Liputan6.com, Jakarta Masjid Nabawi di Madinah, Arab Saudi, merupakan salah satu tempat suci bagi umat Islam. Selain dikenal sebagai masjid yang didirikan langsung oleh Nabi Muhammad SAW, Masjid Nabawi juga memiliki arsitektur yang sangat megah dan inovatif.
Salah satu fitur paling mencolok dan menarik perhatian di masjid ini adalah payung raksasa yang menghiasi pelatarannya. Bukan sekadar pelindung dari panas matahari dan hujan, payung-payung ini didesain dengan teknologi modern yang menggabungkan fungsi dan estetika.
Advertisement
Advertisement
Baca Juga
Masjid bersejarah ini semakin nyaman berkat kehadiran sekitar 250 payung raksasa. Payung-payung ini tersebar di pelataran Masjid Nabawi, melindungi area seluas kurang lebih 143.000 meter persegi. Pemasangannya dilakukan secara bertahap, dimulai sejak tahun 1992 hingga mencapai jumlah saat ini.
Keberadaan payung-payung ini menjawab kebutuhan mendesak untuk melindungi jutaan jamaah dari terik matahari Madinah yang ekstrem. Jika suhu di Madinah sangat tinggi, payung-payung ini mampu menurunkan suhu di bawahnya hingga 8 derajat celcius.
Berikut Liputan6.com merangkum dari berbagai sumber tentang fakta menarik payung raksasa Masjid Nabawi, Rabu (5/3/2025).
Sejarah dan Perkembangan Payung Masjid Nabawi
Ide pemasangan payung raksasa di Masjid Nabawi muncul sebagai solusi untuk mengatasi panas terik Madinah yang menyulitkan jamaah. Pemasangan pertama dilakukan pada tahun 1992 di masa pemerintahan Raja Fahd bin Abdul Aziz sebagai bagian dari perluasan Masjid Nabawi. Kemudian, pengembangan besar-besaran dengan penambahan banyak payung terjadi pada masa pemerintahan Raja Abdullah bin Abdul Aziz sekitar tahun 2010.
Perluasan ini menunjukkan komitmen pemerintah Arab Saudi dalam menyediakan kenyamanan dan keamanan bagi para jamaah yang datang dari seluruh dunia. Berkat payung-payung ini, jamaah dapat lebih khusyuk beribadah tanpa terganggu oleh terik matahari.
Pemasangan payung-payung ini juga merupakan bukti nyata dari kemajuan teknologi dan inovasi dalam melayani kebutuhan umat. Dari ide awal hingga implementasinya, payung-payung ini menjadi simbol kemajuan dan perhatian terhadap kenyamanan jamaah Masjid Nabawi.
Dengan adanya payung-payung ini, Masjid Nabawi menjadi tempat ibadah yang lebih representatif dan memberikan kenyamanan bagi jutaan jamaah yang datang setiap tahunnya. Inovasi ini juga menunjukkan bagaimana teknologi modern dapat dipadukan dengan nilai-nilai religius untuk menciptakan lingkungan yang lebih baik bagi umat manusia.
Hingga saat ini, payung-payung ini menjadi salah satu ikon arsitektur Islam modern yang paling dikagumi. Tidak hanya memberikan manfaat fungsional, tetapi juga menambah keindahan Masjid Nabawi secara keseluruhan.
Advertisement
Fakta Menarik Payung Masjid Nabawi
1. Menghiasi Pelataran Masjid Nabawi
Ketika pertama kali melihat Masjid Nabawi, salah satu elemen yang paling mencuri perhatian adalah deretan payung putih raksasa yang tertata dengan indah di pelataran masjid. Payung-payung ini berfungsi untuk melindungi jamaah dari terik matahari dan hujan, sehingga mereka bisa tetap nyaman saat beribadah atau beristirahat di sekitar masjid.
Jumlah payung yang terpasang di pelataran Masjid Nabawi mencapai 250 unit dan tersebar di 12 area berbeda. Ketika semuanya terbuka, pemandangannya sangat menakjubkan menyerupai kelopak bunga yang sedang mekar secara serempak.
2. Desain dengan Teknologi Canggih dari Jerman
Payung Masjid Nabawi bukan payung biasa, tetapi dirancang dengan teknologi tinggi oleh perusahaan arsitektur asal Jerman, SL Rasch GmbH. Perusahaan ini dikenal sebagai spesialis dalam desain struktur yang bisa dibuka dan ditutup secara otomatis, termasuk sistem serupa yang digunakan di Masjidil Haram di Makkah.
Payung ini menggunakan sistem hidrolik canggih yang memungkinkan mereka membuka dan menutup secara otomatis sesuai dengan kondisi cuaca. Sistem ini dirancang agar prosesnya berjalan hening, lancar, dan efisien, sehingga tidak mengganggu kenyamanan jamaah.
3. Ukuran Raksasa yang Mencakup Area Luas
Setiap payung memiliki ukuran yang luar biasa besar. Saat terbuka penuh, satu payung bisa mencapai 25,5 meter x 25,5 meter, sehingga bisa menaungi sekitar 800 jamaah per payung. Jika semua payung dibuka bersamaan, maka total area yang terlindungi bisa mencapai lebih dari 143.000 meter persegi.
Karena ukurannya yang besar, tinggi payung juga disesuaikan agar tidak menghalangi pandangan atau pergerakan jamaah. Saat dalam keadaan tertutup, tinggi payung sekitar 15 meter, tetapi ketika terbuka, bagian atas payung bisa mencapai 21 meter.
Fakta Menarik Payung Masjid Nabawi
4. Mampu Menurunkan Suhu di Pelataran Masjid
Salah satu fungsi utama payung ini adalah untuk melindungi jamaah dari panas ekstrem di Madinah, terutama pada musim panas ketika suhu bisa mencapai lebih dari 50°C. Dengan adanya payung ini, suhu di pelataran masjid bisa turun hingga 10°C lebih sejuk, memberikan kenyamanan ekstra bagi jamaah yang beribadah di luar ruangan.
Selain itu, material kain yang digunakan pada payung ini memiliki teknologi reflektif yang mampu memantulkan sinar matahari, sehingga panas yang diserap menjadi lebih sedikit.
5. Dilengkapi dengan Sistem Ventilasi Udara
Agar udara di bawah payung tetap sejuk, desain payung ini juga sudah dilengkapi dengan sistem ventilasi udara khusus. Pada bagian atas payung terdapat lubang udara yang memungkinkan angin sepoi-sepoi tetap masuk, menciptakan suasana yang lebih nyaman bagi jamaah.
Payung raksasa tersebut berada di area terbuka, sehingga dapat membantu mengurangi efek sesak akibat kerumunan besar saat ibadah berlangsung.
6. Material Kuat dan Tahan Lama
Payung Masjid Nabawi dibuat dari material khusus yang sangat tahan terhadap berbagai kondisi cuaca. Kain yang digunakan terbuat dari PTFE (Polytetrafluoroethylene) yaitu bahan yang tidak hanya tahan terhadap air dan panas, tetapi juga bisa bertahan lama tanpa mengalami kerusakan. Material ini juga tahan terhadap debu dan kotoran, sehingga meskipun berada di lingkungan yang berpasir seperti Madinah, payung tetap bersih dan terawat.
Advertisement
Fakta Menarik Payung Masjid Nabawi
7. Penerangan Indah di Malam Hari
Payung-payung ini juga memiliki keindahan tersendiri saat malam hari. Setiap payung dilengkapi dengan lampu LED berwarna keemasan yang memberikan pencahayaan lembut dan indah. Saat malam tiba, pemandangan payung-payung ini berpadu dengan cahaya lampu Masjid Nabawi, menciptakan suasana yang sangat menenangkan dan penuh keagungan.
8. Desainnya Terinspirasi dari Mekarnya Bunga
Jika diperhatikan dengan saksama, mekanisme pembukaan dan penutupan payung ini menyerupai cara kelopak bunga yang mekar. Desain ini dipilih tidak hanya untuk estetika, tetapi juga untuk memastikan bahwa payung bisa terbuka dan tertutup dengan lancar tanpa menimbulkan gangguan.
Saat fajar, payung mulai terbuka perlahan untuk melindungi jamaah dari panas matahari. Kemudian, saat matahari mulai terbenam, payung secara bertahap akan menutup kembali, memberikan tampilan yang dinamis dan elegan.
9. Sistem Drainase yang Efektif
Untuk mengantisipasi hujan, payung-payung ini juga dilengkapi dengan sistem drainase air. Air hujan yang jatuh di atas payung akan langsung dialirkan ke saluran pembuangan yang sudah terintegrasi di lantai pelataran. Sistem ini memastikan bahwa air tidak menggenang di sekitar masjid, sehingga jamaah tetap nyaman dan aman saat berjalan di area luar.
