Lebaran Idul Fitri di Gorontalo Kurang Lengkap Tanpa Semangkuk Binte Biluhuta

Dengan rasa gurih, pedas, dan sedikit manis, binte biluhuta menjadi sajian yang selalu dicari, terutama saat perayaan Idul Fitri.

oleh Arfandi Ibrahim Diperbarui 04 Apr 2025, 12:00 WIB
Diterbitkan 04 Apr 2025, 12:00 WIB
Binte Biluhuta atau Milu Siram khas Gorontalo
Binte Biluhuta atau Milu Siram khas Gorontalo... Selengkapnya

Liputan6.com, Gorontalo - Provinsi Gorontalo memiliki beragam kuliner khas yang menggugah selera. Salah satu yang paling terkenal adalah Binte Biluhuta, sup jagung khas yang kaya akan cita rasa dan nilai historis.

Kuliner ini menjadi bagian dari warisan budaya Gorontalo yang telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda Nasional sejak 2016. Dengan rasa gurih, pedas, dan sedikit manis, binte biluhuta menjadi sajian yang selalu dicari, terutama saat perayaan Idul Fitri.

Nama Binte Biluhuta berasal dari bahasa Gorontalo, di mana "binte" berarti jagung dan "biluhuta" berarti disiram. Seperti namanya, hidangan ini berbahan dasar jagung yang disiram kuah berbumbu khas.

Jagung dalam sup ini berpadu dengan isian laut seperti ikan cakalang atau udang, menciptakan perpaduan rasa yang khas dan menyegarkan.

Selain kelezatannya, binte biluhuta juga menyimpan makna filosofis sebagai simbol persatuan dan keharmonisan masyarakat Gorontalo.

Popularitas binte biluhuta tidak hanya dikenal dari kelezatannya, tetapi juga diabadikan dalam sebuah lagu ciptaan Rusdin Palada yang terkenal pada 1980-an. Lagu ini menggambarkan keautentikan rasa sup jagung yang menggugah selera, seolah mengajak pendengarnya untuk mencicipinya.

Lebih dari itu, binte biluhuta juga pernah menjadi simbol perdamaian antara dua kerajaan yang bertikai di masa lalu. Kuliner ini menyatukan berbagai kalangan dan menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya Gorontalo.

Selain lezat, binte biluhuta kaya akan manfaat kesehatan. Kandungan serat dalam jagung membantu melancarkan pencernaan.

"Setelah makan sup jagung ini, perut terasa lebih nyaman," ujar Irwan Musa, warga Sulawesi Utara.

Bagi ibu hamil, binte biluhuta juga menjadi pilihan sehat karena kandungan asam folat yang baik untuk pertumbuhan janin dan mencegah risiko bayi lahir cacat. Selain itu, kombinasi ikan dan udang dalam hidangan ini memberikan asupan protein tinggi yang baik untuk kesehatan tubuh.

Simak juga video pilihan berikut:

Mudah Ditemukan di Luar Lebaran

Meski sering dikaitkan dengan momen Lebaran, binte biluhuta dapat dengan mudah ditemukan di warung-warung makan di Kota Gorontalo. Harganya pun terjangkau, mulai dari Rp3.000 hingga Rp5.000 per porsi untuk sajian paling lengkap.

Tidak hanya di Gorontalo, hidangan khas ini juga tersedia di beberapa daerah lain di Sulawesi seperti Luwuk, Palu, dan Manado. "Makanan ini paling nikmat disantap saat malam hari atau ketika bersantai bersama teman," kata Yulianti Sadu, salah satu pedagang kuliner khas Gorontalo.

Untuk sensasi rasa yang lebih khas, binte biluhuta biasanya disantap dengan sambal dabu-dabu serta perasan jeruk nipis bagi yang menyukai cita rasa asam. Kombinasi inilah yang membuat kuliner ini semakin istimewa dan terus lestari hingga kini.

Dengan keunikan rasa dan manfaat kesehatannya, tidak heran jika binte biluhuta tetap menjadi kebanggaan kuliner Gorontalo dan semakin dikenal luas di Indonesia. Jika berkunjung ke Gorontalo, jangan lewatkan kesempatan untuk mencicipi kuliner khas ini.

Lanjutkan Membaca ↓
Loading

Video Pilihan Hari Ini

Produksi Liputan6.com

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya