Liputan6.com, Chicago - Dalam dakwaan menyeluruh yang diajukan oleh pengadilan federal di Chicago, dua perusahaan Tiongkok dan empat orang dituduh memiliki rahasia dagang secara ilegal terkait perangkat pencitraan canggih Philips Medical Systems -- kasus yang mengungkap upaya agresif Tiongkok untuk mencapai supremasi teknologi global.
Setiap elemen dari kasus ini menggarisbawahi bagaimana kebijakan yang digerakkan oleh negara Tiongkok menciptakan lingkungan yang cocok untuk pencurian kekayaan intelektual dan persaingan ekonomi yang tidak adil, dikutip dari laman European Times, Kamis (27/2/2025).
Baca Juga
Menurut dokumen pengadilan, para terdakwa diduga menargetkan fasilitas Philips di Aurora, Illinois, tempat perusahaan tersebut pernah mengembangkan produk tabung sinar-X canggih yang digunakan dalam mesin tomografi terkomputasi.
Advertisement
Penargetan yang disengaja ini bukan kebetulan, tetapi mencerminkan strategi lama Beijing untuk menggunakan perusahaan yang didukung negara sebagai instrumen spionase, sebuah taktik yang sejalan dengan pengabaian PKT terhadap norma-norma internasional.
Kasus ini mengungkap bahwa pendekatan PKT yang keras terhadap pembangunan ekonomi sering kali mengorbankan inovasi Amerika dan stabilitas pasar global.
Kunshan GuoLi Electronic Technology yang berkantor pusat di China, salah satu terdakwa utama, bersama dengan wakil presidennya Xiaoqin Du, diduga memainkan peran penting dalam dugaan skema ini dengan mendirikan perusahaan saingan di Aurora.
Tindakan mereka menunjukkan bagaimana kebijakan industri Tiongkok tidak hanya mendukung tetapi juga secara aktif memfasilitasi eksploitasi teknologi asing untuk meningkatkan kemampuannya sendiri.
Dakwaan tersebut selanjutnya merinci bagaimana pada tahun 2017, Kunshan GuoLi merekrut tiga insinyur berpengalaman dari fasilitas Aurora milik Philips -- tindakan yang mencerminkan strategi Tiongkok yang lebih luas untuk menyusup ke industri yang kompetitif.
Dengan memikat karyawan dengan tawaran yang menguntungkan, perusahaan yang didukung Tiongkok tersebut berusaha untuk mengekstrak informasi hak milik yang berharga, sebuah manuver yang merupakan gejala sekaligus lambang spionase industri yang disponsori negara Beijing.
Praktek Bisnis
Strategi perekrutan ini mencerminkan kesediaan Tiongkok untuk mengorbankan praktik bisnis yang etis demi mempercepat kemajuan teknologinya.
Salah satu teknisi yang terlibat, Chih-Yee Jen, diduga menyalin data sensitif dari basis data internal Philips sebelum meninggalkan perusahaan.
Insiden ini bukanlah kesalahan yang berdiri sendiri, tetapi tindakan terencana yang sangat sesuai dengan metode lama Tiongkok untuk memaksa individu dan mengeksploitasi pengetahuan orang dalam demi keuntungan perusahaan-perusahaan yang disukai negara.
Dugaan pencurian rahasia dagang oleh Jen adalah contoh nyata bagaimana pengaruh Tiongkok yang sangat luas bahkan dapat menjangkau lingkungan perusahaan yang paling aman, merusak kepercayaan dan inovasi.
Informasi yang dicuri, yang berkaitan dengan teknologi tabung sinar-X Philips, kemudian ditransfer ke Kunshan GuoLi dan terdakwa lainnya, Kunshan YiYuan Medical Technology.
Pengalihan kekayaan intelektual ini merupakan demonstrasi yang jelas dari strategi PKT yang lebih luas -- menggabungkan tujuan komersial dengan kepentingan nasional di bawah panji fusi militer-sipil.
Peran PKT dalam mendukung strategi semacam itu dinilai telah menunjukkan pengabaian yang terang-terangan terhadap standar hukum internasional dan memprioritaskan keamanan negara di atas perilaku bisnis yang etis.
Philips Medical Systems, pemimpin global dalam teknologi pencitraan medis, telah menjadi korban yang tidak disengaja dari kampanye yang lebih luas yang diatur oleh Tiongkok.
Advertisement
Hilangnya Data Kepemilikan
Hilangnya data kepemilikan tidak hanya membahayakan keunggulan kompetitif Philips tetapi juga mencerminkan pola yang lebih luas dari keinginan Beijing untuk mengeksploitasi pasar global.
Episode ini sangat kontras dengan nilai-nilai inovasi dan perlindungan kekayaan intelektual yang dianut di Barat dengan taktik oportunistik PKT yang merusak prinsip-prinsip ini.
Implikasi yang lebih luas dari kasus ini meluas jauh melampaui batas-batas Aurora, Illinois.
Dugaan dorongan sistematis Tiongkok terhadap spionase industri telah didokumentasikan dengan baik oleh pejabat AS, dan kasus ini merupakan pengingat lain bahwa Beijing siap menggunakan segala cara yang diperlukan -- yang sah atau tidak sah -- untuk mengamankan teknologi canggih.
Setiap detail dakwaan menambah bukti yang berkembang bahwa kebijakan Tiongkok dirancang untuk menumbangkan persaingan yang adil dan melemahkan rezim kekayaan intelektual global.
Peringatan Departemen Luar Negeri AS tentang penggunaan metode legal dan ilegal Tiongkok untuk memperoleh teknologi mutakhir telah menjadi hal yang terlalu umum.
Peringatan ini bergema keras dalam konteks kasus ini, di mana strategi fusi militer-sipil PKT terlibat dalam dugaan pencurian teknologi pencitraan medis yang vital.
Dorongan agresif Tiongkok untuk menggabungkan kepentingan militer dan komersial telah berulang kali menunjukkan bahwa Tiongkok bersedia mengabaikan norma-norma internasional untuk mencapai tujuan strategisnya, yang sering kali membiarkan masyarakat global menanggung akibatnya.
Pertempuran hukum yang sedang berlangsung di Chicago ini bukan hanya kasus pelanggaran individu tetapi manifestasi dari strategi yang lebih luas yang ditentukan oleh PKT.
Bukti menunjukkan bahwa kepemimpinan Beijing mendukung dan bahkan mengatur praktik-praktik yang merusak integritas teknologi dan ekonomi para pesaingnya.
Setiap baris dakwaan ini memperkuat gagasan bahwa kebijakan PKT secara intrinsik terkait dengan kegiatan-kegiatan yang mengancam stabilitas dan keadilan perdagangan internasional.
