Catat, Titik Rawan Bencana Jalur Mudik Lebaran di Kabupaten Bandung

Berikut sejumlah titik rawan bencana di jalur yang kerap dilintasi pengendara saat arus mudik dan balik Lebaran di Kabupaten Bandung.

oleh Dikdik Ripaldi Diperbarui 27 Mar 2025, 08:00 WIB
Diterbitkan 27 Mar 2025, 08:00 WIB
Pembersihan salah satu ruas jalan di Sulut akibat material longsor yang terjadi pada, Jumat (21/3/2025).
Ilustrasi longsor.... Selengkapnya

Liputan6.com, Bandung - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung mengungkap sejumlah wilayah rawan bencana seperti banjir hingga pergerakan tanah, yang kerap dilalui pengendara saat arus mudik Lebaran.

"Daerah rawan banjir yaitu di jalur nasional Bandung-Garut, Nagreg, dan kawasan Dayeuhkolot, selain daerah Bojongsoang dan Baleendah," kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bandung, Uka Suska dalam keterangannya, dikutip pada Minggu, 23 Maret 2025.

Jalur alternatif seperti Ciwidey-Pangalengan atau Jalan Gambung, serta jalur menuju kawasan wisata seperti Cimenyan, Rancabali, dan Pangalengan juga masuk dalam wilayah rawan longsor, angin kencang, dan pohon tumbang. "Jalur alternatif Cikancung-Cijapati (Jalan Bandung-Garut vis Cijapati) rawan longsor, angin kencang, dan pohon tumbang," jelasnya.

Sementara itu, Uka menyebut wilayah dengan tingkat potensi banjir menengah di antaranya Kecamatan Cicalengka, Cikancung, Cilengkrang, Cileunyi, Cimenyan, Ciwidey, Ibun, Kertasari, Nagreg, Pangalengan, Paseh, Pasir Jambu, Rancabali, dan Rancaekek.

"Potensi banjir rendah yaitu di Kecamatan Arjasari, Baleendah, Banjaran, Bojongsoang, Cangkuang, Cicalengka, Cikancung, Cilengkrang, Cileunyi, Cimaung, Cimenyan, Ciparay, Ciwidey, Dayeuhkolot, Ibun, Katapang, Kutawaringin, Majalaya, Margaasih, Margahayu, Nagreg, Pameungpeuk, Pangalengan, Paseh, Pasirjambu, Rancabali, Rancaekek, Solokanjeruk, Soreang," jelasnya.

Di sisi lain, Uka menjelaskan sejumlah wilayah di Kabupaten Bandung berpotensi mengalami gerakan tanah pada Maret 2025 ini, di antaranya di Kecamatan Arjasari dan Banjaran. Wilayah itu juga berpotensi mengalami banjir bandang dan memicu aliran bahan ombakan.

Sementara wilayah dengan potensi gerakan tanah menengah hingga tinggi yakni Kecamatan Baleendah, Cicalengka, Cikancung, Cilengkrang, Cileunyi, Ciparay, Kutawaringin, Margaasih, Nagreg, Pacet, Pameungpeuk, Pangalengan, Paseh.

"Di Kecamatan Cimaung, Cimenyan, Ibun, Kertasari, Majalaya, Pasirjambu, Rancabali, Soreang dengan potensi gerakan tanah menengah-tinggi dan berpotensi banjir bandang atau aliran bahan rombakan. Jalur utama itu berpotensi terjadi kecelakaan, banjir, longsor, kepadatan lalu lintas," tutur Uka.

 

Promosi 1

Simak Video Pilihan Ini:

Siaga Hadapi Rawan Bencana

banjir kabupaten bandung
Banjir melanda Kabupaten Bandung. (Dok. Humas Pemkab Bandung)... Selengkapnya

Untuk menghadapi berbagai potensi kerawanan tersebut, Uka mengeklaim BPBD Kabupaten Bandung telah menyiapkan strategi kesiapsiagaan.

"BPBD melaksanakan pemetaan Posko siaga bencana, persiapan peralatan dan logistik siaga, pengerahan kesiapan personel dan relawan, sistem peringatan dini dan monitoring cuaca, dan koordinasi lintas sektor dalam penanganan darurat," ujarnya.

Uka Suska mengatakan, pihaknya meminta pemerintah untuk melaksanakan penguatan infrastruktur, normalisasi drainase di jalur rawan banjir, hingga pengautan tebing di daerah rawan longsor, serta pemasangan rambu peringatan bencana.

"Peningkatan kapasitas personil mulai pelaksanaan pelatihan penanganan darurat bagi petugas posko, dan simulasi evakuasi di jalur rawan bencana," tandasnya.

Selain itu, dia mengingatkan pentingnya sosialisasi kepada masyarakat. Mulai dari pelaksanaan kampanye mitigasi bencana melalui media sosial, dan publikasi peta jalur aman serta alternatif. "Hindari perjalanan saat cuaca ekstrem," katanya.

Dia juga mengingatkan pemudik untuk selalu memantau informasi cuaca terkini. "Gunakan jalur yang direkomendasikan. Hindari jalanan berbukit saat hujan lebat," ujarnya.

Penulis: Arby Salim

Lanjutkan Membaca ↓
Loading

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya