Angkut 1,6 Juta Orang Saat Lebaran, Ketepatan Waktu Lion Air Meningkat

Maskapai Lion Air telah mengangkut 1,6 juta penumpang selama arus mudik dan balik Lebaran 2018.

oleh Pramita Tristiawati diperbarui 28 Jun 2018, 14:10 WIB
Diterbitkan 28 Jun 2018, 14:10 WIB
Lion Air Buka Rute Penerbangan Charter Jakarta-Sanya Tiongkok
Lion Air Ajak Mahasiswa Malaysia Keliling Indonesia

Liputan6.com, Jakarta - Maskapai Lion Air telah mengangkut 1,6 juta penumpang selama arus mudik dan balik Lebaran 2018. Dalam masa arus Lebaran, Lion Air mengaktifkan tiga unit Airbus A330-200 dengan kapasitas besar untuk mengangkut jutaan penumpang ke beberapa bandara besar di Indonesia.

"Pesawat itu untuk melayani beberapa bandara. Sekali angkut bisa sampai 500 penumpang. Beberapa rutenya Batam, Padang, dan Denpasar," kata Edward Sirait, Direktur Utama Lion Air Grup, Kamis (28/6/2018).

Pesawat wide body benar-benar membantu pengangkutan Lebaran kali ini. Buktinya, baik saat arus mudik maupun balik, semua kursi penumpang terisi penuh.

Oleh karena itu, pada periode libur Lebaran atau 6 sampai 24 Juni lalu, Edward mencatat Lion Grup menambah 20 ribu kursi. Total penumpang yang diangkut oleh maskapai tersebut selama layanan Lebaran mencapai 1,6 juta penumpang.

"Hal ini menunjukkan ada kenaikan bila dibandingkan dengan tahun lalu pada periode yang sama atau libur Lebaran, yaitu sebesar 9 persen," tutur Edward.

 

* Follow Official WhatsApp Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.


Tidak Ada Pembatalan

Boeing 737 MAX-8 pertama di Indonesia yang dioperasikan oleh Lion Air.
Boeing 737 MAX-8 pertama di Indonesia yang dioperasikan oleh Lion Air.

Selain jumlah penumpang dan ekstra flight yang terpakai semua, Edward pun mengklaim ketepatan waktu terbang lebih baik bila dibandingkan sebelumnya. Setidaknya, pada periode ini tidak ada calon penumpang yang membatalkan keberangkatan.

"Tapi bukan berarti kami tidak berbenah. Kami tetap lakukan yang terbaik, semua semaksimal mungkin," katanya.

Dia pun mengakui, libur Lebaran yang lebih panjang sangat membantu maskapai dalam mengurai penumpang dan mengontrol jam terbang, sehingga tidak ada peak season dalam arus mudik dan balik di tahun ini.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Video Pilihan Hari Ini

Video Terkini

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya