Liputan6.com, Jakarta - Ulama kharismatik yang merupakan Pengasuh Pondok Pesantren Al-Anwar Sarang, Rembang, yakni KH. Maemoen Zubair (Mbah Moen) membeberkan korelasi penting antara sujud dengan surga. Dalam hal ini, sujud yang dimaksud ialah sholat.
Guru Gus Baha mengungkap fakta bahwa ternyata jumlah pintu surga sama banyaknya dengan anggota sujud. Anggota sujud ialah anggota badan yang ditempelkan saat sedang sujud atau sholat.
Pentingnya sholat untuk menggapai surga Allah SWT disebabkan amalan ini merupakan amalan yang pertama kali akan dihisab di hari kiamat. Rasulullah SAW bersabda,
Advertisement
Sesungguhnya amal pertama yang akan dihisab dari seorang hamba pada Hari Kiamat adalah sholatnya. Jika shalatnya baik, maka baik pula seluruh amalnya. Jika shalatnya rusak, maka rusak pula seluruh amalnya.” (HR. Tirmidzi dan An-Nasa’i).
Baca Juga
Lantas bagaimana penjelasan Mbah Moen tentang korelasi banyaknya pintu surga dengan anggota sujud? Simak penjelasannya berikut ini!
Simak Video Pilihan Ini:
Jumlah Pintu Surga sama Dengan Anggota Sujud
Mbah Moen menerangkan bahwa pintu surga itu sebanyak 8 buah. Adapun salah satu syarat agar masuk surga ialah harus mendirikan sholat, yakni sholat wajib 5 waktu.
“Surga itu pintunya ada delapan, orang bisa masuk surga kalau sujud,” papar guru Gus Baha dikutip dari tayangan YouTube Short @SANTRI_MAKENDUT, Minggu (26/02/2025).
Lebih lanjut, Mbah Moen menerangkan bahwa dalam Al-Qur’an terdapat keterangan bahwa bekas sujud itu di hari kiamat akan memancarkan cahaya terang.
“Sujud ini dalam Al-Qur’an, besok manusia akan diketahui wajahnya itu terang sebab atsar/bekas sujud,” paparnya.
Uniknya jumlah yang ditempelkan saat sujud ini juga berjumlah delapan, sama persis dengan jumlah pintu surga sebagaimana dikemukakan di atas.
“Sujud itu delapan (yang harus ditempelkan pada tempat sujud), 7 sama 1,” paparnya.
“Yang disujudkan dahi, dua tiga tangan, empat sama lima dengkul, enam tujuh kaki, ditambah hati,” imbuhnya.
Advertisement
Makna Gerakan Sujud
Mengutip dompetdhuafa.org, dalam buku Penuntun Praktis Shalat Sudah Benarkan Shalat Kita (2013:248) karya Ustadz Agus Arifin, makna dari gerakan sujud atau meletakkan kening di atas permukaan bumi adalah salah satu bentuk amalan. Namun, amalan ini memiliki inti sebagai bentuk merendahkan diri untuk menghormati. Al-Quran menggunakan kata ‘sujud’ untuk perbuatan sujud, baik gerakan sujud oleh manusia, malaikat, maupun oleh makhluk lainnya, seperti matahari, bulan, bintang, dan pepohonan. Dalam sujud, setiap makhluk merendahkan diri dan meninggikan Allah, satu-satunya zat yang pantas disembah.
Tsaubah menjelaskan, Rasulullah bersabda: “Hendaklah engkau memperbanyak sujud (perbanyak shalat) kepada Allah. Karena tidaklah engkau memperbanyak sujud karena Allah melainkan Allah akan meninggikan derajatmu dan menghapuskan dosamu.” (HR. Muslim no. 488).
Walaupun sujud merupakan gerakan dengan posisi terendah, namun sujud memiliki posisi terdekat antara seorang hamba dengan Allah Swt. Rasulullah bersabda, “Sedekat-dekatnya seorang hamba dengan Rabb-Nya adalah dalam keadaan dia sujud.” (HR. Muslim no.482).
Gerakan sujud adalah di mana dahi menyentuh bumi, sebagai bentuk tunduk patuh kepada Allah, dan tidak untuk zat lain apalagi orang tertentu. Menjadi dekat dengan Tuhan, menjadi keutamaan penting dalam sujud. Dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda, “Momentum terdekat seorang hamba dan Tuhannya adalah ketika sujud. Oleh karena itu, perbanyaklah doa saat itu,” (HR Muslim, Abu Dawud, An-Nasa’i)
Dari sini kita bisa melihat bahwa makna dari gerakan sujud yaitu bentuk seorang hamba memasrahkan diri kepada Allah. Bentuk tunduk patuh kepada Allah, menunjukkan diri kita adalah makhluk yang rendah dan tidak berdaya tanpa bantuan Allah. Oleh sebab itu, sujud menjadi makna upaya kita mendekatkan diri kepada Allah Swt.
Penulis: Khazim Mahrur / Madrasah Diniyah Miftahul Huda 1 Cingebul
