Mufti Damaskus Jadi Korban Teror Bom, Menag Fachrul Razi: Insyaallah Syahid

Mufti Agung Damaskus, Syekh Muhammad Adnan Al-Afyouni, wafat setelah mobil yang dikendarainya meledak akibat bom.

oleh Raden Trimutia Hatta diperbarui 23 Okt 2020, 12:22 WIB
Diterbitkan 23 Okt 2020, 11:52 WIB
Ilustrasi ledakan bom
Ilustrasi ledakan bom (iStockPhoto)

Liputan6.com, Jakarta Mufti Agung Damaskus, Syekh Muhammad Adnan Al-Afyouni, wafat setelah mobil yang dikendarainya meledak akibat bom yang dipasang teroris pada Kamis, 22 Oktober. Menteri Agama RI Fachrul Razi menyampaikan duka mendalam atas wafatnya ulama terkemuka di Suriah tersebut.

"Kami tentu sangat berduka atas wafatnya Syekh Muhammad Adnan Al-Afyouni. Insyaallah beliau syahid. Selama ini, beliau dikenal sebagai ulama yang sangat moderat," tutur Fachrul di Jakarta, Jumat (23/10/2020).

"Jalinan kerja sama Indonesia dan Suriah selama ini sangat baik, utamanya dalam penguatan moderasi beragama. Banyak mahasiswa Indonesia yang belajar di Suriah," tuturnya.

Fachrul juga mengecam tindakan teror bom yang dilakukan pihak tidak bertanggung jawab. Menurut dia, tindakan seperti itu bertentangan dengan nilai-nilai agama dan kemanusiaan.

 

* Follow Official WhatsApp Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

Saksikan video pilihan di bawah ini:


Pernah Kunjungi Indonesia

Mufti Damaskus memberi pesan agar Indonesia tak bernasib seperti Suriah.
Mufti Damaskus memberi pesan agar Indonesia tak bernasib seperti Suriah. (Liputan6.com/Nafiysul Qidar)

"Itu jelas tindakan tidak bertanggung jawab. Saya sangat mengecam pengeboman itu. Itu tidak bisa dibenarkan atas alasan apa pun," ujar Menag Fachrul.

Pada November 2018, Syekh Muhammad Adnan Al-Afyouni pernah berkunjung ke Kementerian Agama. Pertemuan dengan Menteri Agama saat itu membahas rencana kerja sama pengkaderan da'i.

Dalam kesempatan itu, Syekh Adnan mengapresiasi masyarakat muslim Indonesia yang dapat menjaga stabilitas keamanan di tengah krisis kemanusiaan yang saat ini banyak menerpa negara-negara Timur Tengah.

Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya