Saat Belajar Tatap Muka, Siswa dan Guru Tak Perlu Salaman Dulu

Saat belajar tatap muka di sekolah, tak perlu salaman dulu antar siswa dan guru.

oleh Fitri Haryanti Harsono diperbarui 14 Agu 2021, 09:50 WIB
Diterbitkan 14 Agu 2021, 08:00 WIB
FOTO: Uji Coba Sekolah Tatap Muka di Jakarta
Para siswa bersiap melakukan uji coba kegiatan belajar tatap muka di SDN Kenari 07/08 Pagi, Jakarta, Rabu (9/6/2021). SDN Kenari 07/08 Pagi menjadi salah satu dari 226 sekolah di Jakarta yang ditetapkan sebagai tempat uji coba kegiatan belajar tatap muka tahap kedua. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Liputan6.com, Jakarta - Saat belajar tatap muka di sekolah dimulai, Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Soedjatmiko menyarankan, tak perlu salaman dulu antar siswa dan guru. Upaya ini mencegah penularan virus Corona.

"Untuk saat ini, tidak perlu salaman dulu antar siswa maupun dengan guru di sekolah. Jangan lupa, gunakan masker dobel, masker medis dan kain," ujar Miko, sapaan akrabnya melalui pernyataan tertulis yang diterima Health Liputan6.com, Kamis (12/8/2021) malam.

Berdasarkan aturan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) terbaru, Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas dapat dilakukan pada satuan pendidikan di wilayah PPKM Level 1-3. Sementara itu, satuan pendidikan di wilayah PPKM level 4 tetap melaksanakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

Hal lain yang perlu diperhatikan tatkala PTM, menurut Miko, siswa tidak diperkenankan berpindah tempat duduk, saling pinjam peralatan sekolah, serta membuka masker walau sebentar. Ini memungkinkan penularan virus COVID-19.

"Para siswa juga diingatkan untuk tidak mampir ke penjual makanan, minuman atau mainan, karena akan berkerumun, yang bisa meningkatkan risiko penularan Corona," lanjutnya.

"Selain itu, siswa diharapkan sering cuci tangan atau menggunakan hand sanitizer."

 

** #IngatPesanIbu 

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

#sudahdivaksintetap3m #vaksinmelindungikitasemua

* Follow Official WhatsApp Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.


Pembagian Jumlah Hari dan Jam Pembelajaran

FOTO: Mengintip Pelaksanaan Uji Coba Pembelajaran Tatap Muka
Sejumlah murid mengikuti uji coba pembelajaran tatap muka di SDN Malaka Jaya 07 Jakarta, Rabu (9/6/2021). Pembelajaran dilakukan secara campuran antara online (daring) dan tatap muka langsung. (merdeka.com/Imam Buhori)

Pelaksana Tugas Kepala Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) Hendarman memaparkan, ada sejumlah ketentuan yang diatur dalam SKB Empat Menteri terkait penerapan protokol kesehatan saat PTM.

Di antaranya, jumlah hari dan jam pembelajaran tatap muka terbatas dengan pembagian rombongan belajar (shift) yang dapat ditentukan oleh satuan pendidikan dengan tetap mengutamakan kesehatan dan keselamatan warga satuan pendidikan.

"Perilaku wajib di seluruh lingkungan satuan pendidikan yaitu menggunakan masker kain tiga lapis atau masker sekali pakai/masker bedah yang menutupi hidung dan mulut sampai dagu. Cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir atau cairan pembersih tangan (hand sanitizer)," papar Hendarman.

"Menjaga jarak minimal 1,5 meter dan tidak melakukan kontak fisik, seperti bersalaman dan cium tangan, serta menerapkan etika batuk/bersin."


Infografis Hati-Hati, Ini 5 Gejala Batuk Akibat Covid-19

Infografis Hati-Hati, Ini 5 Gejala Batuk Akibat Covid-19. (Liputan6.com/Trieyasni)
Infografis Hati-Hati, Ini 5 Gejala Batuk Akibat Covid-19. (Liputan6.com/Trieyasni)
Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya