IHSG Meroket 4,03 Persen, Investor Asing Beli Saham Rp 3,25 Triliun

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melonjak 4,03 persen ke posisi 6.510,62 pada perdagangan 24-27 Maret 2025.

oleh Agustina Melani Diperbarui 29 Mar 2025, 11:02 WIB
Diterbitkan 29 Mar 2025, 11:02 WIB
IHSG Meroket 4,03 Persen, Investor Asing Beli Saham Rp 3,25 Triliun
Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat kenaikan signifikan pada 24-27 Maret 2025. Kenaikan IHSG didorong aliran dana yang masuk ke saham. (Liputan6.com/Angga Yuniar)... Selengkapnya

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat kenaikan signifikan pada 24-27 Maret 2025. Kenaikan IHSG didorong aliran dana yang masuk ke saham.

Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Sabtu (29/3/2025), IHSG melonjak 4,03 persen ke posisi 6.510,62. Pada pekan lalu, IHSG susut 3,95 persen ke posisi 6.258,17.

Kapitalisasi pasar juga melonjak 2,81 persen menjadi Rp 11.126 triliun dari Rp 10.822 triliun pada pekan lalu. Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, IHSG menguat 4,03 persen dan disertai aliran dana yang masuk mencapai Rp 3,25 triliun. Penguatan IHSG didorong sejumlah faktor. Pertama, mulai masuknya kembali aliran dana investor asing ke IHSG.

Kedua, ada aksi korporasi emiten perbankan terutama kapitalisasi besar seiring adanya pembagian dividen. “Ketiga, ada pengumuman pengurus Danantara di mana juga diperkirakan menjadi sentimen positif dan mengangkat beberapa emiten BUMN, meskipun demikian investor juga akan mencermati dan menanti akan kinerja dari Danantara sendiri,” ujar dia saat dihubungi Liputan6.com.

Keempat, Herditya menuturkan, menuturkan, gejolak politik yang berkembang di dalam negeri juga menjadi perhatian investor. Kelima, waktu perdagangan yang cenderung sempit dalam menyambut libur Nyepi dan Lebaran.

“Keenam, dari global, investor juga mencermati akan perkembangan dari Amerika Serikat yang akan mengenakan tarif lanjutan yang akan diumumkan pada 2 April mendatang,” tutur dia.

Adapun peningkatan tertinggi terjadi pada rata-rata nilai transaksi harian bursa selama sepekan. Rata-rata nilai transaksi harian bursa melonjak 22,26 persen menjadi Rp 18,60 triliun dari Rp 15,21 triliun pada pekan sebelumnya.

Sementara itu, rata-rata volume transaksi harian bursa pekan ini yang turun 8,6 persen menjadi 18,77 miliar saham dari 20,53 miliar saham. Rata-rata frekuensi transaksi harian bursa terperosok 16,16 persen menjadi 1,02 juta kali transaksi dari 1,21 juta kali transaksi pada pekan lalu. Investor asing membeli saham Rp 3,25 triliun selama sepekan. Kondisi ini berbeda dari pekan lalu terjadi aksi jual saham Rp 7,13 triliun.

Promosi 1

IHSG Anjlok 3,95 Persen pada 17-21 Maret 2025

IHSG Awal Pekan Ditutup di Zona Hijau
Pejalan kaki duduk di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di kawasan Jakarta, Senin (13/1/2020). IHSG sore ini ditutup di zona hijau pada level 6.296 naik 21,62 poin atau 0,34 persen. (Liputan6.com/Angga Yuniar)... Selengkapnya

Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok pada perdagangan 17-21 Maret 2025. Koreksi IHSG terjadi di tengah sentimen domestik dan global.

Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Sabtu, (22/3/2025), IHSG tersungkur 3,95 persen ke posisi 6.258,17. Koreksi IHSG sepekan lebih besar dari pekan lalu. Pada pekan lalu, IHSG turun 1,8 persen ke posisi 6.515,63. Kapitalisasi pasar bursa anjlok 3,68 persen menjadi Rp 10.822 triliun dari Rp 11.235 triliun pada pekan lalu.

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksono menuturkan, IHSG merosot didorong sejumlah sentimen. Pertama, the Federal Reserve (the Fed) atau bank sentral Amerika Serikat masih cenderung hawkish dan mempertahankan suku bunga acuan di 4,5 persen. Namun, the Fed beri sinyal pemangkasan suku bunga sebanyak dua kali pada 2025.

Kedua, the Fed juga menurunkan proyeksi ekonomi Amerika Serikat (AS) dan meningkatkan estimasi inflasi AS akibat dari kebijakan tarif impor AS yang akan menimbulkan ketidakpastian dan perlambatan ekonomi AS.

Ketiga, eskalasi geopolitik di Timur Tengah seiring meningkatnya ketegangan antara AS dan Yaman yang akan berimbas terhadap kenaikan harga minyak mentah. “Hal ini disebabkan karena ada kekhawatiran akan terganggunya rantai pasokan minyak,” ujar dia saat dihubungi Liputan6.com.

 

Sentimen Lainnya

FOTO: PPKM, IHSG Ditutup Menguat
Pialang tengah mengecek Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Jakarta, Kamis (9/9/2021). IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis sore ditutup menguat 42,2 poin atau 0,7 persen ke posisi 6.068,22 dipicu aksi beli oleh investor asing. (Liputan6.com/Angga Yuniar)... Selengkapnya

Keempat, masih ada kecenderungan outflow atau aliran dana investor asing yang keluar dari IHSG. “Disebabkan oleh ada isu reshuffle kabinet, meskipun hal itu sudah dibanta oleh istana dan Sri Mulyani, tetapi outflow asing secara YTD tercatat Rp 30,82 triliun,” kata dia.

Kelima, Herditya menuturkan, diperkirakan belum menarik iklim investasi di Indonesia terutama setelah ada downgrade dari Morgan Stanley dan Goldman Sachs.

“Hal tersebut nampaknya diperkuat dengan ada spekulasi yang beredar di mana ada pergerakan bigfund yang memindahkan aset dari Indonesia ke China,” kata dia.

 

Infografis Efek Donald Trump Menang Pilpres AS ke Perekonomian Global
Infografis Efek Donald Trump Menang Pilpres AS ke Perekonomian Global. (Liputan6.com/Abdillah)... Selengkapnya
Lanjutkan Membaca ↓
Loading

Video Pilihan Hari Ini

Produksi Liputan6.com

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya