Ahay.. 79 Tahun Indonesia Merdeka, Warga Dusun Ndana Belum Nikmati Listrik

Untuk penerangan, warga dusun ini hanya mengandalkan lampu minyak tanah atau teplok. Sementara itu, mereka yang memiliki uang lebih bisa menggunakan aki

oleh Ola Keda Diperbarui 28 Feb 2025, 02:30 WIB
Diterbitkan 28 Feb 2025, 02:30 WIB
Melihat Balai Desa di Banyuwangi yang Pernah Disinggahi Presiden Soeharto
Lampu minyak saksi bisu yang terpasang dikamar tempat tidur yang pernah dipakai mantan Presiden Soeharto, saat singgah di Desa Tapanrejo, Kecamatan Muncar, Banyuwangi. (FOTO: Syamsul Arifin/ TIMES Indonesia (timesindonesia.co.id)... Selengkapnya

Liputan6.com, Sikka - Meski Indonesia sudah merdeka 79 tahun silam, namun masih sebagian warga di pelosok Nusantara Tenggara Timur (NTT), belum merasakan dampak kemerdekaan sesungguhnya. Seperti yang dirasakan warga dusun Ndana, Desa Liakutu, Kecamatan Mego, Kabupaten Sikka, NTT.

Selain akses jalan yang rusak parah, warga dusun Ndana juga belum mendapat listrik.

Untuk penerangan, warga dusun ini hanya mengandalkan lampu minyak tanah atau teplok. Sementara itu, mereka yang memiliki uang lebih bisa menggunakan aki, namun pemakaiannya terbatas untuk dua bola lampu.

Kondisi ini pun membuat warga kesulitan, terutama para siswa ketika hendak belajar di malam hari.

Kepala Desa Liakutu, Michael Ardianus Demus Bobi, menyebut Dusun Ndana dihuni oleh 27 kepala keluarga (KK).

Ia mengaku dusun itu sudah lama belum tersentuh jaringan listrik Perusahaan Listrik Negara (PLN). Beberapa tahun lalu, kata Bobi, pihaknya mengajukan proposal ke PLN. Sayangnya, proposal tersebut ditindaklanjuti hanya dengan proses survei.

"Kami sudah ajukan proposal ke PLN dan sudah disurvei dari tahun 2023, tapi jawabannya sampai sekarang kami belum tahu,” ucap Bobi.

Bobi juga menyampaikan bahwa ia beberapa kali mendatangi pihak PLN. Namun, jawaban mereka adalah menunggu instruksi dari pusat.

 

Simak Video Pilihan Ini:

Ajukan Proposal

Ia menuturkan, ketika berkunjung ke Jakarta pada Oktober 2023, dirinya sempat mengantarkan proposal untuk meminta pengembangan jaringan ke pihak PLN.

“Waktu itu direksinya masih Pak Eko Sulistio, tapi sama saja jawabannya sampai sekarang belum ada,” ucap dia.

Ia mencatat jarak dari kantor desa menuju dusun itu sekitar 3,875 kilometer. Kondisi jalan belum seluruhnya dibangun.

“Lebih kurang 2,5 kilometer yang masih jalan tanah,” jelasnya.

Bobi berjanji akan terus berupaya memerhatikan kebutuhan masyarakat secara merata. Hanya saja, proses pembangunan dilakukan secara bertahap mengingat keterbatasan anggaran. Tahun ini, sambung Bobi, alokasi dana desa untuk pembangunan fisik jalan sebesar Rp300 juta.

"Kami bagi adil dan merata Rp100 juta setiap dusun. Alasan dasarnya karena ruas jalan Desa Liakutu volume 11,675 kilometer semuanya butuh pembangunan mulai dari pintu masuk, tengah, dan ujung,” pungkasnya.

 

Respons PLN

PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Flores Bagian Timur akhirnya merespons keluhan warga Dusun Ndana, Desa Liakutu, Kecamatan Mego, Kabupaten Sikka, mengenai ketiadaan jaringan listrik di wilayah tersebut.

Manager PLN UP3 Flores Bagian Timur, Rully Agus Widanarto, mengungkapkan pihaknya telah melakukan survei di Desa Liakutu pada 5 Februari 2024. Namun, salah satu kendala yang dihadapi adalah akses yang masih berupa jalan tanah.

"Saat ini akses jalan ke desa tersebut masih berupa jalan tanah dan akan menyulitkan operasional kami saat musim hujan,” kata Rully, Kamis 27 Februari 2025.

Meskipun demikian, Rully menegaskan bahwa pembangunan jaringan listrik ke wilayah itu sudah dimasukkan dalam roadmap PLN.

“Lokasi ini sudah kami masukkan roadmap 2025-2026,” ujarnya.

Lanjutkan Membaca ↓
Loading

Video Pilihan Hari Ini

EnamPlus

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya