Pengamat: Reformasi Pengawasan OJK Jaga Kepercayaan Investor Pasar Modal

OJK kini bisa memantau seluruh kegiatan industri keuangan seperti di perbankan, pasar modal hingga asuransi secara terintegrasi.

oleh Maulandy Rizky Bayu Kencana diperbarui 28 Jul 2020, 13:55 WIB
Diterbitkan 28 Jul 2020, 13:55 WIB
20151104-OJK Pastikan Enam Peraturan Akan Selesai Pada 2015
Petugas tengah melakukan pelayanan call center di Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Jakarta. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta Pengamat Pasar Modal sekaligus Direktur PT Anugrah Mega Investama Hans Kwee mengapresiasi reformasi pengawasan pasar saham yang dilakukan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dia menilai upaya tersebut berhasil meningkatkan kepercayaan para investor di pasar modal.

Sebagai contoh, Hans mengatakan, pihak otoritas kini bisa memantau seluruh kegiatan industri keuangan seperti di perbankan, pasar modal hingga asuransi secara terintegrasi.

"Kita juga melihat reformasi pengawasan pasar modal ini cukup bagus dilakukan. OJK telah membuat formasi yang sangat bagus. Kalau kita lihat ada industri perbankan, pasar modal, asuransi, itu semua terintegrasi sekarang. Jadi pengawasan menyeluruh yang dilakukan OJK sangat bagus sekali," ujarnya dalam sesi webinar, Selasa (28/7/2020).

Selain itu, ia menyoroti beberapa upaya yang dilakukan OJK dalam mengawasi pergerakan pasar saham. Seperti lewat perizinan satu pintu dan pengawasan pasar secara real time.

"Sekarang kita juga lihat otoritas pengembangan perizinan yang satu pintu itu sangat bagus sekali. Kemudian pengawasan pasar dilakukan secara real time. Ini menurut kita reformasi yang dilakukan oleh OJK sangat mendukung sekali pasar," kata Hans.

 

Saksikan video pilihan berikut ini:


Trading Halt

20151104-OJK
Tulisan OJK terpampang di Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Jakarta. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Lebih lanjut, Hans juga menganggap kebijakan penyetopan sementara perdagangan saham (trading halt) yang dilakukan OJK bersama Bursa Efek Indonesia (BEI) bisa menjaga indeks harga di pasar modal tidak jatuh dalam saat pandemi ini.

Kebijakan itu disebutnya baik demi mencegah aksi membeo yang kerap dilakukan pelaku pasar (herding behaviour) dalam jual-beli sahamnya.

"Trading halt yang dipakai bursa dan otoritas itu berhasil menghalang harga turun terlalu jauh. Pola herding behaviour orang ikut-ikutan. Jadi kalau kita lagi trading, kita ikutan orang, orang cenderung ikut-ikutan beli dan jual," ujar dia.

Lanjutkan Membaca ↓
Loading

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya