Status Tanggap Darurat Gunung Semeru Berlangsung hingga 3 Januari 2022

Aam mengatakan, posko terpadu sudah didirikan dan telah digelar rapat perdana untuk koordinasi dengan segenap entitas masyarakat Lumajang.

oleh Liputan6.com diperbarui 07 Des 2021, 09:42 WIB
Diterbitkan 07 Des 2021, 09:42 WIB
Saat Warga Selamatkan Benda Tersisa dari Amukan Erupsi Gunung Semeru
Warga membawa barang miliknya di daerah yang tertutup abu vulkanik setelah letusan gunung Semeru di desa Sumber Wuluh di Lumajang, Jawa Timur, Minggu (5/12/2021). Sementara 41 orang mengalami luka-luka akibat bencana tersebut. (AP Photo/Trisnadi)

Liputan6.com, Lumajang Bupati Lumajang Thoriqul Haq menetapkan status tanggap darurat terkait penanganan bencana Gunung Semeru erupsi di kabupaten tersebut.

"Status tanggap darurat sudah ditetapkan mulai 4 Desember 2021 hingga 3 Januari 2022," ujar Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari, Senin (6/12/2021), dilansir dari Antara.

Ia mengatakan, Posko Tanggap Darurat Bencana Awan Panas dan Guguran Gunung Semeru dengan komando Komandan Kodim 0821/Lumajang, wakil komandan yakni Danyoninf 527, wakil komandan II dengan Kapolres Lumajang dan Sekretaris Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang.

Aam mengatakan, posko terpadu sudah didirikan dan telah digelar rapat perdana untuk koordinasi dengan segenap entitas masyarakat Lumajang guna penanganan korban awan panas guguran Gunung Semeru.

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan. 

* Follow Official WhatsApp Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.


27 Orang Hilang

Pencarian dan Evakuasi Korban Erupsi Gunung Semeru
Tim SAR mencari korban menyusul letusan gunung berapi dari Gunung Semeru i desa Sumberwuluh, Lumajang, Jawa Timur, Senin (6/12/2021). Berdasarkan laporan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), jumlah korban meninggal sampai Minggu sore berjumlah 14 orang. (ADEK BERRY/AFP)

Sebelumnya, BNPB melaporkan melalui data Pusdalops, sebanyak 22 orang meninggal dunia akibat awan panas guguran Gunung Semeru.

Pihaknya juga menerima laporan Pusdalops BNPB ada 27 korban hilang yang masih jadi fokus pencarian tim pencarian.

Total masyarakat di dua kecamatan terdampak langsung guguran awan panas maupun di delapan kecamatan terdampak debu vulkanik tercatat 5.205 orang.

Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Video Pilihan Hari Ini

Video Terkini

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya