Liputan6.com, Jakarta - Sederet fenomena astronomi akan menghiasi langit sepanjang Maret 2025. Fenomena langit pada Maret 2025 di antaranya adalah gerhana bulan total dan gerhana matahari sebagian.
Apabila beruntung, beberapa fenomena langit Maret 2025 dapat dilihat atau diamati dari wilayah Indonesia. Berikut fenomena langit yang akan terjadi pada Maret 2025.
Advertisement
1. Elongasi Merkurius
Advertisement
Melansir laman Space, Jumat (28/02/2025), Merkurius akan mencapai elongasi pada 8 Maret 2025 mendatang. Merkurius akan mencapai titik terjauh dengan matahari.
Baca Juga
Dalam astronomi, elongasi adalah jarak sudut antara dua benda langit terhadap satu titik acuan tertentu. Dengan begitu, elongasi Merkurius terjadi dengan adanya kombinasi orbit bumi dan Merkurius ketika mengelilingi matahari.
Karena elongasi timur, Merkurius akan tampak paling baik untuk diamati pada sore hingga malam hari. Elongasi terbesar Merkurius ke arah timur akan terjadi lagi pada tanggal 4 Juli dan 29 Oktober 2025.
Lalu, elongasi Merkurius ke arah barat pada tanggal 21 April, 19 Agustus, dan 7 Desember 2025.
2. Gerhana Bulan Total
Fenomena langit selanjutnya adalah gerhana bulan total pada 14 Maret 2025. Melansir dari Star Walk, Jumat (28/02/2025), gerhana bulan total terjadi ketika posisi bulan berada pada umbra bumi, sehingga tertutup sepenuhnya oleh bayangan bumi.
Gerhana ini akan sepenuhnya terlihat di Amerika Utara dan Selatan, terlihat terbit di Australia dan Asia timur laut kemudian terbenam di Afrika dan Eropa.
3. Ekuinoks
Bumi akan mencapai posisi ekuinoks pada 20 Maret 2025. Ekuinoks menandai awal musim semi di Belahan Bumi Utara dan hari pertama musim gugur di Belahan Bumi Selatan.
Fenomena ini terjadi karena sumbu bumi tidak miring ke arah atau menjauhi Matahari. Akibatnya, matahari berada tepat di atas khatulistiwa.
Fenomena langit ini ditandai sebagai hari tanpa bayangan di daerah khatulistiwa.
4. Cincin Saturnus Hilang
Cincin Saturnus akan tampak “menghilang” pada 23 Maret 2025. Hilangnya cincin Saturnus ini merupakan peristiwa langka yang terjadi hanya sekali dalam 15 tahun.
Pada 23 Maret 2025, Saturnus akan berada sangat dekat dengan matahari di langit.
5. Gerhana Matahari Sebagian
Fenomena astronomi berikutnya adalah gerhana matahari sebagian atau parsial yang dapat diamati dari permukaan bumi pada 29 Maret 2025. Gerhana matahari sebagian terjadi karena posisi Bumi, Bulan, dan Matahari tidak sejajar sempurna.
Akibatnya, hanya sebagian permukaan matahari yang tertutup oleh bulan. Fenomena ini akan terlihat di Eropa, bagian utara Asia, bagian utara dan barat Afrika, sebagian besar Amerika Utara, bagian utara Amerika Selatan, Samudra Atlantik, serta Kutub Utara.
(Tifani)