:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1387181/original/060487400_1477562475-Nadiem_Makarim.jpg)
Nadiem Makarim adalah seorang pengusaha asal Indonesia. Pria yang lahir pada tanggal 4 Juli 1984 di Singapura ini dikenal sebagai pendiri PT Gojek Indonesia.
Nama Nadiem sendiri pada awalnya tidak dikenal oleh masyarakat Indonesia, namun seiring semakin dikenalnya Gojek, nama Nadiem mulai muncul ke permukaan.
Kariernya sendiri diawali ketika ia bekerja di sebuah perusahaan konsultan terkenal di Jakarta, Mchkinsey & Company selama tiga tahun. Setelah itu ia perlahan mulai melakukan berbagai inovasi, salah satunya adalah menjadi Co-founder dari Zalora Indonesia. Tak hanya berhenti sampai di situ, ia juga menjadi Chief Innovation Officer Kartuku.
Segudang pengalaman di berbagai perusaahaan itulah yang menjadi pemicu utama ia mulai melakukan inovasi, yang akhirnya melahirkan perusahaan GO-JEK di tahun 2011 lalu.
Bantah Rumor Kehabisan Dana
CEO Go-Jek Nadiem Makarim membantah bahwa perusahaan yang dirintisnya kehabisan dana.
Melalui keterangan tertulis yang diterima Tekno Liputan6.com, Selasa (3/5/2016), pria lulusan Hardvard University itu mengklaim, Go-Jek adalah salah satu startup dengan pendanaan terkuat di Indonesia.
Lebih lanjut, Nadiem juga bertutur bahwa Go-Jek tidak sedang mencari investor. Meski begitu, penyedia aplikasi pemesanan ojek itu mengaku terbuka dengan segala peluang untuk memperbesar bisnisnya.
Terkait wawancaranya dengan Reuters, pihak Go-Jek mengklarifikasi bahwa semua startup di seluruh dunia termasuk Go-Jek memang perlu secara kontinu mencari pendanaan dengan tujuan bisnisnya bisa terus tumbuh. Disebut pula bahwa pernyataan itu tidak berhubungan dengan subsidi atau situasi keuangan Go-Jek.
Diberitakan sebelumnya, tindakan yang dilakukan Go-Jek dalam mengorbankan subsidi demi tarif murah memberikan dampak besar yang dapat menguras pundi-pundi Go-Jek. Seperti diketahui, perusahaan kini memiliki 200.000 pengemudi yang harus disubsidi.
Terima kasih untuk Jokowi
Dalam pernyataannya di akun resmi Go-Jek, CEO Go-Jek Nadiem Makarim mengatakan Jokowi telah menyelamatkan lebih dari 200 ribu pengemudi Go-Jek.
Menurut Nadiem, dengan memanggil Menteri Perhubungan Ignasius Jonan untuk meminta penjelasan soal dilarangnya transportasi umum berbasis daring ini, Jokowi telah melindungi ekonomi kerakyatan.
Setelah mendapat reaksi keras dari masyarakat dan Jokowi, Jonan langsung mencabut surat larangan transportasi online itu.
Jonan menerangkan sesuai Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009, kendaraan roda dua sebenarnya tidak dimaksudkan untuk sebagai angkutan publik. Namun realitas di masyarakat menunjukkan adanya kesenjangan yang lebar antara kebutuhan transportasi publik dan kemampuan menyediakan angkutan publik yang layak dan memadai.
Kesenjangan antara kebutuhan transportasi dengan kemampuan menyediakan angkutan publik tersebut kemudian diisi oleh ojek dan beberapa waktu terakhir juga dilayani oleh transportasi berbasis aplikasi, seperti Go-Jek dan lainnya

Berita Terbaru
Tren Joget-Joget Bagi THR Lebaran 2025 Disebut Mirip Tarian Yahudi, Benarkah?
Doa-Doa Saat Perjalanan Mudik agar Selamat dan Lancar
Mess Haji Gorontalo, Destinasi Favorit Wisata Religi Saat Libur Lebaran
Ribuan Petugas Demi Jaga Pembangkit Optimal Selama Libur Lebaran
Biaya PPG Pendidikan Agama Islam Kemenag 2025 Sepenuhnya Ditanggung Negara
Ilmuwan Ungkap Mutasi Ikan di Palung Terdalam di Dunia
Cerita Kedekatan Ray Sahetapy dengan Masjid Istiqlal, Syahadat dan Kepulangannya
PDIP Sebut Didit Hediprasetyo Silaturahmi ke Megawati Tak Bawa Pesan Politik
Gobe Betawi, Kuliner Khas Betawi yang Kaya Rempah
Tips Makan Kue Lebaran Tanpa Takut Timbangan Naik dan Kolesterol, Salah Satunya Konsumsi Cuka Apel
Tragedi Cinta Bertepuk Sebelah Tangan di Tapin Kalsel, Renggut Korban Jiwa di Hari Lebaran
Terjebak Macet Arus Balik Lebaran, Apakah Boleh Menjamak Sholat?