Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Perhubungan telah mengubah penetapan tarif untuk para pengguna KRL Jabodetabek. Sebelumnya, landasan perhitungan adalah jumlah stasiun yang dilewati, saat ini landasan perhitungan adalah jarak tempuh.
‎Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api Kementerian Perhubungan, Hanggoro Budi Wiryawan menjelaskan, penetapan tarif tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Perhubungan (PM) 17 tahun 2015.
"‎Selama ini masyrakat membayar per jumlah stasiun, di peraturan menteri yang baru ini kami kembalikan kepada formula bahwa perhitungan tarif KRL jabodetabek berdasarkan jarak," kata dia di Kantor Kemenhub, Jakarta, Jumat (27/2/2015).
Alasan penggantian penentuan tarif tersebut yaitu adanya audiensi antara Kementerian Perhubungan dengan pihak KAI melalui PT KAI Commuter Jabodetabek dimana dengan cara itu akan lebih fair baik untuk penumpang maupun operator.
Hanggoro menambahkan, secara keseluruhan untuk perjalanan KRL tidak banyak yang berubah. Namun begitu tetap ada beberapa perjalanan yang menjadi lebih murah bahkan ada yang lebih mahal.
"Misalnya dari Bekasi ke Manggarai, itu yang sebelumnya Rp 3.000 menjadi Rp 2.500 per penumpang, untuk yang naik itu misalnya ke koridor barat seperti ke Tangerang," tegas dia.
Pemberlakukan tarif berdasarkan jarak tempuh penumpang tersebut dikatakan Hanggoro akan mulai diterapkan pada 1 April 2015 berbarengan dengan penerapan tarif baru untuk harga tiket KA ekonomi jarak jauh.
Seperti diketahui, Kementerian Perhubungan mengeluarkan amandemen Peraturan Menteri (PM) No 5 Tahun 2014 menjadi PM No 17 Tahun 2015 mengenai kontrak Public Service Obligation (PSO). Dengan amandemen tersebut maka harga tiket KA kelas ekonomi jarak jauh naik rata-rata mencapai 30 persen.
"Sebagaimana diketahui, kontrak PSO 2015 masih dihutung berdasarkan tarif yang lama, sekarang sudah muncul perhitungan tarif yang baru," kata Hanggoro Budi Wiryawan, Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api Kemenhub di kantornya, Jumat (27/2/2015).
Meski harga tiket mengalami kenaikan, Hanggoro menegaskan harga tiket tersebut masih mendapatkan subsidi yang akan berlaku hingga 31 Desember 2015.
PM 17 ini dijadwalkan akan mulai diberlakukan mulai 1 April 2015. Dengan begitu masyarakat Indonesia sudah dapat membeli tiket KA per 1 Maret 2015 dengan harga baru. (Yas/Gdn)
Penentuan Tarif KRL Jabodetabek Kini Berdasarkan Jarak Tempuh
Ada beberapa perjalanan yang menjadi lebih murah tetapi juga ada yang lebih mahal.
diperbarui 27 Feb 2015, 16:01 WIBDiterbitkan 27 Feb 2015, 16:01 WIB
Puluhan penumpang turun dari krl Commuter line di Stasiun Kota, Jakarta, Jumat (26/12/2014). (Liputan6.com/Faizal Fanani)
Advertisement
Video Pilihan Hari Ini
Video Terkini
powered by
POPULER
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
Berita Terbaru
Skuad Jakarta LavAni Livin Transmedia di PLN Mobile Proliga 2025, Ada Legenda Voli Amerika Serikat
Sheila On 7 Hingga Denny Caknan Siap Meriahkan Big Bang Festival 2024
Prabowo Akan Maafkan Koruptor yang Kembalikan Uang Rakyat, Golkar: Terobosan Hukum yang Bagus
Lima Tanda Pria Jatuh Cinta, Bukan Hanya Karena Wajah Cantikmu
Victor Lindelof Kembali Terkapar, Krisis Cedera Manchester United Makin Serius
Pemkab Banyuwangi Usulkan UMK 2025 Naik 6,5 Persen Jadi Rp2,81 Juta
Sinopsis dan Jadwal Tayang Drama Korea Love Scout di Vidio
Fungsi Iris: Peran Penting Bagian Mata dalam Penglihatan
5 Tanda Jodohmu Sudah Dekat, Apakah Kamu Mengalaminya?
Pidato Terakhir Tumpak Hatorangan sebagai Dewas KPK: Ada yang Salah di Negeri Ini
Kapal Nelayan Tenggelam di Perairan Luwuk, 20 Orang Berhasil Dievakuasi
Jangan Sembarangan! Ini 6 Kondisi yang Diperbolehkan Tayamum