Puasa dan Gula Darah: Catatan Penting untuk Penderita Diabetes

Atasi kekhawatiran Anda tentang kadar gula darah selama puasa Ramadhan. Temukan tips menjaga stabilitas gula darah dan makanan sehat untuk buka puasa dan sahur.

oleh Sigit Tri Santoso Diperbarui 26 Feb 2025, 10:15 WIB
Diterbitkan 26 Feb 2025, 10:15 WIB
Peringati Hari Diabetes Sedunia, Penumpang Kereta Cek Gula Darah Gratis
Penumpang mengecek gula darah gratis di Stasiun Tanah Abang, Jakarta Pusat, Minggu (14/11/2021). Kegiatan yang diselenggarakan oleh Novo Nordisk Indonesia ini, berfokus pada penyakit diabetes untuk memperingati Hari Diabetes Sedunia yang jatuh tiap tanggal 14 November. (Liputan6.com/Angga Yuniar)... Selengkapnya

Liputan6.com, Jakarta Ramadhan tiba, bulan penuh berkah yang selalu dinantikan umat Islam. Seiring kedatangan bulan suci, banyak terulang pertanyaan  terkait kesehatan, terutama bagi mereka yang memiliki kondisi kesehatan tertentu, seperti diabetes. Banyak yang bertanya-tanya, bagaimana cara menjaga kadar gula darah tetap baik selama berpuasa? 

Kadar gula darah, atau glukosa darah, merupakan indikator penting kesehatan tubuh. Tingginya kadar gula darah dapat memicu berbagai masalah kesehatan, termasuk diabetes. Oleh karena itu, penting untuk memahami bagaimana puasa dapat mempengaruhi kadar gula darah dan bagaimana mengelola kondisi ini selama bulan Ramadhan.

Dokter spesialis gizi klinik RS EMC Tangerang, Kristina Joy Herlambang, memberikan penjelasan mengenai hubungan puasa dan gula darah. Menurutnya, puasa dapat membantu mengendalikan gula darah, namun hal ini sangat bergantung pada kondisi pasien dan bagaimana mereka menjalankan puasa. Penting untuk memahami bahwa bukan hanya berpuasa saja yang penting, melainkan juga pola makan yang sehat dan terkontrol.

Mengenal Kadar Gula Darah Normal

Kadar gula darah normal pada orang dewasa umumnya berada di bawah 100 mg/dL saat puasa dan 70-139 mg/dL dua jam setelah makan. Kadar gula darah yang terlalu tinggi (hiperglikemia) atau terlalu rendah (hipoglikemia) sama-sama berbahaya dan perlu diwaspadai.

Hiperglikemia dapat menyebabkan berbagai gejala seperti rasa haus dan lapar yang berlebihan, sering buang air kecil, sakit kepala, dan penglihatan kabur. Sementara itu, hipoglikemia dapat menyebabkan gejala seperti kelelahan, gemetar, dan bahkan pingsan.

Penting untuk selalu memantau kadar gula darah, terutama bagi penderita diabetes. Konsultasikan dengan dokter untuk mengetahui kadar gula darah normal Anda dan bagaimana cara mengelola kadar gula darah selama berpuasa.

Makanan yang Mempengaruhi Gula Darah

Asupan makanan sangat berpengaruh terhadap kadar gula darah. Makanan tinggi gula dan karbohidrat sederhana dapat menyebabkan lonjakan gula darah yang drastis. Sebaliknya, makanan tinggi serat, protein, dan lemak sehat membantu menjaga stabilitas gula darah.

Kurma, misalnya, meskipun manis, memiliki indeks glikemik yang baik sehingga aman dikonsumsi saat berbuka puasa. Makanan tinggi serat seperti sayur dan buah juga sangat dianjurkan. Pilihlah karbohidrat kompleks seperti nasi merah atau kentang kukus dibandingkan dengan makanan olahan yang mengandung banyak gula.

Hindari makanan dan minuman manis, makanan tinggi tepung, serta makanan yang digoreng. Perbanyak konsumsi makanan yang kaya akan nutrisi seperti vitamin dan mineral. Konsumsi protein dari sumber alami seperti ikan segar, ayam, dan telur.

Menjaga Stabilitas Gula Darah Selama Puasa

Menjaga stabilitas gula darah selama puasa Ramadhan membutuhkan perencanaan dan kedisiplinan. Konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi untuk mendapatkan panduan yang sesuai dengan kondisi kesehatan Anda.

"Singkatnya fakta, tapi dengan banyak catatan. Tergantung kondisi pasiennya seperti apa, kontrol gula darahnya seperti apa, dan puasanya seperti apa," jelas dr. Kristina Joy Herlambang.

Pastikan untuk mengonsumsi makanan bergizi seimbang saat sahur dan berbuka. Hindari makan berlebihan dan pilih makanan yang dapat memberikan energi berkelanjutan tanpa menyebabkan lonjakan gula darah yang signifikan.

  • Sahur: Konsumsi makanan tinggi serat, protein, dan lemak sehat.
  • Berbuka: Mulailah dengan makanan ringan seperti kurma dan air putih, lalu lanjutkan dengan makanan bergizi seimbang.
  • Hindari: Makanan dan minuman manis, makanan tinggi tepung, makanan yang digoreng.

Manfaat Puasa bagi Kesehatan

Puasa, jika dilakukan dengan benar dan sesuai kondisi kesehatan, dapat memberikan manfaat bagi tubuh. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa puasa dapat membantu meningkatkan sensitivitas insulin dan membantu menurunkan berat badan.

Namun, manfaat ini hanya akan terasa jika puasa dijalankan dengan pola makan yang sehat dan terkontrol. "Kalau kita puasanya yang benar, dengan konsumsi bahan makanan yang tinggi serat, tinggi protein, bahan makanannya segar, mengandung nutrisi tinggi, banyak vitamin dan mineralnya juga, tentu saja itu bermanfaat dan justru gula darahnya akan jadi lebih baik," ujar dr. Joy.

Bagi penderita diabetes, puasa dapat menjadi tantangan, tetapi juga dapat memberikan manfaat jika dilakukan dengan pengawasan medis yang ketat dan pola makan yang tepat.

Tips Tambahan untuk Penderita Diabetes yang Berpuasa

Bagi penderita diabetes yang ingin berpuasa, sangat penting untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum memulai. Dokter akan menilai kondisi kesehatan Anda dan memberikan panduan yang tepat.

Pantau kadar gula darah secara teratur selama bulan puasa. Jika mengalami gejala hipoglikemia atau hiperglikemia, segera hubungi dokter. Jangan ragu untuk meminta bantuan dari tenaga medis jika Anda merasa kesulitan dalam mengelola kadar gula darah selama berpuasa.

Ingat, menjaga kesehatan selama bulan puasa bukan hanya tentang berpuasa, tetapi juga tentang mengonsumsi makanan yang sehat dan bergizi, serta memperhatikan kondisi kesehatan diri sendiri. Dengan perencanaan yang matang dan konsultasi dengan tenaga medis, Anda dapat menjalankan ibadah puasa dengan aman dan nyaman.

Lanjutkan Membaca ↓
Loading

Video Pilihan Hari Ini

EnamPlus

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya