Vatikan: Kondisi Paus Fransiskus Kritis Akibat Masalah Pernapasan

Paus Fransiskus telah menerima transfusi darah akibat anemia dan masih membutuhkan oksigen dalam jumlah tinggi.

oleh Benedikta Miranti T.V Diperbarui 23 Feb 2025, 10:00 WIB
Diterbitkan 23 Feb 2025, 10:00 WIB
Buka Pintu Suci Basilika Santo Petrus, Paus Fransiskus Mulai Yubileum 2025
Pembukaan itu menandai permulaan Yubileum 2025. (Alberto PIZZOLI/POOL/AFP)... Selengkapnya

Liputan6.com, Roma - Vatikan mengumumkan bahwa kondisi Paus Fransiskus (88 tahun) masih kritis setelah mengalami krisis pernapasan berkepanjangan yang menyerupai asma pada Sabtu (17/2/2025).

Pemimpin Gereja Katolik sedunia itu saat ini sedang dirawat karena pneumonia di kedua paru-parunya di Rumah Sakit Gemelli, Roma. Meski masih sadar dan duduk di kursinya, ia membutuhkan suplai oksigen dalam jumlah besar, dan prognosis kesehatannya masih belum dapat dipastikan.

Seperti dikutip dari laman BBC, Minggu (23/2), menurut pernyataan Vatikan, Paus Fransiskus menerima transfusi darah karena mengalami jumlah trombosit yang rendah, yang berkaitan dengan anemia.

"Kondisi Bapa Suci tetap kritis, dan ia masih berada dalam situasi yang belum aman," demikian pernyataan resmi Vatikan.

Meski menderita lebih parah dibanding hari sebelumnya, Paus tetap berusaha menjalani harinya di kursi sambil membaca dan berdoa.

 

Paus Fransiskus Minta Transparansi Soal Kesehatannya

FOTO: Paus Fransiskus Pimpin Misa Malam Paskah Tanpa Jemaat
Paus Fransiskus (kiri) mengangkat Alkitab saat memimpin Misa Malam Paskah di Basilika Santo Petrus, Vatikan, Sabtu (11/4/2020). Misa Minggu Paskah biasanya dihadiri sekitar seratus ribu orang, namun tahun ini akan diadakan dalam gereja dengan jemaat terbatas. (Remo Casilli/Pool Photo via AP)... Selengkapnya

Sejak awal, Paus Fransiskus meminta agar Vatikan terbuka soal kondisinya, sehingga laporan kesehatan kini dirilis setiap hari.

Namun, pernyataan terbaru dari Vatikan menjadi yang paling tegas dan detail sejauh ini, tanpa menyebutkan prediksi perkembangan kesehatannya.

Sehari sebelumnya, tim dokter sempat menyatakan bahwa Paus merespons pengobatan meskipun kondisinya sangat kompleks. Mereka menekankan bahwa perubahan sekecil apa pun dapat mengganggu keseimbangan kesehatannya.

"Dia adalah Paus, tetapi dia juga seorang manusia," ujar salah satu dokter.

 

Riwayat Masalah Paru-paru

Paus Fransiskus
Paus Fransiskus mengunjungi Masjid Istiqlal, Jakarta, Kamis (5/9/2024). (Liputan6.com/Herman Zakharia)... Selengkapnya

Riwayat Masalah Paru-paruPaus Fransiskus pertama kali dirawat di rumah sakit pada 14 Februari setelah mengalami kesulitan bernapas selama beberapa hari.

Ia memang memiliki kerentanan terhadap infeksi paru-paru karena pernah mengalami radang selaput paru-paru (pleuritis) saat muda. Akibatnya, bagian dari salah satu paru-parunya harus diangkat ketika ia berusia 21 tahun.

Sejak menjabat sebagai pemimpin Gereja Katolik sejak 2013, Paus telah beberapa kali dirawat di rumah sakit, termasuk pada Maret 2023 saat ia menjalani perawatan bronkitis selama tiga hari.

Berita ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan umat Katolik di seluruh dunia, terutama karena tahun ini merupakan Tahun Yubileum, yang diperkirakan akan menarik jutaan peziarah ke Roma.

Paus sendiri dikenal tidak menyukai ketidakaktifan. Bahkan di rumah sakit, ia sempat berdoa di kapel dan membaca buku di kursinya.

Namun, sebelum kondisinya memburuk, Vatikan telah mengonfirmasi bahwa Paus tidak akan tampil di hadapan publik pada Minggu untuk memimpin doa bersama para peziarah, menjadikannya minggu kedua berturut-turut ia absen.

Sepanjang minggu ini, umat Katolik di Roma terus menunjukkan dukungan dengan meninggalkan lilin, bunga, dan surat di depan Rumah Sakit Gemelli.

Namun, pada Sabtu malam, tidak ada kerumunan besar yang berkumpul di Basilika Santo Petrus, Vatikan.

Seorang pria Italia yang ditemui BBC di alun-alun Santo Petrus mengatakan,  "Kami di Roma merasa sangat dekat dengan Paus. Kami mengikuti setiap perkembangan berita, dan kami sangat khawatir."

 

Infografis Kunjungan Paus Fransiskus ke Indonesia 3-6 September 2024. (Liputan6.com/Gotri/Abdillah)
Infografis Kunjungan Paus Fransiskus ke Indonesia 3-6 September 2024. (Liputan6.com/Gotri/Abdillah)... Selengkapnya
Lanjutkan Membaca ↓
Loading

Video Pilihan Hari Ini

EnamPlus

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya