Liputan6.com, Jakarta Pada Selasa, 18 Maret 2025 kemarin, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan tajam sebesar 5,02% ke level 6.146,91 dari posisi pembukaan di 6.458,66.
Penurunan signifikan ini mendorong Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk menerapkan trading halt atau penghentian sementara perdagangan saham pada pukul 11.19 waktu Jakarta Automated Trading System (JATS).
Advertisement
Baca Juga
Secara garis besar, trading halt adalah penghentian atau pembekuan sementara perdagangan saham karena IHSG turun hingga batas tertentu. Trading halt dapat dilanjutkan menjadi trading suspend apabila bursa memutuskan pelaksanaan peragangan tidak mungkin untuk dilanjutkan pada hari bursa yang sama.
Advertisement
Ketentuan Trading Halt
Ketentuan teranyar mengenai trading halt termaktub dalam Surat Keputusan Direksi PT Bursa Efek Indonesia Nomor: Kep-00024/BEI/03-2020 tanggal 10 Maret 2020 perihal Perubahan Panduan Penanganan Kelangsungan Perdagangan di Bursa Efek Indonesia dalam Kondisi Darurat.
Dalam hal terjadi penurunan yang sangat tajam atas IHSG dalam satu hari bursa yang sama, bursa melakukan trading halt selama 30 menit apabila IHSG mengalami penurunan hingga lebih dari 5 persen.
Trading halt bisa kembali dilakukan selama 30 menit apabila IHSG mengalami penurunan lanjutan hingga lebih dari 10 persen, dan trading suspend apabila IHSG mengalami penurunan lanjutan hingga lebih dari 15 persen.
Sebagai catatan, trading halt dengan kondisi seluruh pesanan yang belum teralokasi (open order) akan tetap berada dalam JATS dan dapat ditarik (withdraw) oleh anggota bursa. Sementara trading suspend dengan kondisi seluruh pesanan yang belum teralokasi (open order) ditarik secara otomatis oleh JATS.
DPR Turun Tangan Sambangi Bursa
Menyikapi kondisi ini, Komisi XI DPR RI bersama dengan Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, turun tangan untuk menenangkan pasar dan memberikan dukungan terhadap langkah-langkah yang diambil oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) serta Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Dalam konferensi pers yang digelar di Gedung Bursa Efek Indonesia, perwakilan DPR menyatakan bahwa pemerintah akan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk memastikan stabilitas pasar modal.
Dasco menegaskan bahwa pelemahan IHSG ini bukan pertama kali terjadi dan merupakan bagian dari dinamika pasar. “Koreksi ini merupakan mekanisme otomatis yang juga pernah terjadi pada masa pandemi COVID-19. Kami ingin meyakinkan pasar bahwa pemerintah akan hadir untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan guna mengembalikan stabilitas pasar,” katanya, Selasa (18/3/2025).
Sementara itu, Direktur Utama BEI, Iman Rachman menjelaskan bahwa penurunan IHSG yang sempat mencapai 6% terjadi karena kombinasi faktor global dan domestik.
“Seperti kita ketahui, volatilitas pasar global akibat kebijakan moneter The Fed serta sentimen dari investor asing berkontribusi terhadap pergerakan indeks. Namun, secara fundamental, kinerja perusahaan di Indonesia tetap kuat,” ujar Iman pada kesempatan yang sama.
Advertisement
Investor Jangan Panik
DPR RI juga mengimbau agar investor tidak panik dan tetap tenang dalam menghadapi gejolak pasar ini. “Penurunan seperti ini adalah hal yang wajar, dan kami yakin pasar akan segera mengalami rebound dalam waktu dekat,” imbuh Dasco.
Bursa Efek Indonesia menambahkan bahwa meskipun terjadi koreksi tajam, perdagangan saham kembali berjalan normal setelah mekanisme trading halt dicabut. Saat penutupan sesi, IHSG mulai menunjukkan perbaikan.
Dengan langkah-langkah yang tengah diambil oleh pemerintah dan regulator pasar modal, diharapkan kepercayaan investor kembali pulih dan IHSG dapat kembali ke jalur positif dalam waktu dekat.
