Sindikat Pabrik Bayi: Remaja Nigeria Ditangkap Usai Hamili 10 Perempuan

Remaja 17 tahun ini disebut-sebut terkait dengan "pabrik bayi" di Nigeria.

oleh Tommy K. Rony diperbarui 14 Jan 2023, 19:59 WIB
Diterbitkan 13 Jan 2023, 21:00 WIB
Ilustrasi pemerkosaan (Istimewa)
Ilustrasi pemerkosaan (Istimewa)

Liputan6.com, Rivers - Seorang remaja 17 tahun diringkus polisi Nigeria akibat menghamili 10 orang perempuan. Ia dituding terlibat dalam "pabrik bayi".

Dilaporkan pulse, Jumat (13/1/2022), peristiwa itu terjadi di daerah Rivers State. Polisi menggeledah dua rumah di area Igwuruta dan Omagwa tempat korban jual-beli anak (child trafficking) disekap.

"Korban yang ditolong di operasi itu ada 10, mayoritas hamil," ujar Iringe-Koko, pejabat kepolisian setempat.

Remaja yang menghamili para wanita itu ditangkap bersama tiga anggota sindikat yang usianya sudah dewasa.

Tiga orang itu adalah laki-laki berusia 29 tahun, dan dua perempuan berusia 30 dan 40 tahun. Mereka diduga mengoperasikan "pabrik bayi" agar anak-anak itu dijual.

Ketika perempuannya melahirkan, bayi mereka diurus oleh sindikat tersebut, dan ibunya dibayar 500 ribu naira Nigeria (Rp 1,6 juta). Beberapa bayi yang dilahirkan sebelumnya pernah dijual.

Pihak kepolisian berkata semua korban mengaku bahwa mereka mau masuk sindikat ini karena masalah ekonomi.

Polisi juga menyita sebuah mobil Jeep Honda Pilot dari pemimpin sindikat tersebut.

Kasus ini dilimpahkan ke Departemen Investigasi Kriminal Negara Bagian. Selain itu, aparat juga masih mengejar orang-orang yang membeli bayi-bayi tersebut untuk diproses secara hukum.

Masalah child trafficking merupakan isu yang kerap terjadi di Nigeria. Pada pertengahan 2022, situs DW menyebut anak-anak menjadi korban jual-beli manusia. Mereka dijerat karena berbagai alasan, seperti disuruh jadi pembantu, menjadi korban seksual, hingga tentara anak, bahkan jual-beli organ.


Kelompok Bersenjata di Nigeria Culik 100 Orang Lebih dari 4 Desa, Termasuk Wanita dan Anak

Ilustrasi
Ilustrasi korban pemerkosaan. (dok. unsplash.com/Asnida Riani)

Sebelumnya dilaporkan, lebih dari 100 orang, termasuk wanita dan anak-anak, diculik ketika orang-orang bersenjata menyerbu empat desa di negara bagian Zamfara barat laut Nigeria pada Minggu 20 November 2022, kata komisaris informasi dan penduduk pada Senin 23 November.

Penculikan telah menjadi endemik di Nigeria barat laut ketika gerombolan pria bersenjata keliling menculik orang dari desa, jalan raya dan pertanian, dan meminta uang tebusan dari kerabat mereka.

Lebih dari 40 orang diculik dari Desa Kanwa di daerah pemerintah daerah Zurmi di Zamfara, kata komisaris informasi Zamfara Ibrahim Dosara dan seorang penduduk setempat.

37 orang lainnya yang jadi korban penculikan, sebagian besar perempuan dan anak-anak, diambil di komunitas Kwabre di wilayah pemerintah daerah yang sama, tambah warga yang menolak disebutkan namanya karena alasan keamanan.

"Saat ini Desa Kanwa sepi, para bandit membagi diri menjadi dua kelompok dan menyerang masyarakat. Mereka menculik anak-anak berusia antara 14 hingga 16 tahun dan perempuan,” kata warga desa Kanwa itu seperti dikutip dari BBC, Rabu (23/11/2022).

Di komunitas Yankaba dan Gidan Goga di wilayah Pemerintah Daerah Maradun, setidaknya 38 orang diculik saat bekerja di ladang mereka, kata penduduk.

Komisaris informasi Dosara menuduh orang-orang bersenjata menggunakan korban penculikan sebagai tameng manusia melawan serangan udara dari militer.

Pasukan Nigeria telah meluncurkan serangkaian serangan udara di Zamfara dan negara bagian utara bermasalah lainnya, menetralkan banyak pemberontak dan mengusir mereka dari tempat persembunyian mereka di kawasan hutan lindung yang luas.

Militer negara itu juga mendapat kecaman setelah beberapa serangan udaranya ditemukan menyebabkan kematian warga sipil.

Bulan lalu, Angkatan Udara Nigeria mengatakan sedang meninjau "semua tuduhan serangan udara yang tidak disengaja terhadap warga sipil serta meninjau keadaan yang mengarah ke serangan tersebut."


Kasus Serupa

Diculik Kelompok Bersenjata, Ratusan Murid Perempuan di Nigeria Akhirnya Dibebaskan
Beberapa siswa yang diculik kelompok bersenjata dari Sekolah Menengah Putri Pemerintah, di Jangebe, pekan lalu menunggu pemeriksaan kesehatan setelah pertemuan pembebasan mereka dengan Gubernur negara bagian Bello Matawalle, di Gusau, Nigeria utara, Selasa (2/3/2021). (AP Photo/Sunday Alamba)

Pada 2021, pejabat Nigeria mengatakan pria bersenjata telah menculik banyak siswa dari sebuah sekolah Islam di Nigeria. Ini merupakan yang terbaru dari serangkaian penculikan semacam itu di sekolah.

Mengutip BBC, pihak berwenang di negara bagian Niger mengonfirmasi bahwa orang-orang bersenjata telah menangkap sejumlah siswa yang tidak diketahui dari sekolah di kota Tegina pada Minggu (30/5).

Seorang guru mengatakan kepada BBC bahwa 150 siswa hilang, sementara laporan lain menyebutkan sekitar 200 siswa.

Penculikan yang dilakukan untuk mendapatkan uang tebusan semakin sering terjadi di negara bagian utara.

Pada bulan Februari, hampir 300 gadis diculik oleh pria bersenjata dari sebuah sekolah asrama di Jangebe, negara bagian Zamfara. Sebagian besar kemudian dibebaskan.


Ada yang Berhasil Bebas

Ilustrasi Penculikan. (Freepik)
Ilustrasi Penculikan. (Freepik)

Sebelumnya juga pernah terjadi penculikan serupa di wilayah Zamfara. Pihak berwenang di Nigeria telah membebaskan 100 wanita dan anak-anak -- terutama ibu menyusui bayi -- yang ditangkap oleh sejumlah bandit.

Kelompok itu diculik pada 8 Juni 2021 di negara bagian Zamfara, Nigeria. Empat orang juga tewas dalam insiden tersebut, demikian dikutip dari laman BBC.

Pemerintah negara bagian Zamfara mengatakan, mereka dibebaskan tanpa ada uang tebusan yang dibayar, tetapi tidak memberikan rincian lebih lanjut.

Kelompok itu akan diberikan pemeriksaan kesehatan dan pembekalan sebelum mereka kembali ke rumah.

Serentetan penculikan telah terjadi di sejumlah wilayah Nigeria selama beberapa bulan terakhir.

Sejak Desember 2020, lebih dari 1.000 orang telah diculik. Sebagian besar kemudian dibebaskan, dilaporkan setelah uang tebusan dibayarkan, tetapi beberapa telah dibunuh.

Pihak berwenang menyalahkan insiden ini pada bandit yang beroperasi di wilayah tersebut -- sebagian besar dimotivasi oleh uang.

Sejak penculikan yang dipublikasikan dengan baik pada tahun 2014 terhadap 276 siswi dari sekolah menengah Chibok oleh militan Boko Haram di negara bagian Borno, lebih banyak kelompok bersenjata melakukan penculikan massal terhadap siswa.

Presiden Muhammadu Buhari telah mengarahkan militer untuk mengusir kelompok penjahat itu di Zamfara dan negara bagian Kaduna dan Katsina.

Infografis 9 Pertimbangan untuk WFO Saat Kasus Covid-19 Melandai. (Liputan6.com/Abdillah)
Infografis 9 Pertimbangan untuk WFO Saat Kasus Covid-19 Melandai. (Liputan6.com/Abdillah)
Lanjutkan Membaca ↓
Loading

Video Pilihan Hari Ini

Video Terkini

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya