Kondisi Paus Fransiskus Sedikit Membaik, Insufisiensi Ginjal Ringan Teratasi

Sebelum dirawat di rumah sakit, Paus Fransiskus menjalani jadwal yang sangat padat, terutama dengan menghadiri berbagai acara yang terkait dengan perayaan Tahun Yubileum atau Tahun Suci.

oleh Khairisa Ferida Diperbarui 27 Feb 2025, 08:01 WIB
Diterbitkan 27 Feb 2025, 08:01 WIB
FOTO: Paus Fransiskus Pimpin Misa Malam Paskah Tanpa Jemaat
Paus Fransiskus (kiri) mengangkat Alkitab saat memimpin Misa Malam Paskah di Basilika Santo Petrus, Vatikan, Sabtu (11/4/2020). Misa Minggu Paskah biasanya dihadiri sekitar seratus ribu orang, namun tahun ini akan diadakan dalam gereja dengan jemaat terbatas. (Remo Casilli/Pool Photo via AP)... Selengkapnya

Liputan6.com, Roma - Vatikan dalam pembaruan informasinya menyebutkan bahwa Paus Fransiskus menunjukkan tanda-tanda perbaikan lebih lanjut. Saat ini, pemimpin umat Katolik sedunia itu masih menjalani perawatan di rumah sakit akibat pneumonia.

CT scan menunjukkan perkembangan normal dari peradangan di paru-parunya, kata Vatikan pada Rabu (26/2/2025), sementara insufisiensi ginjal ringan yang didiagnosis pada Minggu (23/2) telah "teratasi".

"Kondisi klinis Bapa Suci dalam 24 jam terakhir menunjukkan perbaikan lebih lanjut, meski sedikit," bunyi pernyataan itu seperti dikutip dari The Guardian, Kamis (27/2), tanpa menyebutkan apakah kondisinya masih kritis.

Paus Fransiskus menghabiskan malam ke-13 di Rumah Sakit Gemelli, Roma, di mana dia disebut makan secara normal dan menjalankan beberapa pekerjaan. Seorang pejabat Vatikan menuturkan dia dibanjiri surat dan kartu yang mendoakan kesembuhannya.

Vigili doa malam untuk kesehatan Paus Fransiskus terus berlangsung di Basilika Santo Petrus, di kota-kota di seluruh Italia, dan penjuru Bumi. Vigili juga diadakan di luar Gemelli, yang telah lama menjadi rumah sakit pilihan bagi para paus.

Paus Fransiskus dirawat di rumah sakit sejak 14 Februari dan belakangan didiagnosis pneumonia ganda. Dia rentan terhadap infeksi paru-paru karena mengalami pleuritis (radang selaput paru) saat masih muda.

Sebagian paru-parunya diangkat saat dia sedang menjalani pelatihan untuk menjadi imam di Argentina, tanah kelahirannya.

Paus Fransiskus telah menghadapi berbagai masalah kesehatan dalam beberapa tahun terakhir. Pada Maret 2023, ia dirawat di rumah sakit dan didiagnosis menderita pneumonia. Sebelumnya, pada Juni 2021, ia juga menjalani operasi usus besar. Selain itu, Paus sering terlihat menggunakan kursi roda atau tongkat akibat saraf skiatik dan masalah pada lututnya.

 

Video Pilihan Hari Ini

Produksi Liputan6.com

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya