Gus Baha Mengungkap Ibadah Terbaik dan Seburuk-buruk Dosa, Ternyata..

Gus Baha ungkap ibadah terbaik dan amalan yang menyebabkan manusia mendapatkan seburuk-buruk dosa.

oleh Liputan6.com diperbarui 27 Agu 2024, 05:30 WIB
Diterbitkan 27 Agu 2024, 05:30 WIB
Gus Baha (SS: YT Short @khairazzaadittaqwa)
Gus Baha (SS: YT Short @khairazzaadittaqwa)

Liputan6.com, Cilacap - Ulama Ahli Al-Qur’an dan Kitab Turats Klasik asal Kota yang berjuluk The Cola of Java, Rembang, KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau Gus Baha mengungkapkan ibadah terbaik dan seburuk-buruk dosa.

Dalam membahas masalah ini, Gus Baha tidak sembarangan dan bukan berdasarkan pendapatnya sendiri, namun hal ini merupakan sesuatu yang telah disepakati oleh para ulama.

Gus Baha mengingatkan pentingnya mengetahui hal ini sebab boleh jadi seseorang yang tergolong alim dan sholeh dapat terjerumus untuk melakukan hal yang terkategori sebagai seburuk-buruk dosa.

Lantas, amalan apa saja yang tegolong sebagai ibadah terbaik dan amalan apa yang menyebabkan manusia terkategori sebagai orang yang melakukan seburuk-buruknya dosa?

Simak ulasan santri kesayangan Mbah Moen ini.

 

* Follow Official WhatsApp Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

Simak Video Pilihan Ini:


Dermawan Ibadah Terbaik

Ilustrasi sedekah
Ilustrasi sedekah. (Photo copyrigt by Freepik)

Gus Baha memaparkan bahwa ibadah terbaik ialah jika seseorang bersikap dermawan. Dermawan ialah salah satu sifat terpuji yakni suka memberi sesuatu yang berguna kepada orang lain.

“Maka semua ulama sepakat ibadah terbaik adalah menjadi dermawan,” terang Gus Baha dengan mantap sebagaimana dikutip dari tayangan YouTube Short @SudarnoPranoto, Senin (26/08/2024).

Gus Baha tak lupa menyertakan alasan perihal dermawan merupakan ibadah terbaik. Menurutnya, dermawan sebagai ibadah terbaik karena dilakukan oleh orang yang salah atau jahat sekalipun tetap benar.

“Karena meskipun dilakukan oleh orang yang salah, tetap benar,” paparnya.


Pelit Seburuk-buruk Dosa

5 Zodiak yang Perhitungan alias Pelit, Virgo Masuk Daftar
Ilustrasi pelit, nabung, zodiak, pria. (Freepik)

Dalam kesempatan yang bersamaan, kiai yang lekat dengan kemeja putih dan peci hitam ini juga menerangkan perihal seburuk-buruk dosa. Menurutnya perilaku yang terkategori sebagai dosa besar ialah pelit.

“Seburuk-buruk dosa ialah pelit," tandasnya.

Beliau mengatakan alasannya sebab pelit dilakukan oleh siapapaun, termasuk di dalamnya dilakukan oleh orang sholeh seperti ulama atau kiai tetap terkategori sebagai perbuatan yang salah. Hal ini menurutnya sebagaimana dipaparkan oelh para ulama

“Sebab dilakukan oleh orang sholeh sekalipun tetap salah,” terangnya.

“Entahlah, apakah para ulama ada kepentingan atau tidak, saya tidak tahu, tapi perkataan mereka begitu,” sambungnya.


Kisah Orang Dermawan dan Pelit

Jelajahi gurun pasir terkenal di dunia
Jelajahi gurun pasir terkenal di dunia, credit: OK Bank

Lebih lanjut Gus Baha juga membeberkan kisah orang dermawan dan pelit. Menurutnya contoh kisah ini sangat relevan dengan materi pembahasan.

Untuk memberikan contoh orang sholah yang pelit, Gus Baha mengisahkan Tsa'labah di mana ia seorang yang rajin beribadah namun memiliki sifat pelit.

Smeentara contoh kedua, ialah perihal seorang pelacur yang dermawan sebab dirinya mau memberi minum anjing yang dalam kondisi kehausan. 

“Kalau melihat contohya kan begini, Tsa’labah itu orang benar, sering ke masjid tapi pelit, orang Majusi keliru, gara-gara dermawan benar,” paparnya.

“Bahkan ketika pelacur memberi minum anjing, sudah keliru semua itu,” sambungnya.

“Ini hadis shohih luh, yang memberi pelacur dan yang diberi anjing,” tandasnya.

“Itu pun tetap dianggap benar karena dermawan,” pungkasnya.

Penulis: Khazim Mahrur / Madrasah Diniyah Miftahul Huda 1 Cingebul

Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Video Pilihan Hari Ini

Video Terkini

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya