Liputan6.com, Jakarta Cara menghitung zakat fitrah wajib dipahami dengan baik oleh setiap umat Islam, karena zakat ini merupakan kewajiban yang harus dipenuhi sebelum hari raya Idul Fitri. Zakat fitrah memiliki tujuan untuk menyucikan diri dan harta umat Islam setelah menjalani ibadah puasa selama sebulan penuh. Oleh karena itu, penting bagi setiap muslim yang mampu untuk mengetahui cara menghitung zakat fitrah dengan tepat, agar zakat dapat diterima dan menjadi amal yang sah.
Setiap muslim diwajibkan membayar zakat fitrah sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Cara menghitung zakat fitrah berbeda dengan zakat mal, karena zakat ini dihitung berdasarkan jumlah kebutuhan pokok yang dikonsumsi oleh keluarga selama setahun. Oleh karena itu, perlu diketahui jumlah zakat fitrah yang harus dikeluarkan per orang, yang umumnya ditentukan dengan satu sha' beras atau bahan makanan pokok lain. Untuk itu, setiap muslim harus memperhatikan cara menghitung zakat fitrah yang berlaku di daerah masing-masing.
Selain itu, cara menghitung zakat fitrah juga memperhatikan waktu pembayaran yang tepat. Zakat fitrah harus dikeluarkan sebelum salat Idul Fitri, sebagai bentuk penyucian diri dan penguatan solidaritas sosial antar sesama umat. Dengan memahami cara menghitung zakat fitrah yang benar, setiap muslim akan dapat menunaikan kewajiban ini dengan baik dan memastikan zakat sampai kepada yang berhak menerimanya.
Advertisement
Berikut Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Kamis (20/4/2023) tentang cara menghitung zakat.
Cara Menghitung Zakat Fitrah
Cara menghitung zakat fitrah wajib dipahami setiap muslim. Kamu perlu memahami ketentuan dalam membayarkannya, mulai dari besarnya, orang yang wajib menunaikan, orang yang dapat menerima, hingga niatnya.
Cara menghitung zakat fitrah telah dijelaskan dalam hadis yang diriwayatkan oleh Muttafaq ‘alaih (Imam Bukhori dan Imam Muslim), disebutkan bahwa:
“Dari Ibnu Umar radliyallahu ‘anhu berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mewajibkan untuk zakat fitrah sebanyak satu sha’ kurma atau satu sha’ gandum, baik itu kepada budak, orang merdeka, orang laki-laki, orang perempuan, anak kecil serta orang dewasa yang dari kalangan muslim. Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan zakat tersebut untuk ditunaikan sebelum orang-orang keluar untuk mengerjakan salat idul fitri”. (HR. Bukhari)
Cara menghitung zakat fitrah seperti yang telah disebutkan pada hadis di atas adalah 1 sha’ kurma atau gandum. Bila dikonversikan ke dalam kilogram berarti 2,5 kg dan bila dikonversikan dalam satuan liter berarti 3,5 liter. Takaran ini tidak boleh kurang, namun bila lebih diperbolehkan.
Cara menghitung zakat fitrah disesuaikan dengan makanan pokok di tempat yang bersangkutan. Di Indonesia digunakan nasi atau beras, jadi kamu harus membayarkan beras sebagai zakat fitrah sebanyak 2,5 kg. Jadi, cara menghitung zakat fitrah yaitu dikeluarkan dengan nilai setara 3,5 liter atau 2,5 kg makanan pokok yang biasa dimakan oleh orang yang berzakat tersebut. Jadi secara singkat, begitulah cara menghitung zakat fitrah.
Kualitas makanan pokok yang dijadikan zakat fitrah harus sesuai dengan kualitas makanan pokok yang dikonsumsi sehari-hari oleh orang yang berzakat. Zakat fitrah memiliki tujuan untuk menyucikan harta dan menyempurnakan puasa.
Advertisement
Hukum Zakat Fitrah
Zakat fitrah adalah zakat yang wajib dibayarkan seorang muslim pada akhir bulan Ramadhan hingga sebelum salat idul fitri. Zakat ini harus ditunaikan setiap tahun. Zakat fitrah berarti menyucikan harta, karena dalam setiap harta manusia ada sebagian hak orang lain. Menunaikan zakat fitrah diwajibkan bagi setiap muslim, laki-laki maupun perempuan, orang yang merdeka atau budak, hingga anak kecil atau orang dewasa.
Hukum zakat fitrah adalah wajib sesuai dengan hadis yang diriwayatkan oleh Muttafaq ‘alaih (Imam Bukhori dan Imam Muslim) di atas. Selain itu, perintah zakat fitrah juga disampaikan dalam hadis Nabi, dari Ibn Abbas radliallahu ‘anhuma, beliau mengatakan:
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mewajibkan zakat fitrah, sebagai pembersih bari orang yang puasa dari segala perbuatan sia-sia dan ucapan jorok serta sebagai makanan bagi orang miskin. Siapa yang menunaikannya sebelum salat id maka zakatnya diterima, dan siapa yang menunaikannya setelah salat id maka hanya menjadi sedekah biasa. (HR. Abu Daud, Ad Daruquthni dan dishahihkan Al Albani)
Jadi, zakat fitrah dikeluarkan pada bulan Ramadhan, paling lambat sebelum orang-orang selesai menunaikan Salat Idul Fitri. Jika waktu penyerahan melewati batas ini maka yang diserahkan tersebut tidak termasuk dalam kategori zakat melainkan sedekah biasa. Sebagaimana tercantum pada hadits Rasulullah SAW mengatakan:
“Barangsiapa yang menunaikan zakat fitrah sebelum shalat Id maka zakatnya diterima dan barangsiapa yang menunaikannya setelah shalat Id maka itu hanya dianggap sebagai sedekah di antara berbagai sedekah.” (HR. Abu Daud).
Ketentuan Zakat Fitrah
Golongan yang Wajib Mengeluarkan Zakat Fitrah
1. Beragama Islam
2. Memiliki harta yang lebih untuk diri sendiri dan orang-orang yang ditanggung untuk satu hari siang di bulan puasa dan malam hari raya
3. Masih hidup sampai akhir Ramadhan dan awal Syawal. Untuk bayi yang baru lahir pada malam tanggal 1 Syawal tidak wajib mengeluarkan zakat fitrah
Golongan yang Berhak Menerima Zakat Fitrah
Golongan yang berhak menerima zakat fitrah tersebut juga disebut sebagai mustahiq. Golongan yang berhak menerima zakat fitrah ini dijelaskan dan ditegaskan oleh Allah SWT pada Al-Qur’an surat At-Taubah ayat 60. Di surat tersebut disebutkan bahwa orang-orang yang berhak menerima zakat fitrah adalah:
1. Orang fakir
2. Orang miskin
3. Pengurus zakat atau amil
4. Mualaf
5. Budak
6. Orang yang tengah terlilit hutang
7. Orang yang berjuang di jalan Allah
8. Orang yang sedang melakukan perjalanan jauh, di mana perjalanannya ini bukanlah perjalanan maksiat
Cara membayar zakat fitrah cukup langsung datang menemui orang orang yang berhak menerimanya atau dengan membayarkannya melalui amil zakat. Biasanya di masjid-masjid disediakan amil zakat untuk menerima zakat khusus zakat fitrah saat masa akhir bulan Ramadhan sebelum Hari Raya Idul Fitri.
Tetapi kamu juga harus mengetahui bahwa ada dua golongan yang tidak diperbolehkan menerima zakat, yaitu anak cucu atau keluarga Nabi Muhammad SAW serta keluarga orang yang berzakat, seperti kakek, bapak, istri, anak, cucu dan lain sebagainya.
Advertisement
Niat Bayar Zakat Fitrah untuk Diri Sendiri
Setelah mengetahui cara menghitung zakat fitrah, kamu juga perlu mengenali niatnya, yaitu sebagai berikut:
Nawaytu an ukhrija zakaata al-fitri ‘an nafsi fardhan lillahi ta’ala
Artinya: "Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk diriku sendiri, fardu karena Allah Ta’ala."
Niat Bayar Zakat Fitrah untuk Istri
Nawaytu an ukhrija zakaata al-fitri ‘an zaujati fardhan lillahi ta’ala
Artinya: "Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk istriku, fardu karena Allah Ta’ala."
Niat Bayar Zakat Fitrah untuk Anak Laki-Laki
Nawaytu an ukhrija zakaata al-fitri ‘an waladi fardhan lillahi ta’ala
Artinya: "Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk anak laki-lakiku…. (sebutkan nama), fardu karena Allah Ta’ala."
Niat Bayar Zakat Fitrah untuk Anak Perempuan
Nawaytu an ukhrija zakaata al-fitri ‘an binti fardhan lillahi ta’ala
Artinya: "Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk anak perempuanku…. (sebutkan nama), fardu karena Allah Ta’ala."
Niat Bayar Zakat Fitrah untuk Diri Sendiri dan Keluarga
Nawaytu an ukhrija zakaata al-fitri anni wa an jami’i ma yalzimuniy nafaqatuhum syar’an fardhan lillahi ta’ala
Artinya: "Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk diriku dan seluruh orang yang nafkahnya menjadi tanggunganku, fardu karena Allah Ta’ala."
Niat Bayar Zakat Fitrah untuk Orang yang Diwakilkan
Nawaytu an ukhrija zakaata al-fitri ‘an (……) fardhan lillahi ta’ala
Artinya: "Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk… (sebutkan nama spesifik), fardu karena Allah Ta’ala."
Keutamaan Zakat Fitrah dalam Islam
Zakat fitrah memiliki berbagai keutamaan yang sangat penting bagi umat Islam, baik dalam aspek spiritual maupun sosial. Zakat ini bukan hanya sekedar kewajiban, tetapi juga sarana untuk memperoleh keberkahan, kesucian jiwa, dan pahala yang besar. Berikut adalah beberapa keutamaan zakat fitrah beserta dalil-dalil yang mendasarinya:
1. Menyucikan Harta dan Jiwa
Salah satu tujuan utama zakat fitrah adalah untuk menyucikan harta dan jiwa seseorang. Zakat ini menjadi penebus kekurangan yang mungkin terjadi selama menjalankan ibadah puasa Ramadhan. Sebagaimana dijelaskan dalam hadits Rasulullah SAW:
"Zakat fitrah itu sebagai penyucian bagi orang yang berpuasa dari perkataan yang kotor dan perbuatan yang tidak senonoh, dan sebagai makanan bagi orang-orang miskin." (HR. Abu Dawud)
Hadits ini menunjukkan bahwa zakat fitrah bukan hanya untuk membantu orang miskin, tetapi juga untuk membersihkan diri dari hal-hal yang kurang baik selama Ramadhan.
2. Mendapatkan Ampunan dan Pahala
Zakat fitrah menjadi sarana untuk memperoleh ampunan dari Allah SWT dan meraih pahala yang besar. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an:
"Sesungguhnya orang-orang yang menafkahkan hartanya, baik di waktu lapang maupun sempit, dan menahan amarahnya serta memaafkan kesalahan orang lain, Allah mencintai orang-orang yang berbuat kebajikan." (QS. Ali Imran: 134)
Zakat fitrah adalah bentuk kebajikan yang sangat disukai oleh Allah SWT, yang mengandung keberkahan dan pahala besar bagi yang menunaikannya.
3. Meningkatkan Solidaritas Sosial
Zakat fitrah memiliki peran penting dalam meningkatkan solidaritas sosial antar sesama umat Islam. Dengan menunaikan zakat fitrah, seorang muslim dapat membantu meringankan beban hidup orang miskin, terutama pada hari raya Idul Fitri. Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah SAW:
"Tunaikanlah zakat fitrah sebelum orang-orang pergi untuk salat Idul Fitri." (HR. Bukhari)
Hadits ini menegaskan bahwa zakat fitrah harus dikeluarkan agar masyarakat dapat merayakan Idul Fitri dengan penuh kegembiraan tanpa ada yang merasa kekurangan.
4. Sebagai Penyeimbang Keberkahan di Hari Raya
Zakat fitrah juga berfungsi untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadhan seseorang dan membawa keberkahan pada hari raya Idul Fitri. Dalam hal ini, zakat fitrah tidak hanya sekadar kewajiban, tetapi juga menjadi penutup ibadah puasa yang sempurna. Rasulullah SAW bersabda:
"Zakat fitrah adalah pembersih bagi orang yang berpuasa dari kata-kata kotor dan perbuatan sia-sia, serta sebagai makanan bagi orang-orang miskin." (HR. Abu Dawud)
Dengan demikian, zakat fitrah menjadi bagian dari ibadah yang menyempurnakan puasa, sekaligus menunjukkan kepedulian terhadap orang yang membutuhkan.
Zakat fitrah merupakan ibadah yang memiliki banyak keutamaan. Selain menyucikan harta dan jiwa, zakat fitrah juga membawa pahala yang besar, mempererat tali persaudaraan antar umat Islam, dan meningkatkan solidaritas sosial. Dengan menunaikan zakat fitrah, seorang muslim tidak hanya menjalankan kewajiban agama, tetapi juga mendapatkan berbagai kebaikan dunia dan akhirat.
Advertisement
