Apakah Daya Beli Masyarakat Turun? Ini Penjelasan Jokowi

Jokowi mengatakan, ekonomi saat ini juga sangat berubah.

oleh Liputan6.com diperbarui 09 Okt 2017, 08:30 WIB
Diterbitkan 09 Okt 2017, 08:30 WIB
jokowi
Presiden Joko Widodo atau Jokowi (Biro Pers Istana)

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengatakan perkembangan teknologi digital telah mempengaruhi gaya hidup masyarakat yang ingin mendapatkan layanan serba cepat.

"Landscape ekonomi juga berubah, interaksi sosial juga akan berubah. Nasional juga akan berubah," kata Jokowi di Surabaya, Jawa Timur, Minggu, 8 Oktober 2017.

Jokowi mengatakan, ekonomi saat ini juga sangat berubah. Dia mengakui bahwa daya beli masyarakat turun. Namun, kata dia, setelah diteliti ternyata ada pergeseran pola beli masyarakat.

"Setelah dicek detail, ada pergeseran dari offline ke online," ujar Jokowi seperti dikutip dari Antara.

Menurut Jokowi, jumlah penjualan di gerai-gerai swalayan dan mal banyak yang turun. Hal itu karena perpindahan cara belanja masyarakat menggunakan sistem online serta media sosial.

Selain penjualan barang, Jokowi juga mengingatkan perubahan gaya hidup akan berdampak kepada media karena masyarakat akan memanfaatkan gawai miliknya untuk melihat berita maupun acara hiburan.

Jokowi menambahkan, masyarakat yang melakukan inovasi untuk mendorong kemajuan teknologi perlu dimudahkan dengan regulasi yang tidak menghambat.

"Ini problem di depan mata kita hadapi. Saya juga sampaikan ke DPR/DPRD enggak usah banyak bikin undang-undang dan perda. Lakukan pemangkasan atau revisi, tapi yang mempercepat kita memutuskan, berinovasi," ujar Presiden.

 


Pangkas Regulasi

Jokowi juga mengatakan warga Indonesia memiliki kecerdasan dan kecepatan yang kompetitif dengan bangsa lain.

Kendati demikian, regulasi yang begitu banyak menghambat inovasi-inovasi tersebut.

"Kita ini tercerai-berai karena kesempatan di dalam negeri ini tidak kita lakukan (manfaatkan) peluang yang ada. Saya kira ini jadi pemikiran kita bersama agar hambatan kendala yang ada bisa kita kerjakan dan saya ingin kita ini berlomba-lomba berinovasi," ujar Jokowi.

Kemudian Jokowi kembali mengingatkan agar perguruan tinggi dapat mendukung kesiapan SDM Indonesia pada era kemajuan digital saat ini dengan menyediakan jurusan kuliah yang berkaitan langsung dengan pengembangan teknologi dan ekonomi digital.

Selama berkunjung di Jawa Timur, Jokowi membagikan Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan kartu Program Keluarga Harapan (PKH) dan sertifikat tanah di Sumenep, Pulau Madura, serta berkunjung ke Kota Surabaya.

Saksikan video di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓

Tag Terkait

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya