Porsche Human Performance, Optimalkan Fisik untuk Jadi Pembalap

Selain teknik mengendarai mobil, hal yang tidak kalah pentingnya adalah menyiapkan fisik dan mental sang pengemudi

oleh Amal Abdurachman diperbarui 06 Jul 2017, 15:36 WIB
Diterbitkan 06 Jul 2017, 15:36 WIB
Porsche
Porsche Media Driving Academy 2017 yang berlangsung di Sepang, Malaysia. (Amal/Liputan6.com)

Liputan6.com, Sepang - Ajang Porsche Media Driving Academy 2017 yang berlangsung di Sepang, Malaysia, dari 4-6 Juli 2017 mengajarkan langkah-langkah untuk menjadi seorang pembalap. Selain teknik mengendarai mobil, hal yang tidak kalah pentingnya adalah menyiapkan fisik dan mental sang pengemudi.

Sports Science Consultant Porsche MDA Roman Engel mengatakan, seperti layaknya mobil, manusia yang mengemudikan harus dipersiapkan secara optimal. "Agar dapat mengendarai mobil dalam kecepatan tinggi, namun tetap fokus, dan kuat dalam waktu yang lama," katanya. Demikian sebagaimana dilaporkan reporter Liputan6.com Amal Abdurahman langsung dari Malaysia.

Porsche Human Performance dibagi menjadi empat kategori, yaitu Wellness, Motorsport Fitness, Nutrition/Hydration, dan Media Academy Program.

Wellness terdiri dari blood pressure, body fat, Body Mass Index, Blood Glucose & cholesterol, body composition analysis, grip strength, dan vision & reaction.

Motorsport fitness meliputi strength & conditioning, persiapan psikologi maupun mental, pelatihan speed, power, agility, & reaksi, koordinasi tangan dengan mata, pengembangan kelenturan, dan kekuatan menahan hawa panas.

Nutrition/hydration terdiri dari manajemen berat badan, pembentukan otot, meningkatkan kapasitas energi, dan pemilihan makanan untuk latihan.

Dan yang terakhir adalah Media Academy Program, yang bertujuan untuk melatih sang pembalap sesuai dengan kemampuan yang dibutuhkan.

Ditanya hal yang paling menantang selama menjalankan program pelatihan untuk pembalap, Roman Engel menyebut, salah satu hal yang sangat sulit adalah program menurunkan berat badan. Karena setiap orang memiliki karakteristik tubuh yang berbeda, dan tidak bisa diterapkan kepada semua orang.

"Misalkan diet karbohidrat mengganti nasi dengan kentang, saya pikir tidak akan berjalan optimal untuk semua orang." katanya.

 

 

Yuk simak video menarik di bawah ini:

* Follow Official WhatsApp Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Video Pilihan Hari Ini

Video Terkini

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya