Libra, Mata Uang Kripto Besutan Facebook

Facebook akhirnya memperkenalkan mata uang kripto (cryptocurrency) miliknya yang diberi nama Libra.

oleh Agustinus Mario Damar diperbarui 19 Jun 2019, 13:00 WIB
Diterbitkan 19 Jun 2019, 13:00 WIB
Mark Zuckerberg
Mark Zuckerberg, Founder sekaligus CEO Facebook, banyak disalahkan sebagian pihak karena membiarkan penggunanya membagikan tautan berita hoax di Facebook. (Doc: Wired)

Liputan6.com, Jakarta - Facebook akhirnya resmi memperkenalkan mata uang kripto (cryptocurrency) besutannya yang diberi nama Libra. Melalui mata uang digital ini, Facebook memungkinkan pengguna untuk bertransaksi di seluruh dunia.

Dikutip dari The Guardian, Rabu (19/6/2019), kehadiran Libra menjadi upaya Facebook untuk menjangkau pengguna yang belum memiliki akun perbankan tradisional.

Teknologi ini akan hadir sebagai aplikasi mandiri tersedia di platform lain milik Facebook, seperti WhatsApp dan Messenger. Rencananya, Libra akan tersedia di dua platform tersebut pada 2020.

Menurut Facebook, Libra dapat dipakai pengguna untuk berkirim uang maupun membayar jasa dan barang. Layanan ini akan memiliki dengan mata uang tersendiri dan tidak menggunakan mata uang lokal.

Adapun mata uang yang ditetapkan di Libra didasarkan pada Libra Association, sebuah asosiasi bentukan Facebook yang terdiri dari perusahaan keuangan, lembaga nirlaba, termasuk perusahaan dagang.

Setiap perusahaan yang ingin bergabung asosiasi ini masing-masing berkontribusi USD 10 juta sebagai modal. Beberapa perusahaan yang terlibat adalah Mastercard, PayPal, Coinbase, dan eBay.

Meski dibentuk Facebook, raksasa media sosial itu menyebut bahwa Libra akan berdiri sebagai perusahaan mandiri dan tidak terikat dengan pemerintah. Yayasan ini memiliki kantor pusat di Jenewa, Swiss.


Pakai Teknologi Sendiri

Ilustrasi Facebook
Ilustrasi Facebook - Media sosial (Foto: Unsplash.com/Con Karampelas)

Berbeda dari bitcoin dan cryptocurrency lain, Libra terikat dengan sejumlah aset global. Hal ini dilakukan untuk mencegah Libra memiliki tingkat volalilitas tinggi.

Facebook juga membangun mata uang ini dari teknologi blockhain yang dibuat sendiri. Dengan cara ini, perusahaan dapat meningkatkan skala penggunaan yang lebih luas secara cepat.

Selain itu, Libra juga berbeda dari cryptocurrency yang terbuka dan dapat diakses siapa saja. Teknologi Libra bersifat tertutup dan hanya sejumlah orang saja yang dapat menjalankannya termasuk melakukan verifikasi transaksi.


Rilis Lebih Cepat dari Perkiraan

Facebook
Ilustrasi Facebook (iStockPhoto)

Kehadiran cryptocurrency milik Facebook memang sudah dilaporkan akan lebih cepat dari jadwal sebelumnya, yakni 2020. 

Menurut informasi dari The Information, pegawai Facebook yang bekerja di proyek Libra, proyek mata uang kripto Facebook, nantinya bisa memilih untuk digaji melalui token cryptocurrency.

Dilansir dari The Verge, Senin (10/6/19), cryptocurrency ini nantinya juga bisa digunakan saat mata uang nasional mengalami volatilitas, karena mata uang digital ini merupakan stable coin.

Stable coin sendiri adalah mata uang kripto yang nilainya dipatok mata uang seperti dolar AS, Euro dan Yen sehingga nilainya lebih stabil dan tidak naik turun.

Token mata uang ini nantinya bisa digunakan di produk Facebook seperti WhatsApp, Messenger hingga fitur shopping di Instagram. Bahkan, Facebook bakal membuatkan ATM khusus buat mata uang digital ini. 

(Dam/Isk)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: 

Lanjutkan Membaca ↓
Loading

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya