Horor Gemuruh Gunung Merapi Saat Warga Babadan Magelang Kembali ke Rumah

Selama berada di rumahnya merasa ketakutan, apalagi sekarang hampir setiap malam mendengar suara gemuruh Gunung Merapi

oleh Liputan6.com diperbarui 06 Jan 2021, 03:00 WIB
Diterbitkan 06 Jan 2021, 03:00 WIB
FOTO: Magma Gunung Merapi Semakin Dekati Permukaan
Suasana di Pos Pantau Merapi Induk Balerante, Kemalang, Klaten, Jawa Tengah, Jumat (20/11/2020). BPPTKG belum bisa mengetahui kecepatan pergerakan magma Gunung Merapi. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Liputan6.com, Magelang - Warga Dusun Babadan 1, Desa Paten, Dukun, Kabupaten Magelang kembali ke lokasi pengungsian Banyurojo, Mertoyudan, seiring dengan peningkatan aktivitas Gunung Merapi.

Sebanyak 124 pengungsi dari Dusun Babadan 1 tersebut sampai di pengungsian Banyurojo, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang, Selasa sekitar pukul 14.00 WIB.

Para pengungsi Gunung Merapi dari kelompok rentan terdiri atas lansia, disabilitas, ibu hamil, dan anak-anak tersebut menuju tempat pengungsian diangkut dengan puluhan kendaraan roda empat, antara lain dari Kodim 0705/Magelang, Dishub, BPBD Kabupaten Magelang dan mobil dari warga setempat.

Koordinator Pengungsi Dusun Babadan 1 Wahyudi mengatakan warga kembali mengungsi karena aktivitas Gunung Merapi meningkat.

Ia menyampaikan waktu pengungsi pulang pada Senin (14/12), ada penurunan, kemudian sekarang ada kenaikan lagi dan warga diimbau pemerintah untuk mengungsi lagi.

 

* Follow Official WhatsApp Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

Simak Video Pilihan Berikut Ini:


Warga Ketakutan

Wahyudi menyampaikan selama berada di rumahnya merasa ketakutan, apalagi sekarang hampir setiap malam mendengar suara gemuruh, maka kemudian kembali lagi menuju tempat pengungsian di Banyurojo.

"Kalau setiap malam hari, kita merasakan suara gemuruh atau guguran, bahkan suara gemuruh intensitasnya lebih sering," katanya, dikutip Antara.

Sekretaris Desa Banyurojo Agus Firmansah mengatakan kedatangan pengungsi yang kedua kalinya ini mengingat pada Senin (14/12) mereka izin pulang sementara.

Kemudian pada Senin (4/1) Desa Banyurojo mengundang petugas Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) untuk menjelaskan kondisi Gunung Merapi saat ini.

Berdasarkan penjelasan dari BPPTKG, katanya kondisi Merapi semakin meningkat aktivitasnya, oleh karena itu warga Babadan 1 akhirnya mau kembali pengungsian Banyurojo.

Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Video Pilihan Hari Ini

Video Terkini

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya