Cara Tubuh Detoks Alami saat Puasa 30 Hari

Banyak yang telah mengakui manfaat berpuasa di bulan Ramadan. Selain bisa mendetoks tubuh, puasa juga dapat menjernihkan hati dan pikiran.

oleh Fitri Syarifah diperbarui 03 Mei 2020, 09:40 WIB
Diterbitkan 03 Mei 2020, 09:40 WIB
Ilustrasi Sahur, Buka Puasa, Puasa, Ramadan (iStockphoto)
Salah Memilih Menu Sahur Selama Puasa Ramadan Berbahaya untuk Tubuh (Ilustrasi/iStockphoto)

Liputan6.com, Jakarta Banyak yang telah mengakui manfaat berpuasa di bulan Ramadan. Selain bisa mendetoks tubuh, puasa juga dapat menjernihkan hati dan pikiran.

Tapi tak banyak yang tahu, apa yang terjadi pada tubuh ketika Anda berpuasa selama 30 hari. Lebih jelasnya, berikut beberapa gambarannya,seperti dikutip Ilmfeed:

Detoksifikasi Tahap 1 (Hari pertama dan kedua)

Pada hari pertama puasa, tingkat gula darah akan menurun, detak jantung melambat dan tekanan darah berkurang. Glikogen ditarik dari otot sehingga menyebabkan kelemahan. Gelombang pertama pembersihan diri biasanya terjadi. Beberapa orang terkadang mengalami sakit kepala, bau mulut, dan lidah terasa kaku.

 

* Follow Official WhatsApp Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.


Detoksifikasi Tahap 2 (Hari ke-3 sampai 7)

Puasa Ramadan (iStockphoto)
Ilustrasi Puasa Ramadan (iStockphoto)

Pada hari ketiga, lemak yang terdiri dari asam lemak diubah ataudipecah untuk melepaskan gliserol dari molekul gliceride dandikonversi menjadi glukosa. Itu sebabnya, pada waktu ini, kulit bisamenjadi berminyak. Bagi beberapa orang, kondisi ini bisa memicumunculnya jerawat.

Di sisi lain, sistem pencernaan yang biasanya bermasalah mulaimambaik. Sel darah putih dan aktivitas sistem kekebalan tubuhmeningkat. Organ dalam paru-paru, serta usus besar mulai membaik.

Tapi jangan heran kalau napas masih busuk dan lidah terasa berat karena dehidrasi ringan.

 


Detoksifikasi Tahap 3 (Hari ke-8 sampai 15)

Liputan 6 default 4
Ilustraasi foto Liputan 6

Puasa mulai terasa berenergi. Pikiran juga terasa lebih baik. JikaAnda meninggalkan junk-food selama puasa, maka kemampuan penyembuhanalami tubuh mulai terjadi.

Sejumlah proses penyembuhan juga terjadi. Bahkan zat yang mengiritasisaraf yang sebelumnya pernah terjadi karena cedera bisa pulih.

 


Detoksifikasi Tahap 4 (Hari ke-16 sampai 30)

Menjalankan Puasa Ramadan di Tengah Pandemi Virus Corona COVID-19
Sebuah tantangan besar menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan sambil tetap menjaga diri menghadapi pandemi virus corona covid-19./ Photo by Milada Vigerova on Unsplash

Ada lebih banyak energi dan kejernihan pikiran. Pada masa ini, organmulai membaik sehingga lidah mulai berwarna pink dan nafas segar.Setelah mekanisme detoksifikasi, tubuh bekerja pada kapasitas maksimummenggantikan jaringan yang rusak. Setelah hari 20, kebersihan pikiran juga terjadi. Semakin tingginya keseimbangan emosional maka memori dankonsentrasi juga kian meningkatkan.

Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya