga menggunakan proxy berlaku dan menggunakan jaringan anonim.

(Raehan Maulida/Cas)

* Follow Official WhatsApp Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya