5 Makanan Ini Bisa Turunkan Darah Tinggi saat Lebaran, Mudah Dijumpai

Ketahui makanan yang dapat membantu menurunkan tekanan darah tinggi setelah Lebaran, agar kesehatan tetap terjaga.

oleh Rizka Nur Laily Muallifa Diperbarui 02 Apr 2025, 13:13 WIB
Diterbitkan 02 Apr 2025, 13:13 WIB
brokoli udang
Ilustrasi tumis brokoli udang/copyright freepik.com/Jcomp... Selengkapnya

Liputan6.com, Jakarta Lebaran memang identik dengan hidangan lezat dan beragam, namun bagi sebagian orang, hal ini bisa berujung pada masalah kesehatan, seperti tekanan darah tinggi. Jika Anda  ingin menjaga kesehatan setelah Lebaran, ada beberapa makanan yang bisa membantu menurunkan tekanan darah tinggi. 

Tekanan darah tinggi atau hipertensi sering kali disebabkan oleh pola makan yang tidak sehat, terutama konsumsi garam yang berlebihan. Namun, ada banyak makanan yang dapat membantu menormalkan tekanan darah. Dari sayuran hijau hingga buah-buahan, semua memiliki manfaat tersendiri. Berikut penjelasan lengkapnya. 

1. Sayuran Hijau: Sahabat Kesehatan Jantung

Brokoli
Brokoli by Meta AI... Selengkapnya

Sayuran hijau seperti bayam, brokoli, kangkung, dan sawi adalah pilihan yang sangat baik. Mereka kaya akan potasium, yang berfungsi untuk mengeluarkan natrium dari tubuh melalui urin dan melemaskan pembuluh darah. Dengan begitu, tekanan darah pun dapat turun secara alami.

Selain itu, sayuran hijau juga mengandung serat dan berbagai vitamin yang baik untuk kesehatan jantung. Mengonsumsi sayuran hijau secara teratur dapat membantu menjaga tekanan darah tetap stabil.

2. Buah Kaya Kalium dan Buah Beri

Ilustrasi buah pisang
Ilustrasi buah pisang yang kaya manfaat Credit by unsplash.com/anastasia eremina... Selengkapnya

Buah-buahan kaya kalium seperti pisang, alpukat, jeruk, dan semangka dapat membantu menjaga keseimbangan natrium dalam tubuh, sehingga berperan dalam menurunkan tekanan darah. Kalium bekerja dengan merilekskan pembuluh darah dan mengurangi efek negatif natrium yang bisa menyebabkan tekanan darah tinggi. Selain itu, semangka dengan kandungan airnya yang tinggi juga membantu menjaga hidrasi tubuh secara alami.

Tak hanya itu, buah beri seperti blueberry, stroberi, dan blackberry juga memiliki manfaat serupa. Kaya akan anthocyanin, pigmen dengan sifat antioksidan, buah-buahan ini dapat membantu melancarkan aliran darah dan mengurangi peradangan. Jadi, jangan ragu untuk menjadikannya sebagai camilan sehat atau menambahkannya ke dalam yogurt, oatmeal, atau smoothie agar tetap segar dan sehat saat Lebaran

3. Tomat dan Bit: Superfood untuk Jantung

Pasien Cedera Dianjurkan Makan Tomat Setelah Buka Puasa, Mengapa?
Pasien Cedera Dianjurkan Makan Tomat Setelah Buka Puasa, Mengapa? Foto dibuat oleh AI.... Selengkapnya

Tomat, baik dalam bentuk jus maupun segar, juga sangat baik untuk menurunkan tekanan darah. Pastikan untuk memilih jus tomat tanpa tambahan garam agar manfaatnya maksimal. Sementara itu, bit mengandung nitrat, senyawa yang dapat melebarkan pembuluh darah. Jus bit mentah memberikan efek yang lebih besar dibandingkan jus bit matang.

Menambahkan kedua makanan ini ke dalam dietmu bisa jadi langkah yang tepat untuk menjaga kesehatan jantung.

4. Makanan Kaya Serat & Omega-3

Contoh ilustrasi overbaked salmon
Kamu bisa makan ikan salmon pada saat diet lho, resep satu ini bisa kamu coba (Foto: Unsplash.com/Elena Mozhvilo) )... Selengkapnya

Ikan berlemak seperti salmon, sarden, dan tuna kaya akan omega-3, yang berperan penting dalam menjaga kesehatan jantung dan menurunkan tekanan darah. Asam lemak ini membantu mengurangi peradangan serta melancarkan aliran darah, sehingga baik dikonsumsi secara rutin. Untuk mendapatkan manfaatnya secara optimal, disarankan mengonsumsi ikan ini setidaknya dua hingga tiga kali seminggu.

Selain ikan, sumber omega-3 dan serat lainnya juga bisa ditemukan dalam makanan seperti kacang-kacangan (almond, kenari) dan oatmeal. Serat dalam makanan ini membantu menjaga kadar kolesterol tetap stabil dan meningkatkan kesehatan pembuluh darah. Dengan mengombinasikan berbagai makanan kaya nutrisi ini, tekanan darah bisa lebih terkontrol dan tubuh tetap sehat selama Lebaran.

5. Cokelat Hitam

Cokelat hitam mengandung flavonoid, antioksidan yang membantu melebarkan pembuluh darah dan melancarkan aliran darah. Selain itu, kandungan ini juga meningkatkan produksi oksida nitrat, yang berperan dalam merelaksasi pembuluh darah sehingga tekanan darah bisa menurun secara alami.

Namun, agar manfaatnya optimal, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Pilih cokelat hitam dengan kandungan kakao minimal 70%, karena semakin tinggi kadar kakaonya, semakin tinggi pula kandungan flavonoidnya. Jangan berlebihan dalam mengonsumsinya—cukup sekitar 30 gram per hari sudah cukup untuk mendapatkan manfaatnya. Selain itu, hindari cokelat yang mengandung banyak tambahan gula atau susu, karena justru bisa mengurangi efek baiknya.

Tips Tambahan untuk Menjaga Tekanan Darah

Selain mengonsumsi makanan sehat, ada beberapa tips tambahan yang bisa kamu lakukan untuk menjaga tekanan darah tetap normal:

  • Kurangi konsumsi garam: Batasi makanan olahan dan cepat saji yang tinggi garam.
  • Olahraga teratur: Aktivitas fisik dapat memperkuat jantung dan meningkatkan sirkulasi darah.
  • Istirahat cukup: Tidur yang cukup penting untuk kesehatan tubuh secara keseluruhan.
  • Konsumsi makanan rendah lemak jenuh: Batasi daging merah dan makanan olahan.

Ingat, informasi ini bersifat umum dan tidak dapat menggantikan saran medis dari dokter. Jika kamu memiliki tekanan darah tinggi, selalu konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan rencana pengobatan yang tepat.

Pertanyaan Umum

Apa saja makanan yang dapat membantu menurunkan tekanan darah?

Makanan seperti sayuran hijau, buah beri, tomat, bit, ikan berlemak, dan cokelat hitam dapat membantu menurunkan tekanan darah.

Berapa kali sebaiknya mengonsumsi ikan berlemak?

Sebaiknya konsumsi ikan berlemak seperti salmon, sarden, dan tuna setidaknya dua hingga tiga kali seminggu.

Apakah semua jenis cokelat baik untuk tekanan darah?

Cokelat hitam dengan kandungan kakao minimal 50-70% yang baik untuk tekanan darah, namun harus dikonsumsi secara moderat.

Bagaimana cara mengurangi konsumsi garam?

Kurangi makanan olahan dan cepat saji, serta masak makanan sendiri untuk mengontrol jumlah garam yang digunakan.

 

Lanjutkan Membaca ↓
Loading

Video Pilihan Hari Ini

Produksi Liputan6.com

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya