Liputan6.com, Sofia - Pada 3 April 1879, Sofia secara resmi ditetapkan sebagai ibu kota Bulgaria, menandai era baru bagi negara yang baru merdeka dari Kesultanan Ottoman. Keputusan ini bukan hanya simbol pembebasan dari penjajahan selama hampir lima abad, tetapi juga langkah besar dalam membangun identitas nasional Bulgaria.
Mengutip Britannica, Kamis (3/4/2025), sebelum menjadi ibu kota, Sofia memiliki sejarah panjang yang dimulai sejak abad ke-8 SM, ketika suku Thracia, Serdi, mendirikan pemukiman di daerah tersebut. Pada 29 SM, wilayah ini ditaklukkan oleh Kekaisaran Romawi dan diberi nama Serdica.
Baca Juga
Serdica berkembang pesat pada masa Kaisar Trajan (98–117 M) dan mencapai kejayaannya di bawah Kaisar Konstantinus Agung, yang bahkan pernah mempertimbangkan menjadikan kota ini sebagai ibu kota Kekaisaran Romawi.
Advertisement
Pada 342 atau 343, Serdica menjadi tempat berlangsungnya Konsili Sardica, sebuah pertemuan penting para uskup Kristen.
Seiring melemahnya Romawi, kota ini beralih ke tangan Kekaisaran Bizantium sebelum akhirnya direbut oleh Khan Krum dari Bulgaria pada tahun 809. Kota ini kemudian dikenal dengan nama Sredets dan menjadi bagian penting dari Kekaisaran Bulgaria Kedua hingga akhirnya jatuh ke Kesultanan Ottoman pada 1382.
Lahirnya Ibu Kota Baru
Selama hampir lima abad di bawah kekuasaan Ottoman, Sofia menjadi pusat administratif provinsi Rumelia. Kota ini mulai bertransformasi dengan gaya arsitektur Oriental, jauh dari ciri khas Eropa sebelumnya.
Namun, pada 4 Januari 1878, pasukan Rusia membebaskan Sofia dari pendudukan Ottoman, membuka jalan bagi Bulgaria untuk mendapatkan kembali kemerdekaannya. Setahun kemudian, pada 3 April 1879, Sofia secara resmi ditetapkan sebagai ibu kota Bulgaria dalam keputusan Majelis Nasional.
Pemilihan Sofia sebagai ibu kota bukan tanpa alasan. Kota ini terletak di posisi strategis di tengah Bulgaria, memiliki sejarah panjang sebagai pusat budaya dan politik, serta memiliki potensi besar untuk berkembang sebagai pusat ekonomi.
Advertisement
Perkembangan Sofia Usai Jadi Ibu Kota
Setelah menjadi ibu kota, Sofia berkembang pesat, terutama setelah Perang Dunia II, ketika industrialisasi besar-besaran dimulai. Kini, Sofia menjadi pusat utama industri Bulgaria, termasuk:
- Metalurgi dan rekayasa teknik
- Industri makanan dan tekstil
- Percetakan dan kimia
- Produksi karet, alas kaki, dan furnitur
Selain itu, Sofia juga berkembang menjadi pusat transportasi dengan jaringan kereta api, bandara, serta sistem transportasi publik seperti trem dan bus.
Dikelilingi oleh kawasan pertanian yang subur serta Pegunungan Vitosha, Sofia tidak hanya menjadi pusat ekonomi dan politik tetapi juga menawarkan pesona alam dan sejarah yang kaya.
