Fakta-Fakta tentang Logam Mulia dan Kegunaannya dalam Berbagai Bidang

Logam mulia: Apa itu, logam apa saja yang termasuk, dan mengapa harganya selangit? Temukan jawabannya di sini!

oleh Hanz Jimenez Salim Diperbarui 26 Mar 2025, 14:23 WIB
Diterbitkan 24 Mar 2025, 20:00 WIB
Harga Emas Hari Ini Stabil
Karyawati menunjukkan replika emas logam mulia di Butik Emas LM ANTAM, Jakarta,Senin (19/10).Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau emas Antam pada perdagangan Senin, 19 Oktober 2020, stabil sejak dua hari lalu. "Harga emas batangan satu gram Rp 1.008.000. (Liputan6.com/Angga Yuniar)... Selengkapnya

Liputan6.com, Jakarta - Logam mulai merupakan salah satu komoditas yang diperdagangkan dan memiliki nilai ekonomi tinggi. Logam mulia memiliki berbagai jenis, namun yang paling populer dan memiliki nilai ekonomi tinggi yaitu emas, perak, dan platinum.

Alasan mengapa logam mulia memiliki nilai ekonomi tinggi karena kelangkaannya, sifat fisiknya yang istimewa, dan sejarah panjang penggunaannya sebagai perhiasan dan mata uang.

Dikutip dari berbagai sumber, logam mulia adalah logam yang tahan terhadap karat dan oksidasi, serta memiliki keindahan alami yang membuatnya dihargai selama berabad-abad. Sifat-sifat ini, dikombinasikan dengan kelangkaannya di alam, membuat logam mulia menjadi komoditas berharga dan menjadikannya sebagai investasi yang menarik.

Nilai logam mulia tidak hanya ditentukan oleh aspek fisiknya, tetapi juga dipengaruhi oleh faktor-faktor sosial dan ekonomi, seperti kepercayaan masyarakat dan fluktuasi pasar. Definisi logam mulia sebenarnya cukup kompleks dan bisa dilihat dari beberapa sudut pandang.

Beberapa ahli mendefinisikannya berdasarkan sifat fisiknya, yang tahan terhadap korosi dan oksidasi, sementara yang lain mengklasifikasikannya berdasarkan posisi mereka dalam tabel periodik unsur, yaitu sebagai logam transisi. Namun, definisi yang paling umum diterima adalah berdasarkan nilai ekonomi dan kelangkaannya di alam.

Kelompok logam mulia mencakup beberapa elemen, yang paling terkenal adalah emas (Au), perak (Ag), platinum (Pt), dan paladium (Pd). Keempat logam ini sering disebut sebagai empat logam mulia utama, dan memiliki nilai ekonomi tinggi.

Selain keempat logam tersebut, ada juga logam mulia lainnya seperti iridium (Ir), osmium (Os), ruthenium (Ru), rhodium (Rh), dan rhenium (Re). Meskipun tembaga (Cu) juga termasuk dalam golongan logam transisi, ia umumnya tidak dikategorikan sebagai logam mulia karena sifatnya yang lebih reaktif.

Meskipun termasuk dalam golongan logam transisi, tidak semua logam transisi dikategorikan sebagai logam mulia. Hal ini dikarenakan hanya logam-logam tertentu yang memiliki kombinasi sifat yang membuatnya tahan terhadap korosi dan oksidasi, serta memiliki keindahan dan kelangkaan yang membuatnya bernilai tinggi. Sifat inilah yang membuat logam mulia menjadi incaran banyak orang, baik sebagai perhiasan, investasi, maupun bahan baku industri.

Kemurnian logam mulia biasanya dinyatakan dalam karat (untuk emas) atau persentase (untuk logam mulia lainnya). Emas 24 karat misalnya, menandakan emas dengan kemurnian 99,9 persen. Semakin tinggi kadar kemurnian, semakin tinggi pula nilai ekonominya.

Promosi 1

Kegunaan Logam Mulia dalam Berbagai Bidang

Harga Emas Antam Kembali Turun
Petugas menunjukkan sampel logam mulia di Butik Emas Antam, Jakarta, Kamis, (23/7/2020). Usai cetak rekor ke posisi termahalnya di Rp 982 ribu, harga emas PT Aneka Tambang Tbk (Emas Antam) kembali turun Rp 5.000 menjadi Rp 977 ribu per gram pada perdagangan hari ini. (Liputan6.com/Angga Yuniar)... Selengkapnya

Logam mulia tidak hanya digunakan sebagai perhiasan dan investasi. Mereka juga memiliki peran penting dalam berbagai bidang industri, seperti:

  • Elektronik: Logam mulia digunakan dalam pembuatan komponen elektronik karena konduktivitas listriknya yang tinggi dan ketahanannya terhadap korosi.
  • Katalis: Platinum dan paladium sering digunakan sebagai katalis dalam berbagai reaksi kimia, terutama di industri otomotif.
  • Kedokteran: Beberapa logam mulia digunakan dalam peralatan medis karena sifatnya yang biokompatibel dan tahan korosi.
  • Mata Uang: Sepanjang sejarah, emas dan perak telah digunakan sebagai mata uang karena nilai dan kelangkaannya.

Penggunaan logam mulia yang luas ini semakin memperkuat posisinya sebagai komoditas berharga dan investasi yang aman. Nilai investasinya seringkali dipengaruhi oleh fluktuasi pasar keuangan, tetapi logam mulia, terutama emas, seringkali dianggap sebagai aset safe haven, yaitu aset yang nilainya cenderung stabil atau bahkan meningkat selama masa ketidakpastian ekonomi.

 

Disclaimer: Artikel ini ditulis ulang oleh redaksi dengan menggunakan Artificial Intelligence

Lanjutkan Membaca ↓
Loading

Video Pilihan Hari Ini

Produksi Liputan6.com

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya