Bursa Asia Lesu Jelang Pengumuman Tarif Trump

Indeks saham Nikkei 225 Jepang naik 0,06%. Sementara indeks Topix Jepang turun 0,3%. Indeks Kospi Korea Selatan naik 0,14% dan Kosdaq berkapitalisasi kecil cuma naik tipis 0,12%.

oleh Arthur Gideon Diperbarui 02 Apr 2025, 09:45 WIB
Diterbitkan 02 Apr 2025, 09:45 WIB
Ilustrasi bursa saham Asia (Foto by AI)
Ilustrasi bursa saham Asia (Foto by AI)... Selengkapnya

Liputan6.com, Jakarta - Bursa Saham di kawasan Asia dan Pasifik atau sering disebut Bursa Asia dibuka sedikit lebih tinggi pada perdagangan hari Rabu ini. Investor pasar modal saat ini tengah bersiap menghadapi pengumuman tarif dari Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

Mengutip CNBC, Rabu (2/4/2025), indeks saham Nikkei 225 Jepang naik 0,06%. Sementara indeks Topix turun 0,3%.

Indeks Kospi Korea Selatan juga naik 0,14% dan Kosdaq berkapitalisasi kecil cuma naik tipis 0,12%.

Indeks saham S&P/ASX 200 Australia diperdagangkan 0,63% lebih tinggi.

Indeks berjangka Hang Seng Hong Kong terakhir diperdagangkan pada 23.150, lebih rendah dari penutupan HSI pada hari Selasa sebesar 23.206,64.

Saham berjangka AS bergerak lebih tinggi karena Wall Street menunggu peluncuran tarif Presiden Donald Trump yang dijanjikan akan dilakukan pada hari Rabu waktu setempat.

Semalam di AS, tiga rata-rata utama ditutup beragam. Indeks S&P 500 naik 0,38% dan ditutup pada 5.633,07. Sementara Nasdaq Composite naik 0,87% dan berakhir pada 17.449,89. Dow Jones Industrial Average turun 11,80 poin atau 0,03% dan ditutup pada 41.989,96

Meskipun pasar kemungkinan akan bergejolak dalam waktu dekat, analis UBS memperkirakan arus berita akan menjadi "lebih positif" menjelang paruh kedua tahun ini.

"Kami pikir investor dapat menggunakan perubahan pasar untuk membangun eksposur jangka panjang. Oleh karena itu, investor harus mempertimbangkan untuk memanfaatkan penurunan pasar untuk membeli saham dan perusahaan AS yang terekspos AI," tulis bank investasi tersebut dalam sebuah catatan.

Bos Lembaga Pengawas Keuangan Korea Selatan Ingin Mengundurkan Diri

Gubernur Badan Pengawas Keuangan Korea Selatan Lee Bok-hyun ingin mengundurkan diri, demikian dilaporkan media lokal.

Lee Bok-hyun mengatakan bahwa dirinya telah memberitahu berbagai pimpinan lembaga keuangan dan juga dihubungi oleh sejumlah petinggi negara mengenai rencana pengunduran diri.  

“Saya memberi tahu Ketua Komisi Layanan Keuangan, Wakil Perdana Menteri Urusan Ekonomi dan Gubernur Bank Korea juga menghubungi saya dan memberi tahu saya bahwa situasi pasar sangat sulit dan saya tidak boleh bertindak gegabah,” kata Lee dalam sebuah acara berita.

Inflasi Korea Selatan

Inflasi Korea Selatan naik 2,1% tahun-ke-tahun pada bulan Maret, lebih tinggi dari 2% yang tercatat pada bulan Februari.

Angka ini juga lebih tinggi dari kenaikan 2% yang diharapkan oleh para ekonom yang disurvei oleh salah satu kantor berita internasional.

Inflasi inti di negara tersebut, yang tidak termasuk harga pangan dan energi, meningkat 1,9% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Lanjutkan Membaca ↓
Loading

Video Pilihan Hari Ini

Produksi Liputan6.com

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya