Tiga Lagi Warga Korsel Terinfeksi MERS

Salah satu penderita baru tersebut merupakan seorang dokter dari Seoul Samsung Medical Center.

oleh Rita Ayuningtyas diperbarui 21 Jun 2015, 14:28 WIB
Diterbitkan 21 Jun 2015, 14:28 WIB
Wabah Virus Mers Menyebar di Korea Selatan
Sejumlah warga mengenakan masker saat berjalan di pusat perbelanjaan Myeongdong di Seoul, Korea Selatan, Rabu (3/6/2015). Korea Selatan siaga satu menghadapi wabah virus mematikan Middle East Respiratory Syndrome (MERS). (REUTERS/Kim Hong-Ji)

Liputan6.com, Seoul - Jumlah warga Korea Selatan yang terinfeksi Middle East Respiratory Syndrome bertambah. Pemerintah Negeri K-Pop itu melaporkan tiga warganya terdiagnosis kena virus tersebut hari ini. Kini, ada 169 orang yang terkena MERS di Korea Selatan.

Salah satu penderita baru tersebut merupakan seorang dokter dari Seoul Samsung Medical Center. Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan Korsel, kepada Yonhapnews, mengatakan mereka merupakan orang yang berada di dekat pasien MERS.

Pemerintah Korsel juga menegaskan hampir seluruh penularan MERS di sana terjadi di rumah sakit.

Total, ada 90 rumah sakit yang teridentifikasi sebagai pusat penularan MERS, termasuk Samsung Medical Center. Daftar rumah sakit yang terpapar MERS diperbarui setiap hari di situs Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan Korsel.

Jumlah warga terinfeksi MERS yang diisolasi masih 4.035 orang hingga Minggu (21/6/2015). Jumlah ini turun dari hari sebelumnya yang mencapai 5.197 penderita. Sejauh ini, 8.800 orang telah dibebaskan dari isolasi setelah tidak menunjukkan gejala MERS. Mereka diisolasi, menunggu masa inkubasi selama 14 hari setelah menunjukkan gejela mirip MERS.

Saat ini, ada 25 korban tewas akibat MERS di Korsel. Pasien terakhir yang meninggal adalah laki-laki 63 tahun. Selain terinfeksi MERS, dia juga menderita diabetes dan jantung.

Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan Korsel menyebut 90 persen kasus MERS yang berakibat fatal diidap oleh orang-orang tua. Orang tua ini biasanya juga mengidap penyakit lain, seperti jantung. (Bob/Yus)

* Follow Official WhatsApp Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Video Pilihan Hari Ini

Video Terkini

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya