WHO Buka Proyek Pusat Pelatihan COVID-19 Dunia

WHO berkata pelatihan ini untuk membantu negara-negara berpendapatan rendah lebih siap melawan COVID-19.

oleh Tommy K. Rony diperbarui 24 Feb 2022, 09:30 WIB
Diterbitkan 24 Feb 2022, 09:30 WIB
Tedros Adhanom Ghebreyesus, Direktur Jenderal World Health Organization (WHO) (AP Photo)
Tedros Adhanom Ghebreyesus, Direktur Jenderal World Health Organization (WHO) (AP Photo)

Liputan6.com, Jenewa - WHO membuat proyek pelatihan global untuk membantu negara-negara penghasilan rendah dalam melawan COVID-19. Pelatihan ini berfokus pada pembuatan vaksin, pengobatan kanker, dan antibodi dengan teknologi mRNA.

Dilaporkan VOA News, Kamis (24/2/2022), Dirjen WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengumumkan bahwa lokasi hub terbaru ini berada di Korea Selatan. Mitra-mitra WHO di Afrika Selatan juga terlibat.

Para mitra di Afsel sedang dibantu WHO untuk membuat ulang atau "reverse-engineering" dari vaksin Moderna tanpa bantuan Moderna. Pihak Moderna dan Pfizer menolak mengungkap cara pembuatan vaksin mereka.

Dr. Tedros berkata pelatihan seperti ini diperlukan agar akses vaksin semakin setara.

"Vaksin-vaksin telah membantu mengubah jalur pandemi COVID-19, tetapi kemenangan ilmimah ini telah dilemakan oleh tak setaranya akses ke alat-alat penyelamat nyawa ini," ujar Dirjen WHO.

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

* Follow Official WhatsApp Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.


Menanti hingga 2023

Ilustrasi vaksin moderna
vaksin moderna jadi salah satu jenis vaksin yang akan digunakan pada pemberian vaksin booster pada 12 Januari 2022 (dok.pexels)

Kepala ilmuwan WHO, Dr. Soumya Swaminathan, memperkirakan bahwa percobaan untuk membuat ulang vaksin Moderna tanpa bantuan perusahaan tersebut bisa memakan waktu hingga 2023 atau 2024.

Pekan lalu, WHO berkata ada enam negara Afrika, yakni Nigeria, Mesir, Senegal, Afrika Selatan, Kenya, dan Tunisia, yang akan mendapatkan instruksi teknologi dan pengetahuan mengenai cara membuat vaksin-vaksin mRNA.

Indonesia, Pakistan, Bangladesh, Vietnam, dan Serbia juga dikatakan WHO akan mendapat dukungan dari hub di Afrika Selatan. 

Berdasarkan data Johns Hopkins University, ada 10,4 miliar dosis vaksin COVID-19 yang disuntikan di dunia.


Infografis COVID-19:

Infografis Vaksin Covid-19 Terbukti Efektif Kurangi Tingkat Kematian. (Liputan6.com/Niman)
Infografis Vaksin Covid-19 Terbukti Efektif Kurangi Tingkat Kematian. (Liputan6.com/Niman)
Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Video Pilihan Hari Ini

Video Terkini

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya