Liputan6.com, Jakarta - Siapa yang tak ingin tidur nyenyak dan bangun dengan perasaan segar? Ternyata, tidur berdampingan dengan pasangan, baik suami maupun istri, memiliki segudang manfaat yang tak terduga. Bukan hanya sekadar berbagi tempat tidur, kebiasaan ini juga meningkatkan kualitas tidur, mempererat hubungan, dan bahkan meningkatkan kesehatan mental dan fisik. Namun, perlu diingat bahwa manfaat ini terutama berlaku bagi pasangan yang memiliki ikatan emosional yang kuat, bukan sekadar teman sekamar.
Banyak penelitian menunjukkan bahwa kedekatan fisik dan rasa aman yang diberikan pasangan saat tidur dapat mengurangi stres dan kecemasan. Hal ini membuat tidur menjadi lebih nyenyak dan lelap, sehingga kita bangun dengan perasaan lebih rileks dan berenergi. Kontak fisik seperti berpelukan juga memicu pelepasan hormon oksitosin, yang dikenal sebagai hormon cinta, yang berkontribusi pada suasana hati yang lebih baik.
Advertisement
Selain itu, tidur bersama pasangan juga menciptakan kesempatan untuk meningkatkan keintiman dan mempererat hubungan dengan pasangan. Waktu berkualitas yang dihabiskan bersama, bahkan saat tidur, dapat meningkatkan komunikasi dan romantisme.
Advertisement
Sentuhan fisik, pelukan, dan kedekatan selama tidur memperkuat ikatan emosional, membangun fondasi hubungan yang lebih kuat dan harmonis. Manfaat ini tidak akan didapatkan jika tidur bersama orang yang tidak memiliki ikatan emosional yang mendalam.
Bisa Tidur Lebih Lama
"Studi yang menggunakan gelombang otak menunjukkan peningkatan durasi tidur secara signifikan ketika tidur bersama," kata Dr. Thomas Michael Kilkenny, direktur Institute of Sleep Medicine di Northwell Staten Island University Hospital.
Kedekatan fisik dan emosional dengan pasangan memicu pelepasan oksitosin, hormon yang meningkatkan relaksasi dan mengurangi stres, sehingga memudahkan untuk tertidur lebih cepat dan tidur lebih lama, dilansir The Post.Â
Berhubungan seks, berpelukan, atau sekadar berpegangan tangan sebelum tidur juga dapat meningkatkan kualitas tidur. Aktivitas ini memicu pelepasan oksitosin, yang membantu meningkatkan durasi tidur dan meningkatkan kualitas tidur REM. Tahap REM sangat penting untuk pengaturan emosi, konsolidasi memori, perkembangan otak, dan mimpi.
Penelitian juga menunjukkan bahwa meskipun tidak tidur di ranjang yang sama, tidur di ruangan yang sama dengan pasangan dapat meningkatkan kualitas tidur. Namun, manfaat tidur lebih lama dan peningkatan kualitas tidur REM lebih signifikan jika tidur berdampingan langsung dengan pasangan yang memiliki ikatan emosional yang kuat.
Advertisement
Kualitas Tidur Lebih Baik
Pasangan yang berbagi tempat tidur sering kali mengalami sinkronisasi tidur, sehingga kualitas tidur menjadi lebih baik. Fenomena ini mirip dengan "sinkronisasi Huygens", di mana dua jam pendulum yang ditempatkan berdekatan akan berayun seirama karena saling mempengaruhi. Sinkronisasi tidur ini bergantung pada perhatian timbal balik dan sifat hubungan.
Dukungan emosional, komunikasi, dan stabilitas hubungan berperan penting dalam sinkronisasi tidur. Pasangan yang memiliki ikatan emosional yang kuat cenderung memiliki pola tidur yang lebih sinkron. Sebaliknya, orang yang tidur di ranjang yang sama tetapi tidak memiliki ikatan emosional tidak menunjukkan pola sinkronisasi.
Kualitas tidur yang lebih baik ini disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk rasa aman, kenyamanan, dan dukungan emosional yang diberikan pasangan. Tidur yang berkualitas akan berdampak positif pada kesehatan mental dan fisik secara keseluruhan, meningkatkan suasana hati, energi, dan daya tahan tubuh.
Lebih Harmonis dan Terkoneksi dengan Pasangan
Selain meningkatkan kualitas tidur, tidur bersama pasangan juga dapat meningkatkan keharmonisan dan koneksi emosional. Ketika tidur bersama, detak jantung pasangan cenderung tersinkronisasi. "Data menunjukkan bahwa ritme jantung orang yang tidur bersama secara bertahap berubah sepanjang malam sebagai akibat dari interaksi satu sama lain," jelas Dr. Kilkenny.
Sinkronisasi detak jantung ini dikaitkan dengan penurunan respons stres pada tingkat neurologis. Ini menunjukkan adanya interaksi timbal balik dari sistem saraf pasangan yang saling memengaruhi. Proses ini berlangsung hingga detak jantung cocok, menciptakan harmoni dan koneksi yang lebih dalam.
Tidur bersama pasangan bukan hanya sekadar berbagi tempat tidur, tetapi juga berbagi ritme kehidupan. Keharmonisan dan koneksi emosional yang tercipta selama tidur dapat memperkuat ikatan pasangan dan meningkatkan kualitas hubungan secara keseluruhan. Ingat, manfaat ini terutama dirasakan oleh pasangan yang memiliki ikatan emosional yang kuat dan saling mendukung.
Tidur bersama pasangan memiliki berbagai manfaat, tetapi juga tantangan. Komunikasi, kompromi, dan penyesuaian sangat penting untuk menciptakan lingkungan tidur yang nyaman dan mendukung. Jika tidur bersama mengganggu kualitas tidur, jangan ragu untuk mencari solusi alternatif, seperti tidur terpisah. Yang terpenting adalah memprioritaskan istirahat yang cukup untuk kesehatan dan kesejahteraan.
Advertisement
