Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah memastikan tidak akan ada insetif bagi pelanggan listrik untuk golongan rumah tangga yang mengalami kenaikan Tarif Tenaga Listrik (TTL) pada 1 Juli 2014 nanti.
Direktur Jenderal (Dirjen) Ketenagalistrikan Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), Jarman mengungkapkan, langkah pemerintah untuk tidak memberikan insentif kepada pelanggan golongan rumah tangga karena ingin mendidik pelanggan kelompok tersebut untuk menghemat energi.
"Jadi katakanlah kalau rumah kosong jangan menyalakan lampu. Ini memberi sinyal untuk hemat tanpa mengurangi produktifitas," kata Jarman, dalam acara Coffe Morning Tata Cara Penomoran dan Registrasi Sertifikat Ketenagalistrikan, di Kantor Ditjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (18/6/2014).
Jarman menambahkan, kenaikan TTL bagi enam golongan termasuk golongan rumah tangga tetap akan berlaku pada 1 Juli mendatang. Kenaikan tersebut masih terbilang ringan karena berdasarkan kajian inflasi Bank Indonesia (BI), dampak kenaikan listrik untuk golongan rumah tangga hanya sebesar 0,33 persen dan untuk industri hanya sebesar 0,2 persen.
"Total dampak inflasi hanya 0,52 persen. Jika dilihat persentase tidak terlalu berat, tetap akan diberlakukan," ungkapnya.
Sebagai landasan penerapan kenaikan enam golongan pelanggan tersebut, Kementerian ESDM akan menerbitkan Peraturan Menteri ESDM. "Sekarang tinggal menunggu peraturan menteri tentang pemberlakuannya, sehingga 1 Juli nanti bisa langsung diberlakukan," tuturnya.
Beberapa hari lalu Komisi VII DPR RI setuju usulan pemerintah untuk menaikan enam golongan pelanggan Tarif Tenaga Listrik (TTL). Persetujuan tersebut diberikan dengan alasan untuk menghemat subsidi dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp 8,51 triliun. (Pew/Gdn)
Tak Ada Insentif Buat Kenaikan Listrik Golongan Rumah
Dalam hitungan Bank Indonesia, dampak kenaikan tarif listrik golongan pelanggan rumah tangga hanya sebesar 0,33 persen
Diperbarui 18 Jun 2014, 12:30 WIBDiterbitkan 18 Jun 2014, 12:30 WIB
Advertisement
Video Pilihan Hari Ini
Produksi Liputan6.com
powered by
POPULER
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
Berita Terbaru
Kebijakan Tarif Dagang Donald Trump Bikin Panas: China Siap Balas, Jepang Berhati-hati
Lalu Lintas Arus Balik Menuju Jakarta di Ruas Tol Cipularang Meningkat, Diberlakukan Buka Tutup Rest Area di Km 97
Respon Tarif Impor Donald Trump, Menko Airlangga Temui Pimpinan Negara ASEAN
Jangan Hindari Salaman dengan Lawan Jenis di Hari Lebaran dengan Cara Ini, Kata Buya Yahya
Polisi Tangkap Preman Ngamuk yang Viral, Usir dan Tendang Dagangan Penjual Sayur di Bekasi
Hasil Final 3 Liga Voli Korea: Megawati Cemerlang, Giliran Red Sparks Comeback dan Perpanjang Napas
Lebaran di Brunei Darussalam, Warga Bisa Datang ke Istana Salaman dan Dijamu oleh Sultan
Ini Dia Rajanya Pengekspor Mobil dari Tiongkok
Hadapi Puncak Arus Balik 2025, Polri: Kami Siapkan Skema Lebih Fleksibel
Mengenal 10 Sahabat Nabi yang Dijamin Masuk Surga, Apa Saja Amalannya?
Jasa Marga Catat 685.079 Kendaraan Telah Kembali ke Jabotabek Pasca-Lebaran
Bapanas Minta Pemda Alokasikan APBD Khusus Subsidi Pangan