Apple Kembangkan Fitur Pendeteksi Kecemasan dan Depresi di iPhone

Apple dikabarkan sedang melakukan tes pada perangkat mereka, untuk mencoba mendeteksi masalah-masalah seperti depresi dan gangguan kognitif

oleh Giovani Dio Prasasti diperbarui 23 Sep 2021, 12:00 WIB
Diterbitkan 23 Sep 2021, 12:00 WIB
iPhone XS
iPhone XS Max, iPhone XS, dan iPhone XR di iBox (Liputan6.com/ Agustin Setyo W)

Liputan6.com, Jakarta - Apple dilaporkan tengah mengerjakan fitur untuk mendeteksi depresi, kecemasan, autisme, dan penurunan kognitif yang bisa berkembang menjadi Alzheimer atau demensia lainnya.

Laporan Wall Street Journal menyebutkan, deteksi depresi dan penurunan kognitif ini akan menggunakan data pribadi ekstensif yang dikumpulkan oleh sensor pada perangkat Apple seperti iPhone dan Apple Watch.

Dilansir New York Post, Rabu (22/9/2021), data-data yang dikumpulkan tersebut termasuk informasi pola tidur pengguna, aktivitas fisik, perilaku megnetik, dan lain-lain.

Mengutip Engadget, para peneliti berharap analisis data seperti mobilitas, pola tidur, dan bagaimana tipe seseorang bisa mendeteksi perilaku yang terkait dengan kondisi-kondisi kesehatan mental tersebut.

Pengukuran lain juga dapat mencakup analisis ekspresi wajah, detak jantung, dan pernapasan, yang semuanya diproses di perangkat tanpa data yang dikirim ke server Apple.

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

* Follow Official WhatsApp Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.


Lakukan Sejumlah Studi

Apple Watch Series 7 (Dok. Apple)
Apple Watch Series 7 (Dok. Apple)

Upaya itu kabarnya sedang digarap Apple bersama para peneliti di University of California, Los Angeles, Amerika Serikat. Penelitian yang dilakukan meliputi studi tentang stres, kecemasan, dan depresi.

Sebanyak 3.000 sukarelawan pengguna Apple Watch dan iPhone dipelajari data-datanya. Studi tersebut dikabarkan mulai pada 2021 ini. Fase pilot sudah dimulai 2020 melibatkan data dari 150 peserta. 

Selain itu, Apple diketahui berkolaborasi dengan Biogen Inc., untuk mempelajari penurunan kognitif. Apple juga disebut-sebut bekerja sama dengan Duke University. Tujuan studi ini adalah untuk mempelajari penggunaan kamera iPhone dalam mengamati perilaku fisik anak dan membantu mendeteksi autisme.

Meski begitu, studi-studi Apple ini dikabarkan masih ada di tahap penelitian awal. Belum jelas apakah proyek tersebut akan mengarah pada produk atau fitur yang diperkenalkan ke publik.

Belum ada komentar dari Apple atas pemberitaan tersebut.


Tidak Mengirim Data ke Perusahaan

Apple Resmi Rilis iPhone 13
Wakil presiden senior Pemasaran Seluruh Dunia Apple Greg Joswiak berbicara tentang iPhone 13 Pro baru selama acara khusus Apple di Cupertino, California (14/9/2021). iPhone 13, iPhone 13 Mini, iPhone 13 Pro, dan iPhone 13 Pro Max baru saja dirilis Apple. (Brooks Kraft/Apple Inc. /AFP)

Studi ini dilakukan di tengah studi lainnya, yang menyebut bahwa penggunaan perangkat berkontribusi pada masalah kesehatan mental penggunanya. 

Menurut sebuah sumber yang dikutip Wall Street Journal, Chief Operating Officer Apple Jeff Williams, yang mengepalai unit kesehatan perusahaan, mengatakan ke karyawannya bahwa mereka punya potensi untuk membantu mengatasi meningkatnya kecemasan dan depresi.

Terkait masalah privasi, sebuah dokumen yang ditinjau ke Wall Street Journal menyebutkan bahwa algoritma Apple akan bekerja secara lokal di perangkat pengguna, alih-alih mengirim data ke perusahaan.Hal ini karena Apple sempat mendapatkan protes usai pengumuman fitur pencegahan pelecehan anak, yang dikhawatirkan mengancam privasi penggunanya.


Infografis Keuntungan iPhone terhadap Apple

Infografis Keuntungan iPhone terhadap Apple (Liputan6.com/Abdillah)
Infografis Keuntungan iPhone terhadap Apple (Liputan6.com/Abdillah)
Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Video Pilihan Hari Ini

Video Terkini

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya