Komdigi Blokir Jutaan Konten Ilegal, dari Judi Online hingga Hoaks

Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) berhasil memblokir lebih dari 5,7 juta konten judi online hingga Januari 2025. Upaya ini merupakan bagian dari langkah intensif untuk memberantas konten ilegal di Indonesia, dengan fokus utama pada konten judi online, pornografi, penipuan, dan hoaks.

oleh Hanz Jimenez Salim Diperbarui 23 Jan 2025, 10:00 WIB
Diterbitkan 23 Jan 2025, 10:00 WIB
Ilustrasi judi online
Ilustrasi judi online. Liputan6.com/Agustin Setyo Wardani... Selengkapnya

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) telah memblokir jutaan konten ilegal yang beredar di media sosial. Hingga 21 Januari 2025, total 5.707.952 konten judi online telah berhasil diblokir.

Hal ini disampaikan Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Kemkomdigi, Alexander Sabar dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Panitia Kerja (Panja) Judi Online Komisi I di Kompleks DPR RI, Jakarta Pusat, Rabu 22 Januari 2025.

"Sejak 2017 hingga sekarang, kami telah menangani jutaan konten judi online yang tersebar di berbagai situs dan aplikasi," ungkap Alexander Sabar, dilansir dari Antara, Kamis (23/1/2025).

Alexander menjelaskan, dari total 6.349.606 konten ilegal yang ditangani, konten judi online mendominasi penanganan Kemkomdigi. Selain itu, konten ilegal lainnya termasuk pornografi, penipuan, dan hoaks juga menjadi fokus penanganan.

Platform X menjadi sumber terbesar konten judi online dengan 1.429.063 temuan, diikuti oleh platform milik Meta dengan 735.503 konten, dan file sharing dengan 168.699 konten.

"Kemkomdigi mengandalkan tim pengendalian konten yang terdiri dari 113 personel, bekerja secara intensif 24/7 dalam tiga shift. Tim ini bertugas melakukan patroli siber, memblokir konten ilegal, menerima aduan masyarakat dan korporasi, serta menangani hoaks," jelas Alexander.

Tak hanya Kemkomdigi, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga telah memblokir 8.500 rekening bank terkait judi online (judol) sepanjang 2024. Angka ini menandai kenaikan dari 8.000 rekening laporan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) sebelumnya.

"OJK telah melakukan pemblokiran terhadap 8.500 rekening," ungkap Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae dalam dalam Konferensi Pers RDK Bulanan (RDKB) Desember 2024, yang disiarkan pada Selasa 7 Januari 2025.

Dian lebih lanjut mengatakan, pihaknya juga mengembangkan laporan terkait rekening judi online dengan meminta perbankan menutup rekening yang memiliki kesesuaian dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK) pihak terkait. Langkah lainnya, adalah Enhanced Due Diligence (EDD).

Selain itu, OJK juga berdiskusi dengan perbankan mengenai parameter yang dapat digunakan untuk deteksi awal rekening terindikasi judi online.

"Jadi dengan adanya perbaikan terhadap parameter-parameter yang digunakan untuk menangkap transaksi yang terkait dengan judi online ini, diharapkan ke depan tentu perbankan akan lebih sensitif dalam konteks mengidentifikasi dan juga melakukan langkah-langkah penindakan terhadap penutupan rekening," tutur Dian.

Adapun penguatan upaya pengawasan terhadap pemanfaatan rekening dormant atau rekening yang dicurigai memiliki indikasi kejahatan keuangan.

"Sekarang hampir seluruh bank saya kira sudah memiliki disiplin yang sangat ketat terkait dengan rekening dormant," ujar Dian.

 

Ikuti Kuis Cek Fakta Liputan6.com di Aplikasi Youniverse dan menangkan saldo e-money jutaan rupiah.

Caranya mudah:

* Gabung ke Room Cek Fakta di aplikasi Youniverse

* Scroll tab ke samping, klik tab “Campaign”

* Klik Campaign “Kuis Cek Fakta”

* Klik “Check It Out” untuk mengikuti kuisnya

 

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi patner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.

Lanjutkan Membaca ↓
Loading

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya