Finlandia Tutup 4 Perbatasannya dengan Rusia untuk Hentikan Arus Migran

Finlandia menuduh Rusia menyalurkan migran ke penyeberangan sebagai pembalasan atas keputusan mereka meningkatkan kerja sama pertahanan dengan Amerika Serikat (AS).

oleh Khairisa Ferida diperbarui 18 Nov 2023, 17:17 WIB
Diterbitkan 18 Nov 2023, 17:17 WIB
Potret Migran dari Timur Tengah di Perbatasan Belarusia – Polandia
Migran dari Timur Tengah dan tempat lain berkumpul di perbatasan Belarus-Polandia dekat Grodno, Belarus, Senin (8/11/2021). Polandia meningkatkan keamanan di perbatasannya dengan Belarus, di perbatasan timur Uni Eropa. (Leonid Shcheglov/BelTA via AP)

Liputan6.com, Helsinki - Finlandia memasang penghalang di empat penyeberangan di perbatasannya dengan Rusia mulai Jumat (17/11/2023) tengah malam. Langkah tersebut diambil dalam upaya membendung peningkatan migran yang menurut Finlandia direncanakan oleh Rusia.

Helsinki menuduh Moskow menyalurkan migran ke penyeberangan sebagai pembalasan atas keputusan mereka meningkatkan kerja sama pertahanan dengan Amerika Serikat (AS).

Penjaga Perbatasan Finlandia menjelaskan bahwa penghalang akan dipasang di empat dari sembilan penyeberangan dengan Rusia, yakni di Vaalimaa, Nuijamaa, Imatra, dan Niirala.

"Tujuan kami adalah menggunakan perangkat penghalang untuk mencegah masuknya (migran)," kata Kepala Urusan Internasional Penjaga Perbatasan Matti Pitkaniitty, seperti dilansir CNA, Sabtu (18/11).

"Langkah-langkah tersebut merupakan respons terhadap perubahan kebijakan perbatasan Rusia."

Sementara itu, juru bicara Kremlin Dmitry Peskov seperti dilansir kantor berita TASS mengatakan pada Jumat bahwa Finlandia membuat kesalahan besar dengan memilih jalur konfrontasi dengan Rusia.

"(Seseorang hanya bisa) mengungkapkan penyesalan mendalam bahwa pemerintah Finlandia telah mengambil jalan yang menghancurkan hubungan bilateral," kata Peskov.

* Follow Official WhatsApp Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.


300 Migran Tiba di Finlandia dalam Sepekan

Potret Migran dari Timur Tengah di Perbatasan Belarus – Polandia
Migran dari Timur Tengah dan tempat lain berkumpul di perbatasan Belarus-Polandia dekat Grodno, Belarus, Senin (8/11/2021). Polandia meningkatkan keamanan di perbatasannya dengan Belarus, di perbatasan timur Uni Eropa. (Leonid Shcheglov/BelTA via AP)

Menurut Penjaga Perbatasan, sekitar 300 pencari suaka, sebagian besar dari Irak, Yaman, Somalia, dan Suriah, tiba di Finlandia pekan ini.

"Hampir 100 orang telah memasuki Finlandia dari Rusia pada tengah hari pada hari Jumat saja," kata para pejabat.

Finlandia berbagi perbatasan sepanjang 1.340 km dengan Rusia yang juga berfungsi sebagai perbatasan luar Uni Eropa.

Helsinki membuat marah Moskow ketika bergabung dengan NATO pada April setelah puluhan tahun negara itu tidak memihak.


Finlandia Berkewajiban Lindungi Pencari Suaka

Potret Migran dari Timur Tengah di Perbatasan Belarusia – Polandia
Anak-anak migran bermain di pohon saat berkumpul di perbatasan Belarus-Polandia dekat Grodno, Belarus, Senin (8/11/2021). Selama berbulan-bulan di mana rezim otokratis Belarus telah mendorong para migran untuk secara ilegal memasuki Uni Eropa. (Leonid Shcheglov/BelTA via AP)

"Mulai Sabtu, pencari suaka yang tiba melalui Rusia hanya akan diizinkan menyerahkan permohonan mereka di dua penyeberangan perbatasan utara, yaitu di Salla dan Vartius," kata Pitkaniitty.

Ombudsman Finlandia untuk non-diskriminasi mengatakan pada Kamis (16/11) bahwa Helsinki masih memiliki kewajiban berdasarkan perjanjian internasional dan hukum Uni Eropa untuk mengizinkan pencari suaka mencari perlindungan.

Adapun Badan Perbatasan Uni Eropa, Frontex, mengungkapkan kepada Reuters bahwa pihaknya akan mengirim petugas ke Finlandia untuk membantu menjaga perbatasan.

"Kami ... sedang bersiap memberikan bantuan segera melalui pengerahan tambahan perwira korps tetap kami," kata juru bicara Frontex melalui email.

Infografis Larangan Aplikasi TikTok di 10 Negara Plus Uni Eropa. (Liputan6.com/Trieyasni)
Infografis Larangan Aplikasi TikTok di 10 Negara Plus Uni Eropa. (Liputan6.com/Trieyasni)
Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Video Pilihan Hari Ini

Video Terkini

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya