Cerita Pria Paruh Baya Menulis Al-Qur'an dengan Tangan dalam 6 Bulan

Muhammad Ishaq Malik (54) berprofesi sebagai guru dari Darhal Malkan dan menulis salinan Al-Qur'an setebal 611 halaman dengan tangan.

oleh Teddy Tri Setio Berty diperbarui 30 Jul 2023, 18:35 WIB
Diterbitkan 30 Jul 2023, 18:35 WIB
Ilustrasi Islam, Al-Qu'ran
Ilustrasi Islam, Al-Qu'ran. (Sumber: Pixabay)

Liputan6.com, Jakarta Muhammad Ishaq Malik (54) berprofesi sebagai guru dari Darhal Malkan di distrik perbatasan Rajouri, Jammu dan Kashmir menulis salinan Al-Qur'an setebal 611 halaman dengan tangan.

Muhammad Ishaq, penduduk asli Lembah Darhal, India menulis Al-Qur'an di atas kertas tulis, dikutip dari laman ANI, Minggu (30/7/2023).

Dia berkata bahwa ia menulis Al-Qur'an dengan tangannya dalam enam bulan dan 14 hari.

Malik juga berkata, “Itu adalah impian saya sejak kecil untuk menulis Alquran dengan tangan, dan Alhamdulillah, saya selesai menulis Alquran lengkap.”

“Itu selalu menjadi keinginan saya untuk menulis Alquran dengan tangan. Suatu kali saya pergi membeli pulpen di toko alat tulis. Setelah membeli pulpen, saya menulis Bismillah di buku catatan.”

Sementara itu, pemilik alat tulis melihat saya dan memeriksa kualitas pena, kemudian dia mendorong saya untuk menulis Al-Qur'an.

 

* Follow Official WhatsApp Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.


Mulai Sadar Akan Minat Kaligrafi

Ilustrasi membaca Al-Qur'an
Ilustrasi membaca Al-Qur'an. (Foto oleh Alena Darmel: https://www.pexels.com/id-id/foto/tangan-gadis-duduk-dalam-ruangan-8164742/)

Kemudian Malik mulai sadar dan menulis kaligrafi. Malik memulai dengan satu bab dari Quran dan merasa senang melakukannya, setelah itu dia memutuskan untuk menyelesaikan seluruh ayat di Al-Qur'an.

“Saya biasa menulis di pagi dan sore hari. Beruntung, istri, putra dan putri saya mendukung. Quran tulisan tangan ini terdiri dari 611 halaman. Ingatlah bahwa Al Qur'an adalah kitab suci umat Islam, terdiri dari 30 ayat dan 114 ayat."

"Kaligrafi dengan tangan adalah tugas yang sangat sulit karena dituntut tidak membuat kesalahan, di mana bahkan jika kesalahan dilakukan, itu adalah dosa, jadi harus dilakukan dengan sangat hati-hati."

Infografis Penodaan Agama (Liputan6.com/Triyasni)
Infografis Penodaan Agama (Liputan6.com/Triyasni)
Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Video Pilihan Hari Ini

Video Terkini

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya