Liputan6.com, Lisbon - Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,8Â pernah mengguncang wilayah Portugal bagian barat dan Maroko pada 28 Februari 1969. Gempa ini terjadi pada dini hari pukul 02.40 UTC dengan episentrum di lepas pantai Sagres, sekitar 180 km barat daya Portugal. Getarannya terasa hingga Algarve, Madeira, Maroko, Spanyol, dan Prancis.
Seperti dikutip dari algarvedailynews.com Jumat (28/2/2025), berdasarkan laporan United States Geological Survey (USGS), gempa bumi ini memiliki intensitas maksimum sangat kuat dalam Mercalli intensity scale atau Skala MMI. Zona episentrum gempa terletak di Sabuk Seismik Azores Gibraltar, batas lempeng tektonik antara Lempeng Afrika dan Eurasia.
Advertisement
Akibat bencana ini, 13 orang meninggal dunia, dengan rincian 11 korban di Maroko dan dua lainnya di Portugal. Selain itu, 80 orang mengalami luka ringan. Gempa bumi ini menjadi yang terbesar di Eropa setelah guncangan dahsyat pada 1755 yang menghancurkan Kota Lisbon.
Advertisement
Guncangan kuat gempa bumi 1969 tersebut juga dilaporkan memicu tsunami setinggi 3 kaki 9 inci (sekitar 1 meter). Gelombang tersebut tercatat memiliki tiga pengukuran ketinggian air di daratan --yang diamati dengan referensi permukaan laut. Meski tidak menimbulkan kerusakan besar di wilayah pesisir.
Dampak gempa terhadap bangunan di Portugal tergolong sedang. Struktur bangunan yang ada dinilai cukup tangguh dan mampu meredam dampaknya. Sebagian besar hanya mengalami kerusakan ringan.
Pada pukul 04.25 UTC di hari yang sama, gempa susulan berkekuatan magnitudo 6,3 kembali mengguncang wilayah tersebut. Namun, gempa kedua ini tidak menyebabkan korban jiwa tambahan.
Gempa Portugal 1969 menjadi pengingat akan aktivitas seismik di kawasan tersebut, terutama di sepanjang batas Lempeng Afrika dan Eurasia yang terus bergerak.Â